Gita Cinta Pertama

Gita Cinta Pertama
undangan ultah


__ADS_3

Hari berlalu begitu cepat, Firman pun semakin dekat dengan Widi meski Widi hanya menganggapnya sebagai rekan kerja. Widi pun tak pernah memberikan harapan pada Firman, meski begitu Firman menampakkan ketertarikannya pada Widi. Suatu saat Firman pernah melihat Widi di jemput seseorang dengan mobil dan mereka nampak mesra, namun Firman tak mencari tahu siapa pria yang menjemput Widi. Kebetulan 2 hari lagi ulang tahun Firman, di hari istimewa nya dia ingin menyatakan cinta nya pada Widi. Dia membeli sebuah cincin dan memesan tempat di kafe yang dekat dengan Rumah Sakit untuk acaranya, karena dia juga ingin mengajak beberapa rekan kerjanya merayakan ultah nya sekaligus menyaksikan pernyataan cinta nya.


Siang itu setelah makan siang Firman menemui Widi di ruangannya. Dia mengetuk pintu....tok..tok...tok.... setelah mendapat jawaban dari dalam Firman segera masuk.


Assalamu 'alaikum dok,,,bisa menganggu sebentar?


Wa'alaikumussalam....eh mas Firman, bisa gimana mas?


Besok saya ingin mengundang dokter untuk merayakan ultah saya di kafe ''x'' sepulang kerja, bisa kan dok?


Em.... Widi melihat jadwal yang biasa dia buat dalam satu Minggu, kayak nya bisa. Ultah yang ke berapa mas Firman?


Malu dok mengatakan umur saya yang sudah tua kekeh nya.


Ya sudah gak apa-apa, in sha Allah saya datang. Siapa saja yang di undang mas?


Lumayan dok, tapi dokter Lita sama mbak Ria juga saya undang kok. Sebelum nya terima kasih dok, saya permisi dulu.

__ADS_1


Widi hanya mengangguk dan tersenyum, namun sebelum sampai di pintu Firman membalikkan badan nya lagi.


Dok....hari ini pulang sendiri atau di jemput?


Kebetulan sudah satu Minggu ini saya bawa motor sendiri mas, jadi saya pulang sendiri tapi hari ini saya ada jadwal di radio.


Oke dok,,,,hati-hati di jalan, Firman melangkah pergi setelah melambaikan tangan dan mengucap salam pada Widi.


Widi hanya tersenyum melihat tingkah Firman yang selalu konyol di hadapan nya.


Wah,,, ada apa mas Firman kemari dok? tumben kata Ria yang baru saja masuk ke ruangan.


Masak dok,,, tapi tadi ketemu di luar dia gak ada bilang apa-apa tuh dok. Dia malah cengar-cengir gak karuan ketika keluar dari sini, ku kira dia dapat kecupan singkat dari dokter Widi.


Dih ngawur kamu mbak Ria,,,, mana ada acara kayak gitu.


Habis dia itu kan naksir berat sama dokter Widi.

__ADS_1


Udah jangan nyebarin gosip yang gak jelas gitu mbak Ria, lebih baik kita mulai lagi saja memeriksa pasien nya masih ada gak?


Ih dokter Widi gak percayaan sama aku, ya udah deh kita periksa pasien lagi masih ada 2 pasien dok.


Mereka kembali melakukan tugas untuk memeriksa pasien, sampai pasien terakhir saat Widi melepaskan jas nya telpon di meja nya berdering. Ria yang kebetulan ada di dekat telpon segera mengangkat nya. Widi menyimak dan bertanya melalui mata nya pada Ria, namun Ria hanya tersenyum.


Ada apa sih mbak Ria?


Maaf dok, dengan terpaksa saya sampaikan kalo dokter Widi belum boleh pulang sekarang. Dokter di tunggu di ruang operasi untuk melakukan operasi darurat.


Aku lagi mbak Ria? kenapa mesti aku sih kan banyak dokter bedah yang lebih senior, aku jadi gak enak sama mereka.


Mungkin mereka lebih percaya pada keterampilan dokter Widi yang pernah ikut mereka melakukan operasi darurat. Yang sabar ya dok, siapa tau dokter Widi bisa langsung jadi dokter bedah tanpa harus spesialis kekeh Ria.


Mana ada mbak Ria? ya tetep harus sekolah lagi, meski dengan berat hati karena dia gak enak sama senior yang ada di sana dia tetep mengganti baju nya dengan baju bedah dan segera menuju ruang operasi. Firman tampak senang melihat kedatangan dokter Widi yang akan membantu operasi hari ini, karena dia bisa menjadi asisten nya saat melakukan operasi.


Bersambung......

__ADS_1


Terus berikan semangat dan dukungan buat author ya teman-teman, biar author selalu dapat ide untuk melanjutkan cerita nya.


__ADS_2