
Jam 10 pagi mereka pergi ke rumah baru Thomas dan Widi dengan menggunakan mobil Thomas yang baru saja di antar sopir keluarganya. Kurang lebih 30 menit perjalanan mereka sudah sampai di tempat tujuan. Sampai di depan pintu Thomas memberikan kunci rumah agar Widi yang membuka pintu untuk mereka, dengan bismillah mereka mulai masuk kedalam rumah dan melihat-lihat isi rumah yang lumayan besar. Ada 5 kamar, 1 kamar mandi di luar, ruang keluarga, ruang makan yang bersambung dengan dapur. di belakang rumah ada 2 kolam renang, kolam untuk anak-anak dan dewasa. Ibu berdecak kagum dengan penataan ruang dan barang-barang yang sudah ada di sana.
Ini 2 kamar buat kedua orang tua kita kalo menginap, 2 kamar buat anak-anak kita, kamar yang ini buat kita dan di belakang masih ada satu kamar untuk asisten rumah tangga kita kelak. Thomas menunjukkan kamar yang akan mereka tempati.
Maaf ya sayang aku hanya bisa memberikan rumah seperti ini buat keluarga kita kata Thomas sambil menggenggam tangan istrinya itu.
Widi tersenyum, ini lebih dari cukup by terima kasih. Widi memeluk suaminya namun Thomas ******* lembut bibir istrinya yang mendapatkan balasan dari Widi. Ketika ciuman mereka semakin panas terdengar deheman dari ayah widi yang membuat mereka malu seketika. Maaf yah kata Widi dengan malu-malu.
Gak apa-apa nduk itu wajar dan kalian sudah halal, tapi harus tau tempat ya kekeh ayah sambil berlalu. Setelah melihat-lihat agak lama mereka akhirnya pulang dan karena hari sudah siang Thomas mengajak mereka untuk sholat dan makan siang di luar.
__ADS_1
Sampai di rumah kedua orang tua Widi hari sudah sore mereka istirahat dan membereskan barang untuk di bawa pindah ke rumah baru. Ketika malam menjelang saat mereka berada di kamar masih saja terasa kikuk karena harus tidur di kasur yang sama. Widi yang mengenakan piyama pendek dan Thomas yang menggunakan boxer dan kaos rumah, menambah kecanggungan mereka. Sayang ke marilah, kenapa kamu berlama-lama di meja rias perintah Thomas yang melihat istrinya sengaja duduk berlama-lama di depan meja rias. Widi mendekati suaminya, mereka tidur berdampingan. Thomas memiringkan tubuhnya menghadap istrinya begitu juga sebaliknya, mereka saling tatap satu sama lain ada gelenyar aneh yang menelusup ke dalam hati mereka.
Aku bahagia akhir nya bisa memiliki mu sayang, Thomas mengusap rambut istrinya dan menyusuri wajah istrinya. Sekarang semua yang ada pada mu sudah menjadi milikku, Thomas memajukan wajah nya kemudian menyatukan bibir mereka ******* nya dengan lembut. Widi yang belum punya pengalaman sama sekali hanya mengikuti nalurinya dan membalas apa yang di lakukan suaminya meski masih kaku. Thomas mengabsen seluruh isi dalam mulut istrinya, membelit lidah istri nya. Ciuman mereka semakin lama semakin menjadi dan kedua nya sudah di liputi kabut gairah, namun Thomas tak mau memaksakan keinginan nya untuk melakukan hal yang lebih lagi tanpa izin dari istrinya.
Sayang,,,,bolehkah aku meminta hak ku sekarang?
Maaf by aku....aku....
Huby marah ya, tanya Widi dengan perasaan takut.
__ADS_1
Thomas membuka matanya dan tersenyum,,,, aku gak marah sayang, aku ingin melalui malam pertama dengan kerelaan hatimu. Sudahlah mungkin besok di rumah baru kita akan lebih menyenangkan, biar kamu bisa bebas mengeluarkan suara indahmu itu.
Maksud huby?
Sudahlah besok kamu pasti tau apa yang kumaksud, atau akan mencoba nya sekarang biar kamu tau tantang Thomas.
Widi menggeleng dan memilih memejamkan matanya dalam pelukan suami nya yang terasa menenangkan. Thomas terkekeh melihat tingkah Widi yang sudah mendusel dada bidang nya. Kemudian mereka terlelap dalam pelukan seperti hal nya malam kemarin.
bersambung....
__ADS_1
terus dukung author ya
berikan like, vote dan komen nya.... semoga kalian suka dengan cerita ku ya.