Gita Cinta Pertama

Gita Cinta Pertama
lukisan


__ADS_3

Mereka menuju kafe yang bersebelahan dengan tempat pameran tadi, kafe itu terlihat ramai. Mereka bertiga duduk di pojok ruangan yang dekat dengan jendela besar yang menghadap ke taman. Ani sedari tadi mengkerutkan wajah nya masih tak percaya dengan nama si pelukis tadi. Masa aku salah tebak sih,, emang itukan lukisan Thomas tapi kenapa namanya jadi Praditya. Ani mengacak-acak rambutnya frustasi.


Heh An gak usah di fikirin terus, kan gak ada untung nya buat kamu. Tapi mas,,,, Sudah makan saja dulu, pasti kamu juga udah lapar. Namun nama itu seperti pernah ku dengar mas, Ani masih terus aja berfikir. Ani masih saja bergumam tak jelas dan bertanya-tanya dalam hati nya sebenarnya di manakah Thomas untuk saat ini. Mereka akhirnya menikmati makanan yang sudah di hidangkan. Makanan nya bener-bener enak, tempat nya juga bagus pantesan rame. Liat lukisan udah, makan udah, mau jalan-jalan lagi atau mau pulang nih? Kita pulang aja ya Bu jaksa, besok aku sama mama Eko ada operasi pagi jadi kita mesti istirahat. Ah iya untung kamu ingetin Wid, mereka kemudian mengantar Widi pulang. Sampai di rumah bertepatan dengan seseorang datang membawa sebuah lukisan. Mas itu bukan nya lukisan foto ku yang duduk di tepi pantai tadi ya? Iya, sengaja aku beli buat kamu. Itu kan foto mu dan kebetulan di jual, aku gak mau dong foto itu di beli orang lain yang tak mengenalmu. Terima kasih mas Eko,,,,,


Kamu senang Wid?


Tentu jawab Widi,,, udah malem sebaik nya kalian pulang dan istirahat.

__ADS_1


Ngusir buk yang udah dapat lukisan nya, ya sudah deh yuk mas Eko kita pulang. Eko dan Ani pulang dengan mobil masing-masing.


Widi membawa masuk lukisan itu dan terus memandangi nya di kamar,,,, sejenak dia mengenang kebersamaan nya bersama Thomas kala SMP.


Aku yakin ini lukisan mu Thom, apa kamu di sini? tak bisakah kita ketemu? apa kamu sudah melupakan ku?


"Dimana aku? Widi memandang sekeliling hanya hamparan air pantai dan deburan ombak yang dia liat, samar-samar dia melihat sosok pria yang berjalan dan tersenyum ke arah nya, siapa dia? kenapa dia tersenyum dan mendatangiku, setelah dekat tiba-tiba pria itu berbalik dan membelakangi nya. Siapa kah kamu kenapa kamu membelakangi ku? Pria itu hanya diam tak bergeming."

__ADS_1


Jam beker yang ada di atas meja berdering membangun kan Widi dari tidur nya,,, astaghfirullah hal adzim aku mimpi, seperti nyata. siapa pria itu? Widi melihat jam yang tadi berdering, jam 3 pagi. Widi segera bangun dan mengerjakan sholat dua rakaat untuk menenangkan hati nya. Kembali Widi mengamati lukisan yang masih tergeletak di samping meja belajar nya. Widi mengambilnya dan mengamati dengan seksama, dia membalik lukisan itu. Dia menemukan inisial T.Praditya, Widi meneteskan air mata nya. Ini benar lukisan mu Thom, kamu masih mengingatku. Apa kamu ada di sini Thom? kembali memory kebersamaan nya semasa SMP muncul, ketika dia dan Thomas untuk pertama kali nya kenal, ketika mereka berada di bawah pohon di belakang sekolah, ketika lomba,ketika Thomas membawa lukisan yang akan di berikan padanya namun dicegat dan di rusak Wida, saat mereka tersenyum dan menikmati indahnya pantai berempat, semua terlihat jelas. Saat-saat yang mengesankan, saat mereka saling tertarik namun hanya dalam diam. Sampai terdengar suara adzan subuh, bergegas Widi bangkit untuk menunaikan sholat subuh dan membantu ibu menyiapkan sarapan.


bersambung,,,,,


terus dukung author ya teman-teman


jangan lupa berikan like, vote dan komen nya agar author lebih semangat menyelesaikan cerita ini.

__ADS_1


__ADS_2