
Malam itu Bianca dan Bizard tidur dengan saling memeluk satu sama lain. Menciptakan kehangatan yang tiada terkira. Setelah berpisah cukup lama, akhirnya mereka kembali disatukan oleh cinta.
Namun, Bizard tidak benar-benar tidur. Dia hanya berpura-pura terpejam, agar Bianca cepat beristirahat. Dan sekarang mata pria tampan itu kembali terjaga, dia tatap wajah cantik istrinya yang tengah terlelap.
Bizard tersenyum tipis, tangannya terangkat untuk sekedar mengusap lembut wajah Bianca yang terlihat begitu damai. "Akhirnya aku berhasil menemukanmu, Sayang. Aku masih belum menyangka, bahwa kamu itu nyata, begitu juga dengan perasaan kita. Maafkan aku ya, karena aku kamu harus berjuang sendiri seperti ini."
Bizard memangkas jarak, dia mengecup sekilas kening Bianca dengan lembut, mengalirkan semua cinta yang dia punya. Kemudian tangan pria itu bergerak turun, hingga jemarinya berlabuh pada perut buncit istrinya.
Kedua bola mata Bizard senantiasa berkaca-kaca. Sebab sebentar lagi dia benar-benar akan menjadi seorang ayah. Harapan yang selalu ingin dia diwujudkan. Bahkan kini dia merasa bahwa Tuhan begitu sayang padanya, sebab dalam satu waktu, dia akan mendapatkan tiga orang anak sekaligus dari Bianca.
Seperti ikut merasakan kebahagiaan sang ayah. Beberapa tendangan pun diberikan oleh little bee. Hingga Bizard bisa merasakan gerakan buah hatinya. Dia tersenyum bahagia, dan terus mengelus lembut perut Bianca.
"Anak Papa baik-baik di sana yah. Besok, Papa ajak kalian bertemu Grandma, Granpa, Uncle dan juga Aunty. Bahkan kalian juga akan memiliki banyak teman di sana. Setelah ini Papa akan menebus semuanya, bantu Papa untuk bahagia kan Mama dan kalian semua yah," ucap Bizard, mengajak ketiga buah hatinya bicara.
Seperti mendapat balasan, Bizard menganggukkan kepala sambil terus tersenyum, kemudian dia bangkit untuk mengecupi perut Bianca. Hingga membuat wanita hamil itu sedikit menggeliat.
"Anak pintar. Sekarang kalian tidur dulu ya, jangan nakal dan jangan buat Mama susah."
Lantas setelah itu Bizard kembali pada posisinya. Menarik kepala Bianca agar bersandar di dada bidangnya. Malam semakin kelam, Bizard mencoba untuk menutup mata, hingga tak berapa lama kemudian terdengar dengkuran halus keluar dari mulutnya.
***
Fajar mulai menyingsing, sementara di luar sana sudah ada beberapa orang yang mulai melakukan aktivitasnya masing-masing. Bianca terlihat mengerjapkan kelopak matanya terlebih dahulu, sebab dia terbiasa bangun di pagi-pagi buta.
__ADS_1
Dia mendongak, melihat Bizard yang masih tertidur pulas. Dengan berani Bianca mengusap lembut pipi suaminya, kemudian mengangkat kepala untuk mencium bibir tipis itu.
Sebuah kebiasaan yang sering dia lakukan dulu. Bizard yang terpancing dengan sentuhan itu langsung mengerutkan kedua alisnya. Dia menguap, lalu tak sengaja bersitatap dengan kedua netra Bianca.
"Honey, kamu sudah bangun?" tanya Bizard dengan suara serak, dia mengecup kening Bianca sekilas lalu mengusap-usap pipinya.
Bianca tersenyum manis. "Iya, Bee. Aku memang terbiasa bangun pagi. Anak-anak juga aktif sekali kalau sudah jam segini. Seperti mengingatkan aku untuk segera bekerja. Jadi, aku tidak perlu menggunakan alarm."
