Gita Cinta Pertama

Gita Cinta Pertama
keputusan yudha


__ADS_3

Setelah kedatangan Yudha ke rumah Widi di malam ulang tahunnya, keadaan masih seperti biasa. Mereka jarang sekali bertemu karena kesibukan kelas masing-masing dan jadwal yang selalu berseberangan, namun mereka selalu menyempatkan diri untuk vidio call meski hanya sekedar menanyakan kabar dan kegiatan masing-masing. Begitu juga dengan kisah cinta Ani dan Hendi yang selalu putus nyambung, namun semua itu tak sampai mempengaruhi kuliah mereka.


4 tahun kemudian Ani sudah menyelesaikan kuliah nya, dia bekerja di sebuah advokat yang didirikannya bersama dua orang teman nya. Widi masih mendapatkan tugas koas di rumah sakit umum Diponegoro, sedang Yudha sudah mendapatkan tugas untuk mengabdi di sebuah desa terpencil di daerah Jawa Barat. Komunikasi nya dengan Widi sudah mulai berkurang, namun Widi tak mempermasalahkan nya karena dia juga harus fokus dengan tugas nya. Hubungan mereka sudah mulai renggang, sampai suatu hari Yudha datang ke rumah Widi bertemu dengan kedua orang tua nya. Widi yang kala itu baru saja pulang dari rumah sakit merasa terkejut dengan kedatangan Yudha yang tanpa pemberitahuan itu. Dia duduk di sebelah ibu nya. Mereka menunggu apa yang akan di utarakan Yudha dengan kedatangannya ke rumah.


Bapa dan ibu dan Widi sebelum nya saya mau minta maaf karena saya tak dapat melanjutkan hubungan dengan Widi, karena saya sudah menemukan jodoh saya. Dan kebetulan 2 bulan lagi kami akan melangsungkan pernikahan kami. Saya meminta kerelaan dari mu Wid untuk melepas saya. Karena dulu meski tak secara resmi saya melamar putri bapak maka saya berkewajiban mengembalikan nya pada bapak dan ibu dengan baik.


Bapak, ibu dan Widi saling pandang dan tersenyum.


Kami tak keberatan dengan niat nak Yudha yang ingin menunaikan niat baik nya meski pun dengan putri kami, semoga putri kami pun tak keberatan dan berlapang dada menerima berita ini jawab ayah.


Aku tak keberatan kak Yudha aku turut bahagia kalau kak Yudha bener-bener sudah menemukan calon istri, aku justru tak enak hati jika mas Yudha tetep menantikan ku yang tak pasti ini. Aku bener-bener ingin membahagiakan ayah dan ibu dulu, aku belum ingin memikirkan pernikahan sebelum lulus dan bekerja. Kak Yudha jangan sungkan untuk memberikan undangan padaku, jawab Widi panjang lebar.

__ADS_1


Alhamdulillah, syukurlah kalo bapak, ibu dan Widi bisa menerima keputusan saya.


Mereka minum dan makan camilan yang tadi sudah di sediakan ibu, Widi pun melepas cincin yang masih melingkar manis di jari nya dan mengembalikan nya pada Yudha.


Maaf kak Yudha cincin ini terpaksa aku kembalikan, karena kak Yudha sudah memutuskan hubungan ini.


Gak Wid anggap saja itu hadiah ulang tahun yang kuberikan padamu. Aku ingin kamu menyimpan nya meski tak akan kamu pakai lagi.


Yudha tetap menggeleng, jika kamu tak mau memakai atau menyimpan nya buang saja cincin itu Wid, jawab Yudha dengan sedikit marah.


Widi memandang ayah dan ibu nya, mereka mengangguk menandakan jika Widi tak perlu mengembalikan nya pada Yudha.

__ADS_1


Karena maksud saya sudah tersampaikan, saya mohon izin pulang pak. Yudha pamit dan segera meninggalkan rumah Widi tanpa menoleh lagi ke belakang.


Setelah kepergian Yudha ibu mengelus punggung Widi, agar Widi bisa bersabar menghadapi kegagalan dalam percintaan nya sebelum menuju jenjang pernikahan.


Widi tersenyum,,,,, Widi sungguh tak apa-apa buk karena sebenar nya Widi juga belum bisa mencintai kak Yudha dengan sepenuh hati. Semoga nanti jodoh mu juga orang yang baik seperti nak Yudha sayang, kata ibu kemudian mereka masuk untuk makan malam namun sebelum nya Widi membersihkan diri dulu.


bersambung.....


terus berikan dukungan nya pada author ya temen-temen


berikan like, vote dan komen nya biar author lebih semangat lagi dalam menyelesaikan cerita ini.

__ADS_1


__ADS_2