Hasrat Penggoda

Hasrat Penggoda
2B (8)


__ADS_3

Sore harinya Bizard mengajak Bianca untuk mandi bersama. Dia selalu tak ingin ketinggalan momen berdua dengan sang istri, apalagi saat-saat menanti kelahiran buah hati mereka berdua.


Sudah cukup beberapa bulan yang lalu dia tersiksa karena kehilangan cinta yang sesungguhnya. Mulai detik ini dia ingin menebus semuanya, dengan melakukan hal-hal kecil bersama.


"Bee, aku bisa sendiri," ucap Bianca ingin menolak, saat Bizard berusaha membantunya untuk membuka pakaian.


Karena kini keduanya sudah berada di dalam kamar mandi.


Akan tetapi pria itu tidak menghiraukan ucapan istrinya, dia justru mengangkat dress tanpa motif itu, lalu meminta Bianca untuk angkat tangan. "Angkat tanganmu, Honey. Aku tidak menerima penolakan!"


Ibu hamil itu menghela nafas. Mau tidak mau dia pun mengikuti apa kemauan suaminya. Hingga dress itu pun terlepas, menyisakan penutup dada, dan penutup inti tubuhnya.


Dua benda sintal milik Bianca tampak semakin membesar, membuat Bizard tersenyum lebar dan menatap penuh arti.


Sementara Bianca kembali merasakan malu yang luar biasa. Sebab suasana kamar mandi di rumah ini tampak sangat terang, berbeda dengan rumahnya yang ada di pinggir pantai.


Bahkan Bizard bisa melihat dengan jelas kulit Bianca yang sudah menghitam. Membuat rasa percaya diri Bianca luruh seketika, dia menutupi tubuhnya menggunakan kedua tangan, dia tetap melakukannya meskipun ia tahu semua itu hanyalah sesuatu yang sia-sia.


Bizard ikut melepaskan pakaian, hingga kini mereka berdua sama-sama polos. Pria tampan itu menatap Bianca yang terus menundukkan kepala, seolah tak berani untuk membalas tatapannya.

__ADS_1


"Sayang, kenapa malah ditutup seperti itu? Ayo masuk ke bathub, biar aku memandikanmu," ucap Bizard sambil meraih tangan Bianca, tetapi wanita hamil itu justru bergeming.


Membuat Bizard mengernyitkan dahinya. "Ada apa, Bian?"


"Bee, jujur saja aku malu," katanya dengan lirih.


"Malu? Malu kenapa? Bukankah kita sudah sering melihatnya satu sama lain? Bahkan kemarin kamu tidak mempermasalahkan apapun."


"Tapi sekarang keadaannya berbeda. Aku jadi tidak percaya diri, kulitku hitam, bentuk tubuhku tidak bagus, dan wajahku juga kusam," jawab Bianca, sama sekali tak berani untuk sekedar mengangkat kepala.


Bizard menghela nafas panjang. Dia tahu ada banyak ketakutan di dalam hati isterinya. Namun, sebisa mungkin Bizard menepis itu semua. Dia merengkuh pinggang Bianca, kemudian menghadapkannya ke arah cermin besar yang ada di dalam kamar mandi.


"Kulitmu tidak hitam, tapi manis. Tubuhmu juga bukan tidak bagus, tapi berisi dan aku menyukainya. Bagiku kamu adalah wanita tercantik setelah Mommy, jadi aku tidak akan peduli meskipun wajahmu kusam ataupun keriput. Karena yang terpenting, kamu sehat dan kita bisa membesarkan mereka sama-sama," jelas Bizard tepat di telinga Bianca, hingga perlahan-lahan wanita itu memberanikan diri untuk mengangkat wajah dan menatap pantulan tubuh mereka berdua.


"Aku akan menjadi orang paling beruntung, karena memiliki kamu, Bian," sambung Bizard, membuat Bianca tidak sanggup lagi untuk berkata-kata.


Lagi, Bizard selalu mampu membuatnya jatuh cinta. Hingga akhirnya dia membalas pelukan Bizard dengan mendekap kedua lengan kekar itu. "Terima kasih banyak, Bee. Kamu terlalu berlebihan dalam hal membahagiakan aku."


"Karena aku mencintaimu, Honey. Aku mencintai kalian."

__ADS_1


Cup!


Kecupan hangat itu melandas di puncak kepala Bianca, hingga membuat wanita hamil itu memejamkan mata. Lalu setelahnya Bizard melepaskan pelukan itu, karena bathtub sudah terlihat penuh. "Sayang, aku akan memandikanmu. Jadi masuklah ke dalam sana." Ujar Bizard.


Kali ini Bianca langsung patuh, dia masuk dan duduk di dalam bathtub yang berisi air busa. Sebab Bizard sudah menambahkan bath bomb.


Dengan telaten Bizard menggosok punggung Bianca, lalu sedikit memberikan pijatan, ingin membuat istrinya merasa nyaman.


Dan ternyata anak-anak mereka merespon dengan sangat baik. Saat Bizard mengelus perut, dia langsung dihujani beberapa tendangan. Hingga dia terkekeh keras. "Astaga, mereka aktif sekali."


"Iya, Bee. Mereka memang suka bermain. Kadang aku sampai tidak bisa tidur," jawab Bianca ikut tersenyum bahagia.


"Sepertinya mereka sedang berebut perhatianku, Sayang."


Kekehan Bianca semakin keras, membuat wajahnya semakin berseri. Dan Bizard sangat menyukai itu. Sambil mengelus perut Bianca, dia pun turut mencium bibir ranum istrinya.


"Ciuman ini untuk kalian bertiga, karena kalian belum lahir ke dunia, jadi diwakilkan oleh Mama," ungkap Bizard dengan wajahnya yang begitu sumringah. Sementara Bianca sudah salah tingkah.


***

__ADS_1


Ngothor : Abang Bee gak ada niat mandiin ngothor juga? 😌😌😌


Daddy : Masih gue liatin 🙄🙄🙄


__ADS_2