
"Dari mana kamu?!" Satu pertanyaan terlontar dari mulut Joana ketika Bizard baru saja sampai di rumah. Wanita itu terlihat cukup kesal, sebab sedari tadi dia sudah menunggu kepulangan suaminya.
Selama hamil, dia berusaha untuk tidak mengambil lembur, karena tidak ingin kelelahan. Jadi, Joana selalu pulang lebih awal.
Satu jam yang lalu, Joana sempat merasakan kram di perutnya, tetapi Bizard yang sedang asyik bersama Bianca, tidak memedulikan sama sekali panggilan darinya.
Akhirnya dia mencoba untuk menelpon kantor Bizard. Dan ternyata, apa yang dia dapat? Mereka mengatakan bahwa sang suami sudah pulang beberapa jam yang lalu. Akan tetapi pulang ke mana? Sebab saat itu Bizard tidak ada di rumah.
Perasaan curiga kian menghantui pikiran Joana. Dari beberapa bukti yang terasa begitu janggal, membuat dia tak bisa untuk merasa tenang. Ada ketakutan dan kecemasan tersendiri, apalagi hubungannya dengan Bizard sedang tidak baik-baik saja setelah pertengkaran mereka hari itu.
Bizard yang baru saja menutup pintu, kini mengangkat wajah untuk menatap Joana. "Aku habis bekerja, memang kamu pikir aku ke mana?"
"Kerja? Aku telepon kantor kamu, tapi kamu tidak ada, Bee. Kamu kerja di mana?" ketus Joana berapi-api. Dia menginginkan jawaban yang lebih jelas dari kata bekerja.
"Kamu pikir aku hanya kerja di kantor? Aku juga menemui klien di luar, aku pun bisa sibuk seperti kamu!" jawab Bizard tak kalah menggebu. Bahkan nafasnya terdengar terengah karena mengeluarkan suara yang begitu keras.
Mendengar itu Joana sedikit terperangah, sebab Bizard semakin bisa melawan perkataannya, biasanya pria itu akan meminta maaf. Akan tetapi kali ini perkataan Bizard hanya membuat Joana semakin merasa sesak.
__ADS_1
Bahu Joana sedikit merosot, karena terasa begitu lemas.
"Aku tahu aku salah, Bee, tapi bukankah kamu bisa menghubungiku lebih dulu? Aku di sini menunggu kamu, aku di sini cemas, karena kamu tidak ada kabar, apa susahnya hanya mengirim pesan?" lirih Joana dengan mata yang sudah berkaca-kaca, bahkan suaranya pun terdengar bergetar.
Akan tetapi Bizard yang selama ini mencoba untuk menahan diri dari kekesalannya, hanya bisa tersenyum miring. Merasa tak percaya dengan semua yang Joana katakan.
Dunia memang lucu!
"Kamu tanya apa susahnya? Tidak salah?" tanya Bizard, dengan kedua manik mata mereka yang saling tatap, Joana menciut saat Bizard seakan memojokkannya. "Harusnya kamu sudah tahu jawabannya, Joana. Karena dulu kamu sering melakukannya padaku. Sekarang kamu merasakannya 'kan? Bagaimana rasa cemas dan rasa kesalnya menunggu tanpa ada kabar? Hah, itu yang aku rasakan!"
Di tempatnya Joana tergugu. Ke mana keangkuhan yang selama ini ada dalam dirinya? Kenapa seolah lenyap begitu Bizard membalikan keadaan.
Suara decitan pintu yang tertutup, bertepatan dengan air mata Joana yang berjatuhan. Akan tetapi wanita itu segera menghapusnya dengan kasar, dia harus memastikan bahwa Bizard tidak akan pernah berani main belakang.
"Aku harus mencari tahu," gumam wanita hamil itu.
Beberapa saat kemudian, Joana menyusul Bizard untuk masuk ke dalam kamar. Dia melirik pada pintu kamar mandi yang baru saja tertutup, lalu pandangan matanya beralih pada ponsel Bizard yang tergeletak di atas nakas.
__ADS_1
Wanita hamil itu mulai mendekati benda pipih milik suaminya. Dia berharap, tidak akan menemukan sesuatu di sana. Sambil mengecek situasi, tangan Joana terulur dengan ragu untuk melihat isi ponsel Bizard.
"Semoga saja pikiranku salah," lirih Joana dengan jantung yang berdegup kencang.
Tak bisa bohong, kini seluruh tubuh Joana terasa bergetar. Dia merasa cemas, jikalau ketakutan yang selama ini menghantuinya adalah benar. Lalu dia harus bagaimana?
Pelan, jari jemari lentik itu mulai berselancar di atas ponsel Bizard. Masih sama seperti dulu, begitu ponsel itu menyala langsung terpampang foto mereka berdua. Namun, itu semua belum bisa membuat Joana merasa tenang, sebab dia ingin melihat isi pesan suaminya.
Waktu Joana yang miliki tidak banyak, hingga dia memutuskan untuk bergerak cepat. Dia membuka daftar chating Bizard, kemudian membukanya satu persatu yang menurutnya mencurigakan.
Degub jantung Joana mengiringi tiap denting jarum jam yang menempel di dinding. Akan tetapi lama dia mengecek ponsel Bizard, dia tidak menemukan satu pun pesan dari wanita lain.
"Kamu sedang apa?"
Deg!
Mendengar suara itu, jantung Joana seperti ingin terlepas dari tempatnya.
__ADS_1
***
Hayooo ketahuan๐๐๐ Jangan lupa jempolnya bestaiiii