Hasrat Penggoda

Hasrat Penggoda
Bab 71. Berterimakasih Dengan Semestinya


__ADS_3

Sore itu, Bizard sudah pulang dari perusahaan. Akan tetapi tujuannya bukanlah rumah, sebab Bianca mengajaknya untuk bertemu dan makan malam bersama.


Dia tidak bisa menolak, sebab dia pun merindukan istri keduanya. Sentuhan dahsyat yang kerap wanita itu berikan, kini selalu terngiang-ngiang di pelupuk hasratnya, hingga menghasilkan candu yang luar biasa. Bahkan Bizard tak bisa menampik, bahwa dia selalu puas, jika bermain dengan Bianca.


Wanita itu selalu bisa memposisikan diri di antara liar dan manja.


Bizard mengendarai mobilnya untuk sampai di perusahaan Bianca. Dia percaya bersama Damian dan Friska, Bianca mampu mengendalikan HRW CORP yang baru dipindah tangankan atas nama wanita itu.


Dia tidak ingin mengekang Bianca dengan melarangnya bekerja, asal Bianca ingat dengan kewajibannya, Bizard akan selalu memberikan apapun yang wanita itu mau. Karena rasa cinta itu kian mengalir, menghasilkan kepercayaan yang begitu tinggi untuk wanita itu.


Bizard merogoh ponselnya, saat ia sudah sampai di basemen perusahaan Bianca. Dia ingin menghubungi istrinya kalau dia sudah sampai di tempat mereka janjian.


"Sayang, aku sudah ada di basemen, kamu di mana?" kata Bizard saat panggilan itu sudah terhubung. Dia melihat suasana di luar sana, di mana beberapa orang hulu hilir masuk ke dalam kendaraan masing-masing.


"Sebentar, Sayang. Aku sedang dandan dulu. Aku kan harus cantik kalau bertemu kamu," jawab Bianca sambil mengoles lipstik merah terang, agar terlihat menggoda di mata suaminya.


Bizard terkekeh.


"Sayang sudah cantik, jadi mau seperti apapun akan tetap cantik. Jangan lama-lama yah, aku sudah tidak sabar bertemu denganmu."


"Iya, Sayang. Ya sudah teleponnya matikan dulu, tunggu beberapa menit lagi, aku pasti turun dengan cepat."

__ADS_1


"Iya, Honey. Aku akan menunggumu."


Bizard menutup panggilannya dan menunggu Bianca. Beberapa menit setelah itu, seorang wanita dengan tubuh proporsional datang dengan langkahnya yang lenggak-lenggok.


Melihat itu Bizard langsung tersenyum sumringah. Sebelum Bianca sampai di samping mobilnya dia sudah membukakan pintu untuk wanita itu. Dan Bianca yang baru saja masuk, langsung berantusias dengan mengecup bibir Bizard.


Akan tetapi tidak akan hanya menjadi sebuah kecupan, jika saja Bizard tidak menahan pinggang Bianca dan mulai melepaskan rasa rindunya. Berawal dari lumaatan-lumataan kecil yang menggairahkan, membuat Bizard tak sanggup lagi untuk menahan buncahan hasrat yang memenuhi dadanya.


Baik Bizard dan Bianca tak bisa mengelak, jika saat ini mereka menginginkan satu sama lain. Bianca masih terus terdiam, dikala tangan nakal Bizard menjelajahi tiap inci tubuhnya.


Hanya terdengar suara lenguhan keras yang memenuhi udara saat Bizard berhasil membawa keluar dada Bianca yang tumpah ruah dan memainkannya.


Bizard melepas sejenak pagutan itu, hingga mereka saling tatap penuh damba. Kemudian Bizard menepuk kedua pahanya, menyuruh Bianca untuk duduk di sana.


"Tapi—"


"Tidak akan ada yang tahu," ucap Bizard sambil meraih tangan Bianca, menuntunnya hingga wanita itu sukses duduk di pangkuannya.


Bianca langsung melingkarkan tangan di sepanjang leher Bizard, sementara dadanya dibiarkan terpampang agar suaminya bisa melihat dengan leluasa.


Tangan Bizard terangkat untuk mengusap bibir Bianca yang terlihat merah merona. Ibu jarinya bergerak lembut, dan dengan sengaja Bianca menjulurkan lidahnya, membuat jari Bizard basah.

__ADS_1


"Untuk apa kamu memakai lipstik semerah ini?" tanya Bizard, sementara matanya terus menatap lekat wajah Bianca yang selalu terlihat cantik. Bibirnya yang sedikit terbelah, membuat Bizard ingin selalu menyesapnya.


"Aku sengaja ingin menggodamu," jawab Bianca, menggigit bibir hingga menghasilkan wajah sensual yang membuat gelora di dalam dada Bizard semakin membuncang.


"Benarkah?"


Bianca mengangguk sambil tersenyum, tangan wanita itu membelai paras tampan suaminya, dari pelipis kemudian turun ke rahang Bizard yang memiliki bulu-bulu menggelitik jarinya. "Ya, aku ingin berterima kasih untuk semuanya, Sayang. Karena kamu selalu menuruti semua keinginanku, jadi biarkan aku berterima kasih dengan semestinya."


Belum sempat Bizard mengeluarkan suara, Bianca sudah lebih dulu membusungkan dada dan menarik kepala suaminya. Membiarkan pria tampan itu meneguk tubuhnya dengan gelora kenikmatan yang membara.


Bizard tersenyum lebar di antara mulutnya yang penuh oleh dada Bianca. Sebab wanita itu selalu tahu apa yang ia butuhkan. Akan tetapi Bianca masih saja tidak sadar, bahwa Bizard adalah seorang pria yang kuat dalam urusan ranjang.


Hingga dengan cepat, Bizard membawanya melayang ke atas awang-awang. Bersama lelehan kenikmatan yang terus mengalir di setiap aliran darahnya.


"Sebut namaku, Bianca," pinta Bizard di antara hentakannya yang terasa semakin mantap, menghasilkan guncangan yang cukup hebat.


"Ught, Bizard."


Mendengar itu, mata Bizard semakin menggelap karena tertutup kabut hasrat, hingga yang ia lihat hanyalah wanita yang berada di hadapannya.


***

__ADS_1


Review suka lama, maapin yaaaa😩😩😩


__ADS_2