
Ya, setahun lalu Joana pernah hamil, padahal dia sudah mengonsumsi pil kontrasepsi sehari setelah menikah. Akan tetapi sepertinya benih yang Bizard tanam tidak mudah untuk dimusnahkan, sehingga janin itu hidup di dalam rahim Joana.
Namun, karena Joana yang sedang menggebu-gebu di dunia bisnis dan takut bentuk tubuhnya akan berubah. Dia memilih untuk menggugurkan kandungannya, dengan alasan belum siap. Dan semua itu dia lakukan di belakang Bizard.
Bahkan Evans dan Laura pun tidak tahu menahu soal tindakan aborsi itu. Hingga membuat mereka berdua mengecap Bizard sebagai pria mandul.
Kejahatan itu adalah salah satu yang menjadi rahasia terbesar Joana di masa lalu, dia tidak ingin Bizard tahu, apalagi tentang kasus kematian ayah Bianca. Sudah dipastikan, Bizard akan meninggalkannya saat itu juga.
Dan kini semua bukti itu ada di tangan Bianca, wanita cantik itu tersenyum mengejek, tak percaya dengan penemuannya. Bahkan dengan jelas di sana buku panduan kehamilan milik Joana, yang ditulis beserta tanggal dan tahunnya.
"Kamu kehilangan dia dengan cara sengaja atau tidak sengaja, Joana? Sepertinya kamu memang memiliki sifat pembunuh ya?" gumam Bianca, sambil mengingat tentang sang ayah yang sudah tiada.
Tiba-tiba matanya memanas, tetapi dengan cepat dia menguasai diri, karena setelah ini, dia akan melihat pertengkaran besar antara Joana dan Bizard.
Bianca menyeringai penuh, kemudian segera melanjutkan pekerjaannya. Dan setelah semuanya beres, dia mengirim pesan pada suaminya tentang pil kontrasepsi tersebut.
Bizard yang sedang sibuk tidak sempat membuka pesan Bianca, hingga saat ia hampir saja pulang ke rumah.
Bizard baru menyadari ada satu pesan yang belum dia buka. Dan ternyata pesan masuk dari istri keduanya.
Terperangah, itulah ekspresi wajah Bizard saat melihat foto pil kontrasepsi yang dikirimkan Bianca. Jantung pria itu berpacu dengan cepat, lengkap dengan otak yang dipenuhi tanda tanya. Apa maksudnya?
__ADS_1
[Milik siapa?]
Bizard membalas pesan Bianca. Namun, wanita itu tidak lekas membuka balasan dari suaminya. Bianca sengaja membuat Bizard penasaran, supaya pria itu terkejut dengan apa yang selama ini disembunyikan oleh istri pertamanya.
"Kenapa Bianca tidak membalasnya? Apa sih maksud dia?" gumam Bizard, kini dia sudah ada dalam perjalanan pulang ke rumah.
Pikirannya mendadak tak tenang, sebab hatinya mulai dihantui kecemasan. Hingga akhirnya Bizard melajukan kendaraan roda empat itu dengan kecepatan penuh. Dia tidak ingin membuang-buang waktu.
Dan ternyata saat ia sampai di rumah, Joana pun baru saja memarkirkan mobilnya. Wanita itu menoleh ke arah mobil Bizard yang ada di belakangnya.
"Sayang, kamu juga sudah pulang? Tumben kita barengan," ucap Joana sambil tersenyum, dia tidak merasa bahwa ada sesuatu yang akan terjadi padanya.
Bizard yang tengah dihantui rasa penasaran hanya menarik sudut bibirnya ke atas, kemudian membawa kendaraan roda empat miliknya masuk ke dalam garasi.
"Nyonya Joana!"
Secara reflek Bizard ikut menghentikan langkah. Kedua orang itu berbalik, kemudian menatap Bianca. Joana sedikit mengernyit, kemudian berkata. "Ada apa panggil-panggil saya?"
Bianca pura-pura gugup dan serba salah, dia sempat melirik ke arah Bizard, dan pria itu benar-benar sudah tidak sabar mendengar jawabannya.
"Eum itu, Nyonya, saya menemukan pil kontrasepsi di lemari anda, tapi sepertinya sudah kadaluarsa, jadi saya buang ke tempat sampah," ujar Bianca apa adanya.
__ADS_1
Deg! Dua organ yang sedang memompa itu seperti berhenti begitu saja lengkap dengan picingan mata. Pelan, Joana melepas pegangan tangannya pada lengan Bizard sambil meneguk ludahnya susah payah.
Sementara pria yang ada di sampingnya seperti kesulitan bernafas, hingga menimbulkan sesak yang tiada tara. Ternyata pil kontrasepsi yang dikirimkan Bianca adalah milik Joana.
"Bee," panggil Joana lemah, bahkan suaranya seperti tercekat di tengah tenggorokan, saat ia merasakan aura dingin dari suaminya. Joana mencoba meraih tangan Bizard, tetapi pria langsung menghindar.
"Kamu membohongiku, Jo?" tanya Bizard seperti menerima hantaman keras tepat di dadanya.
"Bee, aku tidak bermaksud membohongimu. Aku hanya—"
"Hanya apa? Kamu hanya tidak ingin memiliki anak dariku?" sergah Bizard, dengan air mata yang tiba-tiba turun dengan lancang, membasahi janggutnya.
Bibir Joana bergetar hebat, sekali lagi dia mencoba meraih tangan Bizard, tetapi lagi-lagi pria itu menghindarinya.
"Katakan sejak kapan kamu mengkonsumsinya!" sambung Bizard dengan ketus. "Katakan sejak kapan kamu membohongiku tentang ini semua?!"
Deg! Sakit, hati Joana sakit mendengar bentakan suaminya. Namun, lain dengan Bianca yang kini sudah menyingkir dari hadapan mereka berdua. Dia malah terlihat tersenyum sumringah.
"Bagaimana rasanya, Joana? Nikmat bukan?"
***
__ADS_1
Siram aku dengan kupi😗