
Widi Gita Pradipta
Thomas Wira Praditya
Ani Hastuti
Hari berganti hari Minggu berganti Minggu Widi melewati harinya dengan penuh suka cita, kini dia sudah akrab dengan teman sekelas nya bahkan dengan anak yang berbeda kelas. Widi kini menjadi anak yang supel dan mudah bergaul dengan siapa saja berbeda dengan Thomas yang masih saja acuh dan cuek pada semua orang, namun kecuekan Thomas malah menjadikan nya idola di sekolah nya. Banyak sekali cewek-cewek yang mendekatinya, terutama Wida teman sekelasnya yang cantik dan sangat centil. Widi sendiri juga hanya memandang Thomas dari jauh, mereka berdua bersaing dalam nilai mata pelajaran. Setiap ada ulangan pasti nilai mereka bersaing kadang menang Thomas kadang menang Widi, karena kepintaran mereka Widi pun jadi idola di kelas nya. Namun itu tak membuat Widi dan Thomas tinggi hati jika ada teman yang kesulitan dalam pelajaran mereka mau membantu nya, meski Thomas mau mengajari temannya namun cuek nya masih saja melekat dia selalu mengajari seperlu nya tanpa mau bergurau. Saat istirahat Widi banyak menghabiskan waktu nya di perpustakaan, sedang Thomas memilih menghabiskan waktu nya di kantin bersama teman-teman nya namun terkadang dia menyendiri di belakang gedung sekolah. Suatu ketika Widi tak sengaja melihat dan mengikuti Thomas karena ada hal yang ingin di tanyakan nya, Thomas yang tak menyadari jika Widi di belakangnya terus saja melangkah dengan wajah datar nya. Dia segera merebahkan badan nya di bawah pohon yang berada di belakang sekolah. Thomas segera memejamkan mata nya, Widi mendekat dan duduk di dekat kepala Thomas. Thomas yang belum benar-benar memejamkan matanya merasakan ada bayangan dan bau wangi sirsak menghampiri hidungnya, dia menggerakkan matanya dan membuka nya seketika. Kamu,,,,,,, Thomas segera duduk dan memandang wajah Widi.
Maaf kalo aku ganggu kamu Thom, sebenarnya aku mau tanya soal matematika yang agak sulit tapi kayak nya kamu ngantuk jadi kubiarkan saja kamu tidur dan aku akan menunggumu bangun.
Thomas tersenyum,,,,coba liat.
__ADS_1
Widi memberikan buku yang tadi di bawanya, Thomas membacanya dan berfikir sejenak.
Kamu sudah mencoba nya?
Widi mengangguk.
Coba kamu tulis cara kamu, Thomas menyodorkan buku itu pada Widi.
Widi segera menguraikan jawaban menurut nya.
Tuh kan salah harus nya kan bilangan nya bulat.
Kok kamu yakin bilangan nya bulat, Thomas sedikit mendebat Widi.
Filing ku aja sih, jawab Widi sambil memainkan pulpen nya.
Nah udah tau kan di mana letak kesalahan kamu?
Huum, makasih ya Thom udah bantuin mecahin masalah matematika nya.
Mereka saling tatap dan tersenyum, Widi hendak berdiri namun Thomas menghentikannya.
Kamu mau kemana Wid?
Aku mau ke kelas, kan sebentar lagi bel jawab Widi tanpa bersalah.
Bareng aja Napa?
Nggak, aku nggak mau bareng kamu takut di masa sama fans kamu jawab Widi ngeloyor pergi tanpa memperdulikan Thomas lagi.
__ADS_1
Sepanjang perjalanan menuju kelas Widi bermonolog dalam hati nya.
Kenapa Thomas bisa tersenyum ramah pada ku ya, apa itu cuma perasaanku ya, karena aku.....aku menyukai nya batin Widi masih dengan senyum nya.
Hai..... senyam-senyum sendiri gak jelas, salah minum obat ya?
Ih.... kamu An, aku cuma...... Widi tak melanjutkan kalimatnya membuat Ani penasaran di buat nya.
Heh.... lanjutin dong kalimat nya jangan gantung gitu.
Ha...ha... udah-udah gak penting ayo masuk kelas sebentar lagi bel bunyi lho.
Dari belakang Thomas melihat tingkah Widi yang menggemaskan hanya tersenyum kecil, senyum itu segera menghilang saat Wida melingkarkan tangan pada nya.
Kok gak di lebarin senyum nya? emang apa sih yang buat kamu bisa senyum? tanya Wida beruntun.
Ah gak ada udah lepasin tangan nya banyak yang liatin lho.
Biarin aja, biar mereka tau kamu pacar ku.
Thomas menarik tangan nya dan mengangkat bahunya berlalu mendahului Wida.
bersambung,,,,
maaf ya temen-temen kalo foto tokoh nya tak sesuai dengan ekspetasi kalian.
Author cuma seneng aja liat wajah mereka
So terus dukung author ya dengan memberikan like, vote dan juga komen yang membangun.
__ADS_1