
Hari bahagia yang di tunggu telah tiba, ijab qobul antara Thomas dan Widi sebentar lagi akan dilakukan di masjid dekat rumah Widi. Thomas beserta rombongan petugas KUA dan keluarga Widi sudah berada di sana, namun Widi berada di serambi di temani Ani. Dan setelah kata sah terucap dari para hadirin Widi baru di bawa masuk untuk duduk di sebelah suami nya. Semua mata memandang takjub pada sang mempelai wanita karena kecantikan nya begitu pun Thomas dan Ananta yang tak berkedip memandang Widi, hingga Widi merasa malu. Widi duduk di depan Thomas kemudian mereka saling memakaikan cincin di jari manis masing-masing. Widi mencium tangan Thomas dengan takzim dan thomas mengecup kening nya dengan membaca basmalah. Sepasang pengantin baru itu mendapatkan nasehat perkawinan dan doa' dari pak penghulu yang di aminkan para hadirin semua. Widi dan Thomas juga di minta untuk menandatangani buku nikah mereka, kini mereka sudah sah menurut hukum dan agama sebagai suami istri. Sepasang pengantin memohon doa' restu pada kedua orang tua masing-masing. Untuk yang kedua kali nya Widi bertemu dengan mertua nya, namun mereka nampak sudah akrab. Acara di dalam masjid sudah selesai kini mereka kembali ke rumah untuk mengadakan prosesi nikah menurut adat Jawa dan juga resepsi. Thomas menggandeng tangan dan pinggang Widi, sebelum nya Widi merasa risih namun karena kini Thomas sudah menjadi suaminya maka dia harus belajar untuk menerima sentuhan dari Thomas. Sepasang pengantin berada di pelaminan untuk mendapatkan doa' dari para tamu undangan dan berfoto bersama.
Selamat brow sekarang udah halal semoga bahagia sampai kakek nenek, Ananta menepuk bahu Thomas dan ketika Ananta hendak menyalami Widi dengan cepat Thomas menyambutnya menggantikan Widi. Tangan Widi pun hanya menangkup di depan dadanya sambil tersenyum.
Dih cuma mau salaman aja gak boleh gerutu Ananta yang masih di dengar Thomas.
__ADS_1
Makanya cepet nikah biar ada yang halal ejek Thomas pada sahabat nya itu. Ani juga tak ketinggalan memberikan ucapan dan doa' pada kedua mempelai.
Semoga kalian bahagia dunia akhirat, Thom jangan sampai kamu buat sahabatku menangis kalo itu sampai terjadi maka aku yang akan menghajar mu.
In sha Allah aku akan bahagiakan Widi An, yang terpenting segeralah menyusul kami jawab Thomas. Ani memeluk sahabatnya sambil menangis karena haru. Iya An aku harap hubungan mu dengan kak Hendi bisa lebih serius lagi gak putus nyambung terus kata Widi.
__ADS_1
Thomas dan Widi merasa lega karena resepsi telah selesai, mereka segera menuju ke kamar Widi yang sudah di sulap sedemikian rupa. Thomas masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya, ketika selesai dia melihat Widi yang sedang berada di depan cermin untuk membuka aksesori yang menempel di kepalanya dan membersihkan riasan nya. Thomas mendekat dan membantu menghilangkan riasan yang ada di wajah istrinya, begitu selesai Thomas terpaku di depan Widi yang memperhatikan wajah Widi secara utuh tanpa balutan hijab di kepala nya.
Cantik gumam Thomas yang masih di dengar Widi, Thomas menangkup wajah Widi dan kemudian membelai rambut Widi yang panjang hingga ke pinggang nya. Ternyata kamu cantik sekali tanpa hijab sayang, rambutmu sangat indah. Widi tak dapat berkata-kata hanya tersenyum malu. Ih kamu ya Thom aku kan jadi malu, kata Widi dengan memasukkan kepalanya di dada bidang suaminya. Thomas membelai dengan sayang dan mengecup kening Widi.
Terima kasih sudah bersedia menjadi istriku dan memberikan kecantikan mu hanya padaku, Widi menatap mata suaminya.
__ADS_1
Terima kasih juga kamu sudah menerima ku menjadi istrimu, semoga kita bisa bersama-sama ke Jannah-Nya nanti. Aaamiiin Thomas mengaminkan doa istri tercinta nya. Sekarang mandi dulu gih, aku akan cari makan untuk kita berdua.
bersambung.....