Gita Cinta Pertama

Gita Cinta Pertama
Thomas sadar


__ADS_3

Pagi itu Widi berada di ruangan, karena tugasnya diruang operasi sudah selesai. Kini dia berada di ruang rawat pasien, dia menemui kepala ruang untuk mengetahui apa saja yang akan ia lakukan di ruangan nanti. Dengan senang hati kepala ruang memberikan penjelasan panjang lebar pada Widi akan pekerjaan nya nanti. Widi bersyukur mendapatkan kepala ruang yang baik dan ramah, gak seperti teman-teman nya yang bercerita tentang kepala ruang mereka yang galak. Widi memulai pekerjaan nya, dia meminta data pada perawat tentang pasien yang nanti akan dia visit dan observasi. Dia membaca satu persatu berkas, dia terkejut mendapati nama Thomas di sana. Dia mengulang untuk membacanya, dia pasien kecelakaan kemarin gumam nya.


Berarti pasien yang aku operasi kemarin itu dia, kenapa aku tak mengenali nya batin widi. Ketika di ruang operasi dulu Widi hanya mengenakan baju koas, namun dia sekarang harus mengenakan baju kebesaran nya lengkap dengan stetoskop yang menggantung di leher nya. Dia berjalan bersama dokter senior nya untuk mengadakan visit pada pasien dengan membawa rekam medis nya. Mereka memasuki satu per satu ruangan pasien dengan berbagai macam penyakit yang di alami pasien, terakhir mereka akan mengunjungi ruangan Thomas. Hati Widi mulai berdebar ketika dia membuka pintu pasien, mereka mulai masuk dan melihat keadaan pasien yang belum sadarkan diri.


Maaf dok, dia pasien kecelakaan kemarin dan kebetulan saya beserta dokter Eko dan dua dokter lain nya yang mengoperasi nya kemarin. Dokter yang bernama Reni itu mengangguk-angguk dan bertanya pada Widi mengenai operasi apa saja dan bagaimana kondisi nya setelah dioperasi, Widi menjelaskan keadaan pasien yang dia tangani kemarin. Karena pasien sampai saat ini belum sadar, dokter Reni tetap mengecek kondisi pasien kemudian menyampaikan kondisi nya pada kedua orang tua nya yang sekarang menunggui nya di ruangan itu. Setelah semua selesai mereka kembali ke ruangan untuk melakukan pekerjaan selanjut nya. Saat istirahat Widi kembali ke ruangan Thomas, dia melihat wanita paruh baya yang sedang duduk di tepi ranjang Thomas yang belum juga siuman. Widi juga sempat berbincang-bincang dengan wanita itu mengenai keadaan Thomas, wanita paruh baya itu menceritakan kejadian sebelum Thomas mengalami kecelakaan. Hanya dengan mengobrol beberapa menit yang lalu wanita paruh baya itu sudah akrab dan tak canggung pada Widi.


Bu dokter bolehkah saya nitip putra saya sebentar? saya mau ke kantin sebentar, biasa nya papa nya yang membelikan tapi tadi kata nya ada rapat penting sehingga belum bisa datang kemari.

__ADS_1


Widi mengangguk dan tersenyum.


Wanita paruh baya yang bernama Bu Santi itupun keluar dengan hati yang lega karena ada yang menggantikan nya sebentar untuk menjaga putra nya.


Widi menatap wajah Thomas yang kelihatan agak pucat, dia menggenggam tangan Thomas.


Widi terus mengajak bicara meski Thomas belum sadarkan diri, namun dia melihat sedikit senyum ada di bibir Thomas. Dia senang Thomas merespon semua yang di katakan nya. Kembali dia mengajak bicara Thomas. Widi kembali mengajak nya bicara...

__ADS_1


Terima kasih kamu masih menyimpan foto itu bahkan menuangkan nya dalam sebuah lukisan yang begitu menakjubkan, terima kasih karena selama ini kamu masih mengingatku. Perlahan Widi melepaskan genggaman nya karena mendengar pintu kamar yang di buka.


Sebelum Widi pergi dari ruangan itu Santi mengucapkan terima kasih karena dia sudah menjaga putranya sebentar. Tak lama setelah kepergian Widi Thomas membuka matanya, Bu Santi yang melihat putranya membuka mata kemudian memanggil dokter dengan memencet tombol yang ada di samping pasien. Tak berapa lama dokter Reni dan seorang perawat datang untuk memeriksanya.


bersambung.....


terus dukung author ya teman-teman, biar author lebih semangat untuk menyelesaikan cerita ini.

__ADS_1


berikan like, vote dan komen nya ya.


__ADS_2