Gita Cinta Pertama

Gita Cinta Pertama
pameran


__ADS_3

Sesampai nya di galeri, Ani menunjukkan tiket pada penjaga yang di tugaskan di sana. Ada tiket nya An? Iya, tiket ini aku dapat dari temenku. Sebenernya tiket ini untuk ku, untuk mu dan kak Hendi. Karena dia tak bisa maka tadi siang aku katakan pada mu kalo kamu bisa bawa teman mu, malah tak tau nya saudara mu. Comblangin kita dong Wid, siapa tau kita jodoh bisik Ani. Gak ah,,, aku berdosa sama kak Hendi kalo nyomblangin kalian. Lah kan kita gak tau jodoh kita, kamu sama kak Yudha aja bisa putus meski kak Yudha sudah mengikatmu. He...he... iya juga sih sahut Widi, mereka kemudian cekikikan. Ada apa sih kalian kayak nya seneng banget kata Eko yang melihat kelakuan dua sahabat itu. Gak apa-apa kok, biasa cewek kalo udah kumpul bawaan nya ya ngerumpi,,,,,he,,,,he,,,he. Mereka kemudian masuk dan melihat-lihat lukisan yang di pamerkan di sana. Bagus-bagus ya Wid lukisan nya? Iya kira-kira siapa ya pelukis nya? Entahlah Dok, saya juga baru pertama kali datang ke galeri seperti ini. Dokter Eko menghentikan langkah kaki nya membuat Widi dan Ani juga berhenti. Ada apa dok? tanya Ani. CK...bisa gak kalian panggil aku mas jangan dokter lagi, risih tau ini kan bukan di rumah sakit rajuk dokter Eko. Ani dan Widi saling pandang dan tersenyum,,,, baiklah mas Eko kata mereka bersamaan dengan cekikikan. Mereka kemudian melanjutkan berkeliling lagi. Tiba-tiba Ani menghentikan mereka. Kenapa An?


Wid, kamu liat lukisan yang ada di pojok sana tunjuk Ani. Mereka mendekati lukisan yang di tunjuk Ani tadi, kayak nya aku kenal lukisan ini deh. Emang lukisan siapa An? kamu sok-sok an tau lukisan siapa ini. Beneran mas Eko, aku kenal lukisan ini. Lihat deh Wid, perhatikan garis muka nya Eko yang penasaran jadi ikut memperhatikan apa yang di katakan Ani,,,,, itu seperti Ani dan Eko langsung menatap Widi dan berkata.... kamu Wid. Masa,,,,, enggak ah bukan ngaco kamu An, jelas-jelas dia masih anak kecil. Jiah dia gak percaya mas, Ani menarik Widi agar berdiri di samping lukisan itu. Stop jangan bergerak ya Wid, biar kamu percaya. Apa yang akan kamu lakukan An? St....diam biar kamu percaya nanti, Ani mengeluarkan hp nya kemudian memotret Widi yang wajah nya menghadap sama seperti di lukisan. Ani menyerahkan hasil foto nya pada Widi.


Nih, liat sendiri kalo kamu gak percaya. Anak yang ada di lukisan itu kamu. Widi melihat foto yang tadi di ambil Ani, dia mengamati dengan seksama. Tak lama Widi membenarkan perkataan Ani, emang itu foto kapan ya An? Kayak nya itu foto pas kita study tour di ancol pas SMP deh Wid. Apa jangan-jangan ini lukisan.... Thomas kata Ani dan Widi bersamaan. Apa iya itu lukisan nya? bukankah dia pindah ke Jakarta An. Bisa saja dia sudah kembali ke sini Wid. Eko yang tak tau menahu perdebatan Ani dan Widi hanya menjadi penonton saja, karena yang dia tau lukisan cewek di tepi pantai itu adalah Widi. Dengan santai nya Eko mengambil lukisan itu dan mendekati meja informasi yang ada di pojok ruangan yang lumayan luas itu. Ani dan Widi melongo memandangi Eko tanpa bergeming dari tempat nya.

__ADS_1


Tak berapa lama, Eko mendekati mereka dan mengajak mereka untuk melihat-lihat lagi. Mas Eko tadi nanya siapa nama pelukis lukisan tadi? Eko mengangguk membuat Ani dan Widi kepo. Mau tau banget ya ledek Eko karena melihat Ani dan Widi yang sangat kepo.


Namanya Praditya.....


Seketika Widi dan Ani lemas,,,,

__ADS_1


Kirain Thomas mas, karena foto itu yang ambil aku terus ku berikan pada Thomas. Masa iya yang lukis orang lain kata Ani tak percaya.


Siapa dia? tanya Eko


Dia idola kampus waktu kita SMP mas, dulu aku kira dia bakalan jadian sama Widi ternyata gak.

__ADS_1


Mereka kembali melihat-lihat lukisan lagi, An bukankah itu foto kita berempat sebelum kita naik bianglala. Ani dan Eko ikut melihat arah telunjuk Widi kemudian mendekati nya. Iya,,, gak salah lagi ini pasti lukisan Thomas gak mungkin orang lain. Itu lukisan Praditya bukan Thomas sahut Eko, orang aku udah tanya sama penyelenggara pameran ini kok. Tuh ini sial nya P , tunjuk Eko di ujung lukisan yang memang tertulis inisial P. Aku masih gak percaya mas, ini pasti lukisan Thomas. Bisakah kita ketemu dengan si pelukis nya ya mas? aku penasaran banget gerutu Ani. Gak bisa An kebetulan si pelukis ada acara di luar kota. Sudah-sudah gak usah di buat pusing, yok kita makan di kafe sebelah aja laper nih kata Eko yang menyela di tengah ketegangan Ani dan Widi.


terus dukung author ya teman-teman biar cerita ini segera di selesaikan.


__ADS_2