"Dan setelah ini mereka akan mengingatkanmu untuk bekerja keras denganku," ucap Bizard menggoda. Dia memajukan wajah, hingga tak jarak yang terbentang di antara mereka.
"Kerja keras apa maksudmu, Bee? Apa tiga masih kurang?" jawab Bianca sambil memalingkan muka. Tahu apa yang dimaksud oleh suaminya.
Bizard terkekeh kecil, lalu memegang ujung dagu Bianca. "Aku mau yang banyak, bagaimana?"
Kekehan Bizard berubah menjadi tawa membahana. Dia sama sekali tak rela untuk melepaskan Bianca. Hingga dia kembali mengangkat tubuh berisi itu untuk masuk ke dalam kamar mandi.
"Kita kerja dulu yah," bisik Bizard tepat di telinga Bianca. Wanita itu ingin kabur, tetapi secepat kilat Bizard mampu menguasai dirinya. Hingga di rumah itu kembali terdengar suarah ah yang begitu banyak.
***
Setelah berpakaian lengkap dan juga sarapan. Bizard segera mengajak Bianca untuk pergi dari rumah itu. Aneeq telah mengirimkan helikopter pribadi milik keluarga Tan. Sebab Bizard tidak akan mungkin membiarkan Bianca menaiki kendaraan laut, apalagi kondisi Bianca yang sedang hamil besar.
Semua orang yang ada di pulau itu heboh, melihat helikopter yang mendarat di tanah lapang. Tak disangka, ternyata capung raksasa itu milik suami Bianca yang katanya sedang merantau entah di mana.
__ADS_1
Sebelum naik, Bianca pun pamit pada semua orang, dia berterima kasih karena orang-orang di sana sudah menerima dia dengan baik. Dan tak lupa dia juga meminta maaf yang sebesar-besarnya, takut jikalau dia memiliki kesalahan yang disengaja maupun yang tidak.
"Atas bentuk rasa syukur terhadap anak dan istri saya. Izinkan saya untuk membagikan sedikit apa yang saya punya. Kalian boleh mengantri dan mengambil bagian masing-masing pada posko di sebelah sana," timpal Bizard, yang sengaja menyiapkan sesuatu untuk penduduk pulau.
Mendengar itu, mereka pun langsung bersorak kegirangan.
Bianca yang tidak tahu sama sekali hanya bisa menangis haru, dia mengusap pipi Bizard dan dibalas sebuah kecupan oleh pria tampan itu.
Setelah berpamitan, akhirnya kedua orang itu naik ke atas helikopter dan melakukan perjalanan udara untuk sampai di ibu kota. Sebenarnya Bianca merasa gugup, tetapi Bizard selalu meyakinkan bahwa semua keluarganya akan menerima Bianca dengan tangan terbuka.
Namun, semua itu tak dapat mengurangi semua kecemasan di hati Bianca. Bahkan wanita itu sampai berkeringat dingin, saat mereka sudah menginjakkan kaki di mansion mewah milik keluarga Bizard.
Di sana Bianca merasa sangat kecil, dan Bizard tidak membiarkan Bianca terus merasa seperti itu. "Honey, percayalah. Keluargaku tidak memandang rendah siapapun. Apalagi Mommy-ku, dia sangat baik, dan penyayang pada semua menantunya."
"Tapi, Bee."
Gurat kecemasan tergambar jelas di wajah Bianca. Hatinya begitu tak tenang. Bizard yang begitu paham akhirnya merengkuh bahu Bianca dan mengajak wanita itu melangkah bersama. Hingga tepat di ambang pintu, Bianca kembali menghentikan laju kakinya. Membuat Bizard mengernyit.
"Sayang, ada apa?" tanya Bizard.
Bianca langsung menelan ludahnya kasar, saat dia melihat beberapa orang yang mirip dengan suaminya. Dia melirik Bizard, kemudian bertanya dengan nada ragu. "Bee, mereka siapa?"
***
__ADS_1
Mereka adalah jelmaan uler 😌😌