
Hari perpisahan tiba, semua tampak hadir bersama ke dua orang tuanya. Namun tidak dengan Widi, dia hanya di dampingi sang ayah. Meski demikian Widi tak berkecil hati, dia bahkan memberikan penampilan yang luar biasa dengan membawakan puisi hasil karya ya sendiri. Seperti tahun yang lalu seni karawitan di tampilkan kembali, Widi dengan semangat memainkan alat musik yang dia pegang. Acara seremoni pemberian ijazah yang di berikan sekolah pada siswa yang telah lulus, sambutan dari kepala sekolah, sambutan perwakilan dari guru wali kelas IX, sedikit pesan kesan yang dari siswa yang di wakili Thomas sebagai lulusan terbaik SMP Nudia. Para hadirin terdiam dan terkesima mendengar Thomas yang selama ini di juluki si kulkas yang pendiam dan selalu cuek, hari ini untuk yang pertama dan terakhir dia menyampaikan banyak kata yang di ucapkan demi kemajuan SMP Nudia tercinta. Mereka semua bertepuk tangan setelah Thomas selesai menyampaikan pesan dan kesan nya, acara di lanjutkan dengan hiburan.
Acara terakhir Widi membacakan puisi nya, tanpa di duga di akhir puisi nya Thomas menyambung nya dengan puisi.
"Terima kasih atas semuanya"
"Atas kebersamaan kita yang penuh dengan cerita"
"Kehadiran mu membawa sejuta warna"
" Meski hanya sepintas dan sesaat"
"Namun semua itu bisa membuatku bahagia"
"Terima kasih telah bersamaku"
"Mengajariku untuk berbagi dan tersenyum"
"Meski hanya sekejap, namun mampu menumbuhkan rasa"
"Meski tak ada komitmen di antara kita"
__ADS_1
"Aku berharap semoga kelak saat kita bersama"
"Masih ada rasa yang sama di antara kita"
"Agar aku dapat ungkapkan segala nya"
"Aku berharap kau akan selalu bahagia"
"Meski setelah ini kita tak akan berjumpa"
"Sayonara,,,,,, sayonara,,,,,,,"
Thom, kira-kira kita masih bisa ketemu gak ya?
Aku mau lanjutin sekolah di Jakarta Ta, kamu mau lanjutin kemana?
Yah,,,,,,, aku sendirian dong, Aku sih tetep di semarang, Ani kamu mau lanjutin kemana mungkin kita bisa satu sekolah lagi.
Ani hanya mengangkat bahu nya, kira-kira Widi lanjutin sekolah kemana ya Ta?
Ananta mengangkat bahunya tanda tak tau.
__ADS_1
Oh iya Thom, kapan kamu berangkat ke Jakarta? Apa masih ada waktu buat kita jalan untuk yang terakhir?
Gak bisa Ta, besok aku sudah berangkat.
An kamu ada nomer kontak Widi?
Gak, dia kan selama ini gak bawa hp.
Bisakah kamu antar aku ke rumahnya An.
Maaf Thom bukan aku gak mau antar, aku sungguh tak tau alamat orang tua nya.
Thomas langsung murung mendapat fakta yang Ani berikan.
Ani yang melihat perubahan wajah Thomas, meminta maaf. Sorry thom, tapi kamu jangan khawatir aku akan mencari tahu tentang keberadaan Widi sekarang. Thomas yang mendengar kan Ani akan mencari keberadaan Widi. Dia sangat senang mendengar apa yang baru dikatan Ani, senyum terbit dibibir Thomas.
bersambung.....
Jangan lupa dukung karya author ya
berikan like, vote dan komen nya yang membangun
__ADS_1