
Widi bersiap pergi bersama Yoga, Andi dan Anita, mereka berangkat dari rumah sakit dengan membawa surat perintah dari rumah sakit. Mereka naik pesawat menuju suatu rumah sakit terpencil di sebuah desa tempat dimana mereka akan melakukan pengabdian. Setiba di bandara mereka di jemput seseorang menggunakan mobil jib, perjalanan mereka begitu melelahkan mereka harus melalui sungai kecil dan juga hutan. Widi dan teman-teman tiba di puskesmas sebuah desa di lereng gunung, udaranya masih begitu sejuk dan alam yang menakjubkan. Mereka mengamati keadaan sekitar, saat itu juga mereka langsung bekerja karena pasien yang begitu banyak. Ternyata di daerah itu sedang terjadi wabah, meski tak mematikan namun sangat menguras tenaga mereka. Sampai jam 8 malam mereka baru bisa beristirahat, mereka di tempatkan di sebuah rumah yang agak besar. Rumah itu memiliki 3 kamar, 2 kamar mandi, 1 dapur dan ruang tamu namun terasa nyaman. Widi satu kamar dengan Anita sedang Yoga dan Andi menempati kamar yang berbeda. Widi dan teman-teman nya juga tak bisa menggunakan hp mereka karena tak ada sinyal di sana. Widi membersihkan diri karena badan nya terasa lengket sedang Anita memilih menata pakaian nya di dalam lemari yang tersedia, mereka akan mandi secara bergantian. Karena merasa lelah malam itu mereka terlelap di kamar masing-masing.
Suasana pagi yang menyenangkan meski desa itu sedang di serang wabah namun para penduduk di sana tetap melakukan aktivitas rutin mereka, warga di sana kebanyakan adalah petani. Widi berjalan seorang diri menyusuri pematang sawah dan menyapa para petani yang sudah turun ke sawah. Dia terus berjalan dan sampailah dia di sebuah sungai yang airnya jernih sekali, dia mencuci muka nya di sana. Setelah puas dia hendak kembali namun dia kebingungan jalan mana yang tadi dia susuri. Widi terdiam memandangi sekeliling karena bingung dia duduk di sebuah batu besar yang ada di tepi sungai itu, sampai akhirnya ada seorang warga yang akan mandi di sana.
Embak bukan warga di sini ya, sapa seorang cowok dengan ramah.
Iya, mas.
Embak gak mandi di sini tapi kok berada di sini kenapa?
Anu mas,,, saya tadi niat nya jalan-jalan dan saat melihat sungai ini saya mampir untuk sekedar mencuci muka. Saat saya mau pulang saya kebingungan harus ke arah mana, jadi saya duduk di sini dulu.
__ADS_1
Oh begitu,,, mbak tinggal di mana?
Saya tinggal di rumah dekat puskesmas mas.
Oh jadi embak ini dokter yang baru datang itu ya?
Iya,,,,
Apa mas nya gak jadi mandi?
Itu gampang Bu dokter, mari. Firma kemudian mengantar Widi sampai di depan rumah dimana tempat nya tinggal sekarang ini.
__ADS_1
Terima kasih mas,,,,,
Firman dok nama saya Firman, kalo boleh saya tau siapa nama Bu dokter?
Nama saya Widi mas sekali lagi saya ucapkan terima kasih karena mas sudah mengantar saya pulang.
Iya jangan sungkan dok, kalo begitu saya permisi pulang Bu dokter.
Anita mendekati Widi dan bertanya siapa yang datang pagi-pagi. Widi menceritakan kalo dia sudah ditolong cowok itu karena tadi dia kesasar. Anita yang mendengar cerita Widi jadi tertawa,,,,, makanya jangan pergi sendiri, orang belum tau jalan daerah sini juga main pergi sendiri. Widi masuk dan segera mandi untuk kemudian bersiap pergi ke puskesmas, sebelum mereka bekerja setiap pagi mereka akan mendapatkan kiriman sarapan dari kepala desa setempat. Karena mereka memang mendapatkan jatah makan dari kepala desa 3 kali sehari selama mereka berada di desa itu.
bersambung.....
__ADS_1
jangan lupa dukung author ya, berikan like, vote dan komen nya ya.