
Setelah pemilihan icon sekolah mereka, wajah Widi dan Thomas terpasang di depan sekolah itu membuat Wida kebakaran jenggot. Dia semakin membenci Widi tanpa alasan. Widi tak pernah menanggapi apapun yang di ucapkan Wida yang kadang menyebarkan gosip yang tidak-tidak untuk diri nya. Sebagai sahabat tentu Ani yang tak terima bahkan pernah sampai bertengkar hebat dengan Wida. Widi yang tak sengaja melihat kejadian itu langsung melerai dan menenangkan sahabat nya. Widi benar-benar meminta Ani agar tak berbuat nekat sampai memukul Wida nanti nya, karena hanya akan merugikan diri sendiri. Sejak kejadian itu Ani pun tak pernah lagi berurusan dengan Wida. Sampai saat kenaikan kelas mereka yang tadi nya di oplos di kembalikan ke kelas mereka semua. Ani kembali satu bangku dengan Widi, mereka sangat senang. Thomas dan Ananta juga kembali duduk satu bangku. Wida masih saja jutek pada Widi meski sekarang mereka sekelas.
Hari itu pelajaran seni lukis yang mengambil tema alam. Mereka semua melukis sesuai dengan imajinasi mereka, Widi melukis taman bermain, Ani melukis kota dengan banyak gedung yang menjulang tinggi. Thomas melukis seorang gadis yang duduk di tepi pantai menikmati indahnya sunset, lukisan Thomas tampak indah sekali seperti nyata. Saat sudah menilai pak guru memperlihatkan lukisan-lukisan yang memang tampak bagus, di antaranya milik Thomas.
Thomas ini lukisan mu bapak kembalikan, lukisan mu sangat indah.
Kalo boleh bapak tau siapa cewek yang ada di lukisan mu? Kayak nya bapak kenal dengan cewek itu.
Thomas terdiam sejenak, ah bukan siapa-siapa pak.
Wida ikut maju ke depan dan langsung menyambar lukisan itu, seraya berkata bahwa cewek yang di lukis Thomas adalah dirinya.
Bukan, itu bukan kamu, Sanggah pak guru.
Karena marah dan kecewa Wida merobek lukisan itu, hingga semua mata memandang ke arah nya.
Wida apa yang kamu lakukan? teriak Thomas.
__ADS_1
Ups maaf gak sengaja, Wida memberikan kembali lukisan Thomas yang sudah sobek. Kamu kan bisa membuatnya lagi jawab Wida santai dan kembali duduk di kursi nya.
Thomas berdecak kesal menyaksikan lukisan nya,,,,,,
Bel istirahat berbunyi anak-anak berhamburan pergi ke kantin, tapi tidak dengan Thomas yang masih kesal. Dia menuju ke tempat favoritnya, Widi yang melihat itu menyusul Thomas dengan membawakan jus mangga kesukaan Thomas.
Udah gak usah kesal terus, bener kata Wida kamu kan bisa buat lagi lukisan nya.
Memang semudah itu membuat lukisan? butuh mood yang baik juga kali.
Ya udah,,,,,, nanti lain kali kalo pas mood nya lagi baik bisa buat lagi, sekarang minum dulu jus nya. Widi menyodorkan jus yang tadi di bawa nya.
Aku tadi udah minum kok.
Thomas tersenyum dia meminum jus nya kemudian menyodorkan pada Widi agar ikut minum juga.
Aku udah minum tadi Thom.
__ADS_1
Kalo kamu gak mau minum ya udah aku juga gak mau minum lagi, Thomas masih saja menyodorkan jus di depan mulut Widi.
Dih kenapa jadi maksa gini sih. Akhirnya Widi ikut minum jus yang tadi sudah di minum Thomas.
Widi melihat lukisan Thomas yang sudah sobek dengan seksama.
Cantik sekali cewek dalam lukisan ini, dia cewek mu ya Thom.
Thomas kembali berdecak kesal, karena Widi tak tau siapa sebenarnya cewek yang ada dalam lukisan nya.
Kamu bener-bener gak tau atau pura-pura sih Wid?
Serius aku gak tau, maka nya aku nanya kamu.
Ya udah kalo kamu gak tau, sini buang aja toh sudah sobek juga. Thomas merebut lukisan nya dan membuang nya di tong sampah, dan segera pergi meninggalkan Widi.
Kok jadi marah, aku kan bener-bener gak tau thom teriak Widi. Namun Thomas terus berjalan tanpa memperdulikan Widi.
__ADS_1
Widi kembali mengingat wajah dalam lukisan yang baru saja di lihat nya, kok seperti aku ya yang di lukis Thomas. Tapi gak mungkin pasti itu cewek lain sanggah Widi lagi dalam hati. dia gak mau berharap banyak pada Thomas, karena bagaimana pun juga masa depan nya masih panjang dan juga untuk saat ini pasti rasa yang mereka miliki masih hanya sebatas suka. Nanti di sekolah yang lebih tinggi mereka akan menemukan dan merasakan cinta yang sebenarnya. Widi menggeleng pelan kemudian berjalan ke kelas karena bel akan segera berbunyi.
bersambung..........