
Setelah dokter memeriksa keadaan Thomas yang baru sadar, dokter itupun pergi. Bu Santi merasa lega karena akhirnya putra nya sudah melalui masa kritis dan membaik.
Bagaimana perasaan mu sayang? tanya Bu Santi dengan wajah bahagia.
Maafkan Thomas sudah membuat mama khawatir. Aku merasa lebih baik mah, mah apa ada seseorang yang tadi menjagaku selain mamah?
Bu Santi heran mendengar pertanyaan putranya karena dia bisa tau bahwa tadi memang ada yang menggantikan nya sebentar, namun Bu Santi mengangguk dan tersenyum.
Siapa mah? suara itu begitu familiar di telingaku.
Mana mungkin sayang, tadi mama meminta dokter koas untuk menjaga mu sebentar. Tapi mana mungkin kamu mengenal nya, sudah sekarang apa kamu mau makan sayang?
Thomas tertegun, dia masih mengingat suara yang tadi dia dengar. aku haus mah jawab Thomas.
Bu Santi memberikan minum dan membantu putranya untuk duduk perlahan. Mau apa lagi sayang?
Gak ada mah, mamah istirahat saja aku juga mau istirahat.
suara itu seperti milik Widi, apa karena aku begitu merindukan nya hingga di bawah sadar ku pun bisa mendengar suara nya. tapi mamah bilang tadi memang ada yang menungguiku sebentar dia dokter koas. Ya Allah aku begitu merindukan nya, akankah Engkau mempertemukan aku dengan nya? batin Thomas.
Beberapa hari setelah Thomas sadar dan berangsur-angsur membaik, dia di ijinkan untuk pulang. Dari beberapa kali dokter bersama dokter koas datang, dia tak menemukan suara familiar itu. Sebenarnya Thomas sangat penasaran namun dia tak bisa berbuat apa-apa. Sesaat sebelum dia pulang bersama kedua orang tua nya seorang suster datang untuk memberikan obat yang masih harus di minum Thomas.
__ADS_1
Sus,,,,, dokter koas yang cantik kemarin kok gak keliatan ya?
Iya buk, sejak 3 hari yang lalu beliau di perbantukan di ruang operasi. Mungkin besok beliau baru kembali kemari.
Oh kalau begitu tolong sampaikan salam saya pada dokter cantik ya suster, siapa namanya sus? kemarin saya belum sempat bertanya pada nya.
Beliau dokter Widi, baik buk nanti saya sampaikan. Saya permisi buk, suster pun pergi meninggalkan mereka.
Deg..... Thomas yang mendengarkan dengan seksama perbincangan mama dengan suster itu merasakan dadanya yang berdebar.
Apakah dokter itu kamu? apa kemarin benar-benar kamu yang mengajakku bicara Wid, batin Thomas yang bergemuruh karena menahan rindu sekian lama.
Bu Santi segera menggandeng putranya untuk segera meninggalkan rumah sakit, Thomas yang di apit kedua orang tua nya masih sempat menoleh ke belakang.
Dokter Eko kenapa narik saya ke sini lagi sih, baru saja aku mau merasakan enak nya jaga di ruangan malah di tarik kesini lagi gerutu Widi.
Eko dan teman-teman dokter yang sudah mengenal Widi tertawa mendengar gerutuan itu. Terima aja nasib mu Wid, siapa suruh kamu pintar dan lihai dalam operasi beda sama teman mu yang menggantikan kamu celetuk dokter Ridwan temen dokter Eko.
Terus bagaimana bisa aku menganalisa pasien dok, kalo aku masih saja di sini terus.
Iya-iya maaf habis ini urgen, besok kamu boleh kembali ke ruangan deh kata dokter Eko sambil meminta maaf.
__ADS_1
Tapi bener ya, jangan panggil aku kesini lagi jawab widi.
Ya tergantung,,,, ya kan Wan?
Yo i Eko dan Ridwan tertawa penuh kemenangan sedang Widi masih saja memanyunkan bibir nya karena kesal.
Udah jangan manyun-manyun gitu, gimana kalo nanti aku traktir nonton sama makan? tanya Ridwan sambil mengangkat alis nya.
Em.... setuju, tapi aku ajak sohibku ya dok?
Oke,,,, apa sih yang gak buat kamu Wid.
Gombal toyor Eko pada kepala Ridwan, jangan banyak gombal dia masih sepupuku kata Eko.
Apa..... jadi dia sepupumu, kok baru bilang Ko protes Ridwan.
Orang aku aja baru tau jawab nya tanpa dosa.
Udah ah yuk makan, aku udah kelaperan nih ajak Widi pada Ridwan dan Eko.
bersambung....
__ADS_1
terus dukung author ya, berikan like, vote dan komen nya