Gita Cinta Pertama

Gita Cinta Pertama
Lamaran


__ADS_3

Widi sudah berada di depan meja rias nya dengan memakai gamis broklat pich yang berpadu dengan kerudung abu menambah keanggunan nya. Widi teringat jika Thomas pagi ini juga akan datang ke rumah nya, dia segera mencari hp nya dan mendial nomer Thomas untuk memberitahu kalo Thomas harus membatalkan nya. Namun telpon nya tak di angkat oleh Thomas, Widi segera menulis pesan buat Thomas. Dengan hati berdebar tak karuan dia menanti jawaban dari Thomas, namun pesan wa nya tak juga di jawab Thomas padahal sudah centang biru yang artinya Thomas pasti sudah membaca nya. Thom kenapa kamu tak membalas pesan ku, apa yang harus aku lakukan? Aku berharap kamu bisa sedikit menenangkan hatiku batin widi. Di ruang tamu sudah nampak ramai, ada pak RT dan beberapa tetangga yang ikut menghadiri acara tersebut. Widi tampak semakin bingung bagaimana dia akan menjawab lamaran tersebut, sedang dia saja tak tau siapa yang akan melamarnya. Di satu sisi dia menginginkan pria pilihan nya sendiri di sisi lain dia juga tak mau mengecewakan kedua orang tua nya. Ibu masuk ke kamar Widi dan mengajak nya untuk keluar dari kamar, wah putri ibu cantik sekali ayo kita keluar acara akan segera di mulai. Widi menundukkan kepalanya selama acara, namun dia terkejut ketika mendengar nama Thomas sebagai calon suami nya. Perlahan dia mengangkat wajah nya dan tampak wajah Thomas yang duduk dengan senyum manis nya di depan ayah nya. Serasa tak percaya dia mengerjakan matanya dan sekali lagi memandang Thomas yang tersenyum manis pada nya, ada kelegaan dan kebahagiaan yang menjalar di dalam hati nya.


Bagaimana nak Widi, tadi ayahmu sudah menyampaikan pada fihak mas Thomas kalo akan menyerahkan sepenuhnya padamu keputusan di terima atau di tolak lamaran mas Thomas. Seketika wajah Widi memerah karena merasa malu kemudian mengangguk dengan perlahan. Nduk jawablah dengan mantab dan jelas jangan seperti itu kata ayah dengan lembut.


Widi menarik nafasnya perlahan...... bismillah saya menerima lamaran mas Thomas sebagai calon imam saya pak.


Alhamdulillah ada kelegaan di hati Thomas yang sedari tadi dia juga merasakan ketegangan yang luar biasa, karena dia tak memberitahukan pada Widi kalo akan datang melamar nya. Thomas pun tersenyum dan berterima kasih. Pak RT kemudian memberikan tempat pada Widi dan Thomas untuk memasangkan cincin sebagai pengikat cinta di antara mereka berdua. Thomas tersenyum dan kemudian memasangkan cincin di jari manis Widi, terima kasih kamu sudah mau menerima saya untuk menjadi calon imam mu. Widi ikut tersenyum dan mengangguk. Widi dan Thomas mencium tangan kedua orang tua Thomas dan Widi secara bergantian, di lanjutkan makan bersama. Tak lama setelah makan keluarga Thomas berpamitan dan acara pernikahan mereka akan di adakan seminggu setelah acara lamaran ini, pernikahan mereka akan di gelar secara sederhana di rumah Widi. Sebelum pulang Thomas mengatakan pada Widi kalo nanti sore dia akan menjemput Widi untuk melihat baju pengantin nya.

__ADS_1


Widi yang bahagia juga merasakan bingung, bagaimana cara nya dia bisa menyelesaikan semua persiapan nya dalam waktu satu Minggu. Dia sempat membicarakan semua pada ayah dan juga ibunya, namun keduanya hanya tersenyum.


Tenang nduk semua sudah di persiapkan sama nak Thomas, dari tenda sampai masakan nya.


Kok bisa yah, kapan dia mempersiapkannya?


Ayah juga gak tau nduk, mungkin ayah akan tetap melaksanakan nya meski tanpa persetujuan mu. Wong niat baik masa ayah tolak. Tapi kan yah.......

__ADS_1


Toh sekarang buktinya kamu sudah menerima lamaran nya skak mat ayah yang membuat Widi semakin tersipu , Widi segera berlalu meninggalkan ayah nya dengan cepat karena malu.


bersambung.....


dukung author ya teman-teman biar author semangat menyelesaikan cerita ini.


berikan like, vote dan komen nya ya.

__ADS_1


__ADS_2