Gita Cinta Pertama

Gita Cinta Pertama
kepulangan widi


__ADS_3

Satu bulan sudah Widi dan teman-teman nya berada di desa terpencil itu dan tanpa jaringan telpon sehingga mereka tak dapat berhubungan dengan dunia luar. Wabah yang melanda desa itu pun sudah mulai mereda, mereka sudah berusaha bekerja dengan keras siang dan malam. Widi dan teman-teman nya pun ikut merasakan kegembiraan dan kebahagiaan warga, namun kepala desa setempat memohon agar mereka bersedia untuk tinggal di desa itu untuk sementara waktu. Mereka pun bersedia untuk tinggal, Yoga sebagai ketua harus pulang untuk melaporkan semua kegiatan dan perkembangan keadaan desa setempat. Kepala desa mengantar Yoga sampai ke bandara dan baru di bandara lah ponsel nya baru bisa di gunakan. Widi dan teman-teman yang masih berada di desa itu tetap bekerja seperti biasa, kadang mereka memberikan penyuluhan tentang berbagai hal. Firman yang kebetulan ditugaskan kepala desa untuk membantu pelaksanaan para dokter itu semakin dekat dengan Widi. Kedekatan mereka membuat iri para muda-mudi yang melihat keserasian mereka, Widi tak pernah menanggapi semua nya karena Widi tak pernah mau untuk berpacaran dan juga menganggap mereka semua adalah teman dan keluarga nya. Widi juga memberikan pengertian pada Firman, jika dia tak mau berpacaran dengan siapapun. Yang Widi inginkan jika ada suka padanya langsung datang pada orang tua Widi untuk meminta nya dengan baik. Suatu hari Firman berpamitan pada Widi dan rekan-rekan nya kalo dia akan pergi berbisnis dengan teman nya di kota, sebelum kepergian nya Firman meminta nomer hp Widi agar dia bisa menghubungi nya kelak jika Widi sudah selesai bertugas di desa itu. Mereka pun bertukar nomer ponsel. Firman pergi untuk dapat memajukan desa nya, agar desa nya juga kelak dapat mengakses dunia luar melalui ponsel pintar.


6 bulan berlalu begitu saja, kini saat nya Widi dan rekan-rekan nya pergi dari desa itu. Semua warga berkumpul di balai kelurahan untuk mengantar kepulangan mereka, satu persatu mereka saling berpelukan dan berterima kasih pada Widi dan tim nya yang sudah bersedia merawat dan menjaga mereka dari segala macam penyakit bahkan wabah di desa merekapun segera berlalu. Haru menyelimuti kepergian para dokter muda yang merelakan waktu mereka untuk mengabdi di desa terpencil itu. kepala desa setempat juga memberikan ucapan terima kasih nya yang tak terhingga dan berharap suatu ketika jika para dokter muda itu punya waktu maka mereka bersedia untuk datang kembali ke desa mereka sebagai tamu dan keluarga.


Setelah berpamitan mereka segera berangkat menuju bandara. Setelah menempuh perjalanan beberapa jam mereka mendarat di bandara Ahmad Yani sekitar jam jam 3 sore, mereka langsung menuju rumah masing-masing. Di bandara Widi langsung di sambut 2 orang sahabat nya dengan begitu heboh.


Widi......gila ya 6 bulan kamu gak ada kabar, kayak ngilang di telan bumi. Ani melepas pelukan nya dan memutar tubuh Widi kemudian memeluk nya lagi.

__ADS_1


Aish ngapain aku pake di putar-putar An pusing tau sungut Widi.


Kangen tau kata Ani yang kini benar-benar sudah bisa melepaskan pelukannya.


Ananta maju dan ingin memeluk Widi namun dengan sigap Widi mendorong nya hingga dia terjatuh.


Ya mau peluk lah kan aku juga kangen jawab Ananta.

__ADS_1


Ani yang melihat kekonyolan Ananta jadi tertawa, segera dia menggandeng Widi untuk segera menuju mobil dan memberikan koper Widi pada Ananta agar dia yang membawa nya. Sepanjang jalan mereka terus bercerita seakan gak ada habis nya untuk bercerita, Ananta yang memegang kemudi hanya terkekeh dan sesekali nimbrung pembicaraan mereka.


bersambung.....


terus dukung author ya temen-temen biar cerita ini bisa selesai secepatnya.


Berikan like, vote dan komen nya ya

__ADS_1


__ADS_2