
Hari ini ulang tahun Widi, Ani, Ananta dan Yudha ingin memberikan kejutan untuk Widi. Sepulang dari kuliah Ani tak bisa pulang bareng dengan Widi, dia mengatakan ada kegiatan kampus yang harus dia ikuti. Widi pun pulang sendiri, sampai di rumah dia langsung mandi dan mengganti bajunya kemudian membantu ibu di dapur untuk memasak dan menyiapkan makanan untuk makan malam. Semua sudah selesai Widi kembali ke kamar dan bersiap membuka buku kedokteran nya, namun dia mendengar nada panggil dari hp nya. Widi membaca nama si penelpon, ternyata Ani. Dengan kening berkerut penuh tanya dia mengangkat telpon dari sahabat nya.
☎️
Assalamu 'alaikum,,,,,ya An, ada apa tumben sore-sore gini nelpon?
☎️
Wa'alaikum salam, Wid nanti selepas Maghrib aku tunggu kamu di kaffe ya udah lama kita nggak nongkrong.
☎️
Gak ah,,, aku mau belajar, gak ada faedahnya juga nongkrong gak jelas.
__ADS_1
☎️
Please Wid, kali ini kamu harus datang. Apa perlu di jemput? Nanti deh biar kamu di jemput Ananta. Please ya Wid,,,,,,,,
☎️
Em.... gimana ya An, aku bener-bener sibuk mikirin mata kuliah ku.Gak ada waktu buat nongkrong.
☎️
Belum sempat Widi menjawab Ani sudah menutup telpon nya.
Kebiasaan si Ani selalu menutup telpon duluan padahal aku belum selesai, dasar anak gak sopan.
__ADS_1
Widi mengomeli Ani yang memaksanya untuk pergi ke kaffe, Widi sempat berfikir sejenak teringat Ani yang mengatakan akan ada seseorang yang ingin menemui nya. Siapa ya kira-kira yang mau menemui ku? haruskah aku datang ke sana? batin Widi berkecamuk.
Di tengah-tengah pemikiran Widi terdengar adzan Maghrib, dia segera bergegas untuk melaksanakan sholat Maghrib berjamaah dengan kedua orang tuanya. Jam setengah 7 malam terdengar ketukan di pintu, ibu yang kebetulan berada di ruang makan bersama ayah membukakan pintu untuk tamu nya.
Eh,,,, nak Hendi sama nak Nanta, ayo masuk kita makan malam sekalian. Sambutan hangat di berikan ibu karena Ananta dan Hendi adalah sahabat putrinya dan sering bertamu ke rumah mereka.
Maaf buk, tapi kami sudah ada rencana untuk makan malam di luar dengan Widi jawab Hendi. Kemudian Hendi menceritakan surprice yang sudah mereka buat untuk Widi, dan meminta tolong ibu untuk membujuk Widi agar mau pergi dengan mereka. Ibu pun pergi ke kamar dan membujuk Widi, sudah 15 menit Ananta dan Hendi menunggu dengan cemas karena Widi tak juga keluar dari kamar nya. Ayah yang menemani mereka menenangkan kedua nya dan meyakinkan mereka bahwa Widi akan berhasil dibujuk ibu nya. 30 menit kemudian Widi keluar dari kamar nya dengan balutan gamis berwarna marun yang keliatan begitu menawan, akhirnya Ananta dan Hendi bisa tersenyum dengan lega. Ini semua karena ibu yang sudah memaksaku ya,,,,kata Widi dengan menekuk wajah nya. Iya gak apa-apa yang penting kamu sudah bersedia ikut dengan kita sudah cukup kok, jawab Hendi dengan senyum. Segera Ananta mengirimkan pesan pada Ani bahwa Widi siap menuju lokasi.
Sudah sekarang pergilah nak, Wid senyumlah jangan cemberut gitu dong, nanti hilang loh cantik nya goda ibu. Mereka segera pamit pada kedua orang tua Widi. Jangan malam-malam ya nak Hendi nak Nanta pesan ayah pada mereka berdua. Siap yah, jawab Hendi dan Ananta bersamaan, Ananta segera membawa mobil nya menuju tempat yang sudah disiapkan Ani dan Yudha.
bersambung....
semoga kalian suka
__ADS_1
terus beri dukungan buat author ya temen-temen, jangan lupa berikan like, vote dan komen nya
🙏😘