Hasrat Penggoda

Hasrat Penggoda
Bab 68. Aroma Parfum Lain


__ADS_3

Malam itu Bizard tidak pulang ke rumah, dia menginap di apartemen untuk menemani Bianca dan menenangkan pikirannya. Entahlah dia tidak tahu harus senang atau sedih mendengar kehamilan Joana, setelah ia mengetahui bahwa dirinya telah dibohongi sejak awal pernikahan.


Sementara di kamarnya, Joana terus menggenggam telepon sambil mondar-mandir, dia menunggu kepulangan Bizard sebab pria itu tidak memberi kabar apa-apa padanya.


"Kamu lembur atau bagaimana, Bee?" gumam Joana dengan rasa cemas yang mulai melanda. Dia sudah menghubungi suaminya, tetapi tidak diangkat.


Seharian ini Joana terus berada di rumah. Dia memutuskan untuk tidak bekerja, sebab ia merasa harus istirahat untuk memulihkan kondisi tubuh dan pikirannya.


Sebisa mungkin Joana akan mempertahankan janin yang ada di dalam kandungannya, supaya Bizard tidak pernah bisa melayangkan gugatan cerai kepadanya. Adanya anak di tengah-tengah mereka, akan membuat Bizard tidak bisa berkutik dan melawan dia.


Joana mendesaah kecil dengan raut wajah gelisah, karena sampai pukul sembilan malam, tidak ada tanda-tanda bahwa Bizard akan pulang. Padahal dia sudah memasak makanan untuk pria itu.


Joana terduduk lunglai di atas ranjang, sementara ketakutan mulai merayap ke dadanya. Dia takut Bizard akan berubah dan tidak lagi mencintainya. Padahal selama ini hanya pria itu yang paling mengerti tentang dia.


"Tidak, aku tidak boleh negatif thinking padanya. Yang ada itu semua akan berpengaruh pada anakku. Bizard tetaplah Bizard, tidak ada yang berubah dari dia. Bizard hanya sedang merasa kecewa, jadi dia butuh tempat untuk menenangkan dirinya," gumam Joana mencoba untuk meyakinkan dirinya sendiri. Bisa dia tebak, bahwa Bizard menginap di kantor.


Dan akhirnya dia pun memilih untuk beristirahat. Dia mencoba untuk membaringkan tubuhnya di atas ranjang. Namun, malam itu hanya rasa kesepian yang kian menyapa, saat tangannya terulur untuk meraaba sisi kosong di sampingnya.


"Maafkan aku, Bee."


***

__ADS_1


Joana terbangun saat ia mendengar kebisingan di dalam dapur. Padahal di rumah itu tidak ada siapa-siapa selain dirinya. Dia belum mendapat pembantu pengganti Bianca, dan semalam Bizard tidak pulang ke rumah.


Tiba-tiba mata Joana terbelalak lebar. "Apa jangan-jangan itu maling?" Wanita itu segera turun dari ranjang, kemudian membuka pintu kamar untuk mengintip.


Akan tetapi saat dia melihat bayangan tubuh seseorang yang berkelebat di matanya. Dia langsung tersenyum sumringah, sebab dia adalah suaminya.


"Bee, kamu sudah pulang?" panggil Joana ceria, kemudian melangkah cepat untuk menghampiri Bizard yang senantiasa memasang wajah dingin.


Akan tetapi Joana tidak peduli, dia memeluk tubuh kekar Bizard dari belakang, saat pria tampan itu mengaduk sesuatu di dalam gelas.


"Hem."


Bizard hanya membalas satu kata itu, lalu menggeser gelas berisi susu hamil untuk Joana. Sebelum pulang dari kantor sebenarnya dia sudah membeli susu tersebut, tetapi karena dia menginap di apartemen Bianca, pagi ini dia baru bisa membuatkannya untuk Joana.


Deg!


Jantung Joana seperti berhenti berdetak. Dia mendadak lemas dan tak bertenaga, apalagi otaknya terus berkelana memikirkan yang tidak-tidak.


Semalam Bizard tidur di luar rumah. Jangan-jangan dia?


Bayangan Bizard bercumbu dengan wanita lain berlarian di pelupuk mata, menghantui setiap memorial otaknya. Dan dia langsung berusaha untuk menepisnya.

__ADS_1


Tidak! Bizard tidak mungkin menemui wanita lain di belakangnya.


"Kenapa diam saja? Minumlah, aku melakukannya untuk anakku," ucap Bizard menyadarkan Joana dari keterkejutannya.


Wanita yang sudah berkaca-kaca itu lantas melepaskan pelukannya, pelan dia meraih gelas berisi susu buatan Bizard dan menyesapnya sedikit-sedikit.


Joana mengangkat kepalanya, menatap pria itu dengan gerakan ragu. "Bee, semalamโ€”kamu tidur di mana?" Tanyanya sedikit terbata-bata.


Memastikan bahwa pikirannya salah.


Bizard yang tengah mencuci tangannya langsung memicing seketika. "Kamu masih peduli aku tidur di mana? Aku tidur di kantor. Kenapa?" Jawabnya dengan lugas.


Mendengar jawaban itu, rasanya Joana tidak ingin percaya. Akan tetapi melihat reaksi Bizard, sepertinya pria itu masih marah. Hingga dia tak berani untuk melanjutkan pertanyaannya.


"Tidak apa-apa, Bee. Kalau begitu bersihkan tubuhmu, aku akan buatkan sarapan," ucap Joana akhirnya. Sementara Bizard tak lagi mendengarkan wanita itu, dia langsung melenggang ke arah kamar sambil melepas baju kemejanya.


Joana hanya bisa menatap nanar, sementara dadanya kian merasa sesak. Setelah kepergian Bizard, dia segera membuang susu itu ke tempat cuci piring, kemudian menyusul Bizard masuk ke dalam kamar.


Pria itu sudah ada di dalam kamar mandi, dan Joana langsung mengambil kemeja yang baru saja Bizard letakan di keranjang baju kotor. Joana kembali memeriksa aroma parfum yang menempel di sana, dan ia benar-benar menyadari bahwa aroma parfum itu bukan milik suaminya.


"Kamu tidak membohongiku 'kan, Bee?" lirih Joana dengan air mata yang kembali berjatuhan.

__ADS_1


***


Yuk dikomen yuk ๐Ÿ˜Œ๐Ÿ˜Œ๐Ÿ˜Œ Vote nya jangan lupa, Senin Oey Senin, harus diingetin sih ini ๐Ÿ™„


__ADS_2