
Setengah jam kemudian Ananta dan Ani sudah sampai di kafe yang sudah di beritahu Thomas. Ani begitu terpesona dengan privat room yang di lengkapi dengan karaoke, karena saat mereka makan dulu hanya di luar. Kamu ternyata tajir juga brow.....Ananta menepuk bahu Thomas.
Gak juga Ta,,, terus kamu sendiri mulai kapan akan meneruskan usaha papah mu.
Ananta hanya mengangkat bahu nya, karena sebenar nya dia malas harus bekerja di belakang meja. Tapi demi papah nya terpaksa dia harus mau dan bisa mengurus perusahaan papah nya. Nanti lah brow aku masih harus belajar banyak dari mu.
Mereka makan dengan lahap karena memang masakan di sana begitu lezat.
Kalian mau nambah lagi? tawar Thomas pada mereka.
Gak Thom cukup jawab Ani, makanan di sini sungguh lezat kira-kira siapa ya koki nya?
Dengan bangga Thomas berdiri dengan tangan di depan dada nya.
__ADS_1
Perkenalkan hamba koki disini, bagaimana apakah anda semua puas dengan masakan hamba?
Semua mata memandang ke arah Thomas serasa tak percaya dan menggeleng bersamaan.
Kalian gak percaya kalo aku bisa masak dan aku yang punya kafe ini ya? dulu aku lah koki disini karena pelanggan semakin banyak maka aku menurunkan resep dan ilmu ku pada beberapa koki di sini.
Mereka semua tertawa mendengar ucapan Thomas. Bahkan Ananta sempat mengolok-olok nya, Thomas keluar dan membawa seorang karyawan nya masuk menemui mereka.
karyawan itu mengangguk dan menjawab bahwa cowok yang berdiri di sebelahnya adalah CEO kafe ini.
Di bayar berapa kamu mbak untuk mengakui kalo dia adalah CEO di sini? tanya Ananta masih dengan tawa nya.
karyawan itu menggeleng dan menunduk dengan hormat untuk kemudian meninggalkan ruangan itu. Spontan Ananta terdiam dan memandang Thomas, jadi sungguh kamu adalah pemilik kafe ini brow? Terserah kamu aja deh, daripada gak percaya sama aku. Mereka bertiga terdiam, Ananta mengalihkan kecanggungan mereka dengan menyetel musik untuk berkaraoke. Mereka bernyanyi dengan gembira terutama Ani dan Ananta, sedang Widi gadis berhijab itu hanya memandang tingkah konyol sahabat nya. Sampai jam 9 malam mereka semua pulang, Thomas mengantar Widi pulang. Masuk dulu Thom tawar Widi begitu mereka sampai di depan rumah, terima kasih udah di antar sampai rumah. Sambil menunggu taxi online yang di pesan Thomas mereka ngobrol sejenak di teras rumah. Salut dengan mu Thom masih muda sudah punya usaha sendiri. Terima kasih juga karena kamu udah jadi penyemangat ku selama ini, meski kita tak pernah bertemu namun keyakinan untuk menemukan mu sangat besar. Dan alhamdulillah Allah sudah mengabulkan doa' ku bahkan sebentar lagi kita akan menikah. Widi tersipu ketika Thomas menyebutkan kata menikah, karena sungguh tak pernah terlintas di benak nya kalo dia akan dilamar Thomas. Thomas segera pamit begitu taxi online yang ia pesan sudah datang, Widi hanya menganggukkan kepala dan tersenyum. Widi masuk ke dalam rumah dia terkejut dilihatnya ayah dan ibu masih duduk di depan tv menantikan kepulangan nya. Maaf ayah ibu tadi Thomas gak pamit sama ayah dan ibu karena Widi fikir kalian sudah di kamar. Mereka berdua tersenyum,,,,,, gak apa-apa nak, bagaimana kencan nya goda ayah. Ih ayah apaan sih orang kita cuma ke galeri Thomas terus makan di kafe sama Ani dan Ananta kok. Oh begitu ya sudah segeralah istirahat katamu besok akan ada ujian. Iya Bu,,,, Widi ke kamar dulu, Widi mendekati ayah dan ibunya untuk mencium pipi kedua orang tua yang di kasihnya itu.
__ADS_1
Dan ketika Widi hendak memejamkan mata dia di kejutkan suara hp nya yang berdering, dia melihat siapa si penelpon ternyata Ani.
☎️Assalamu 'alaikum, ya An kenapa?
☎️Wa'alaikum salam, kamu udah mau tidur ya? ngobrol sebentar dong Wid.
☎️Mau ngobrol apa sih An, aku mau tidur besok aku ada ujian pagi.
☎️Please,,,,,,,aku cuma terkejut aja dengan si Thomas, ternyata dia pemilik kafe dan galeri itu. Aku fikir dia akan kerja kantoran menggantikan ayah nya, tapi ternyata salah. kamu beruntung bisa dapetin dia Wid, dia itu paket komplit lho udah ganteng kaya pula. Hallo Wid...... tak ada jawaban hanya dengkuran halus yang terdengar, Ani menggerutu sendiri dan menutup telpon nya karena Widi sudah tertidur.
bersambung ......
dukung terus karya author ya teman-teman dengan memberikan like, vote dan komen nya ya.😊
__ADS_1