
Pagi itu Widi berangkat agak pagi karena ada jadwal operasi pagi, Selesai operasi Widi hendak menuju kantin untuk sarapan namun seorang suster datang menemui nya.
Dok Ter Widi ini ada kiriman makanan buat dokter Widi.
Dari siapa sus?
Gak tau sus, katanya dari pasien yang pernah dokter operasi. Kata nya ini untuk ucapan terima kasih nya. Saya kembali ke ruangan ya dok mau brefing.
Oke, terima kasih ya sus.
Lho Wid sudah pesen makan to, padahal baru mau aku ajak sarapan di kafe seberang.
Ini kiriman seseorang dok, aku mau sarapan dulu. Widi meninggalkan Eko dan Rian menuju ruangan nya, ketika dia mau makan terdengar notiv pesan dari hp nya. Widi mengambil benda pipih itu dan membuka pesan nya.
☎️Assalamu 'alaikum,,,,, semoga suka dengan sarapan nya, Boleh semangat kerja tapi jangan sampai lupa makan ya.
☎️Wa'alaikumussalam, terima kasih makanan nya. kalo boleh tau dari siapa ya makanan yang enak ini?
☎️Dari orang yang kamu tabrak di mini market kemarin, maaf ya gak bisa ngantar lain kali kita akan makan bersama.
Widi terperangah dan tak lagi menjawab pesan wa itu. Thomas,,, benarkah ini darimu?batin Widi.
__ADS_1
Widi segera menyelesaikan makan nya kemudian menelpon Ani.
☎️Assalamu 'alaikum,,,,kamu kasih nomerku sama Thomas ya?
☎️Wa'alaikum salam,,,,pagi-pagi jangan marah buk, nanti harimu gak menyenangkan lho.
☎️Ih Ani nyebelin, orang mau marah malah di ajak bercanda.
☎️Ya habis kamu, aku cuma kasih nomer ke Thomas udah marah-marah. memang nya kamu diteror sama dia.
☎️ya enggak sih, cuma aku malu kalo nanti dia telpon aku. untung hari ini dia hanya wa.
Dasar Ani gerutu Widi kemudian dia melanjutkan pekerjaan nya. Hari itu dia memiliki jadwal 4 operasi, 2 operasi kecil 2 operasi besar. Hari itu benar-benar melelahkan, setelah operasi selesai Widi langsung menemui Eko di ruangan nya.
Sampai kapan saya di perbantukan di ruang operasi dok?
Eko melihat Widi kemudian dia tersenyum,,,, memang kenapa? kamu itu di perbantukan sampai koas mu selesai.
Jangan gitu dong dok, saya kan juga butuh menganalisa penyakit di bangsal, saya butuh pengalaman lain selain di ruang operasi.
Kalo kamu gak terima, kamu bisa menghadap dokter Willi sebagai manager rumah sakit. Kamu gak kasian sama aku mas,,,,kata Widi memelas, Eko yang melihat wajah Widi yang semakin imut ketika menampakkan wajah nya yang memelas tertawa lebar. Ih.... kok malah ketawa sih? Iya-iya mulai besok kamu bisa kembali ke ruang rawat. Widi merasa lega mendengar semua perkataan Eko. Sore itu selesai dengan perkerjaan di rumah sakit Widi segera menuju ke radio tempatnya bekerja di sore hari, seperti kebiasaan nya sebelum ke radio dia mampir ke minimarket untuk membeli permen yang akan menemani nya bekerja. Karena sedang membaca pesan wa dari Ani dia menabrak seseorang, ketika pandangan mereka bertemu Widi dan orang yang di tabrak nya sama-sama tersenyum. Karena yang di tabrak Widi adalah Thomas. Sebisa mungkin Widi bersikap biasa saja seperti tak mengenal nya.
__ADS_1
Assalamu 'alaikum,,,,,, kamu hobi sekali nabrak orang ya mbak? Sudah 2 kali lho kita tabrakan kata Thomas yang menahan debaran jantungnya.
wa'alaikumussalam Maaf, itu tadi aku terlalu fokus membalas pesan wa dari sahabatku jawab Widi kikuk.
Bisakah kita duduk sebentar?
Widi melihat jam di tangan nya dan mengangguk.
Apa kabar mu Bu dokter?
Kamu mengenaliku? tanya Widi malu-malu.
Ya, karena Bu dokter ini ternyata sombong meski sudah mengenaliku tapi tak ingin aku mengenalnya dan tak mau menyapa ku.
Maaf bukan begitu maksudku, aku......
Aku cuma ingin memastikan kalo aku benar-benar tidak salah orang, karena sudah sekian lama nya kita berpisah. Aku takut kamu kalo kamu benar-benar tak mengenaliku lagi.
Thomas tersenyum dan menarik nafas dalam,, jujur aku memang tak mengenalimu karena perubahan mu yang drastis dan semakin cantik. Aku bisa mengenalimu karena senyum menawan mu kemarin selalu terbayang di wajahku.
Wajah Widi bersemu merah karena malu dengan perkataan Thomas, segera Widi berpamitan pada Thomas karena jam kerjanya sudah semakin dekat.
__ADS_1