
Pagi..... Eko menyambut kedatangan Widi dengan seulas senyum, gimana tidurmu semalam? suka dengan lukisan nya?
Haduh dok, banyak sekali pertanyaan nya yang mana dulu nih yang mesti di jawab? kata Widi dengan senyum nya.
Terserah mau yang mana, yang penting semua pertanyaan ku terjawab balas Eko, dan satu lagi kalo kita lagi berdua jangan panggil dok dong.
Widi menggaruk kepala nya, maaf ini kan di rumah sakit jadi wajib dong aku manggil dok takutnya nanti kalo keterusan dan dokter yang lain denger kan jadi gak enak. Takut nya nanti di gosip in kalo kita pacaran.
Ya gak apa-apa dong, malah seneng kalo di gosip in pacaran....he...he...he ...
Ingat mas, kita masih saudara lho bisik Widi membuyarkan angan Eko yang langsung mendengus.
Heh bocah kamu belum jawab pertanyaanku sentak Eko mengejutkan Widi yang hendak pergi meninggalkan nya. Widi berbalik,,,, maaf dok sudah waktunya kerja sebentar lagi kita ada jadwal operasi saya harus bersiap-siap. Widi melenggang meninggalkan Eko yang kemudian juga bersiap-siap untuk operasi.
Jam istirahat tiba, Widi hendak keluar untuk
__ADS_1
makan siang bersama Eko. Tiba-tiba ada ambulan datang membawa pasien kecelakaan yang memerlukan operasi seketika itu juga Eko dan Widi kembali menuju ruang operasi. Widi dan kawan-kawan nya mempersiapkan alat-alat yang di butuhkan untuk operasi darurat itu. 2 jam kemudian operasi sudah selesai, Widi mengambil nafas lega karena operasi berhasil meski tadi ada sedikit kendala. Keluarga pasien menyambut mereka dan bertanya tentang keadaan pasien, dokter Eko yang menjelaskan bagaimana kondisi pasien sekarang. Tak lama brangkar pasien di bawa keluar dan pasien akan di pindah ke ruang rawat. Eko segera menarik tangan Widi untuk makan siang di kantin, sebenarnya tadi Eko mau mengajak Widi makan di luar namun karena operasi darurat mereka hanya makan di kantin. Sambil makan mereka mengobrol ringan. Gimana Wid lukisan nya?
Masih ingat aja mas,,,,
Jelas dong, aku kan pengen tau pendapatmu karena lukisan itu mahal. Sebenarnya lukisan itu tak di jual hanya di buat pameran saja namun aku mengatakan kalo istri ku ngidam pengen lukisan itu, oleh pemilik nya langsung di kasih deh.
Mas Eko mengada-ada tapi terima kasih mas Eko sudah memberikan lukisan itu buatku, bukan harga nya sih yang tak ternilai namun kenangan dalam lukisan itu yang sangat mahal.
Jadi gadis yang ada di lukisan itu bener-bener kamu? tanya Eko penasaran.
Iya, foto itu diambil saat kami study tour di jakarta dan aku sangat yakin dengan apa yang dikatakan Ani kemarin kalo itu lukisan Thomas.
Ya namanya Thomas Praditya dia orang yang pernah ku sukai semasa SMP dulu, kenang Widi.
Oh cinta monyet? terus gimana hubungan kalian selanjut nya?
__ADS_1
Mas Eko kepo, udah ah gak usah di bahas lagi. Ayo kita kembali ke ruangan.
Sebentar lagi lah Wid, kamu seneng sekali sih di ruangan sana?
Bukan begitu mas, kan sudah jadi tanggung jawab kita di sana. Oh iya mas sekalian aku pamit ya, besok aku sudah di pindahkan ke ruangan.
Kamu di pindah?
Iya kan di rolling mas, kayak gak pernah koas aja.
He..he...iya, nanti kalo sudah di ruangan jangan lupa ruang operasi ya. Sesekali main ke sana temui aku.
Buat apa mas, aku temui kamu?
Ya gak buat apa-apa, Eko menggaruk kepalanya yang tak gatal.
__ADS_1
Selesai makan mereka kembali ke ruang operasi.
berikan dukungan kalian pada author ya dengan memberikan like, vote dan komen nya.