
"Dia bukan jalaang, dia istriku!" ucap Bizard yang mana membuat Joana langsung membeku. Bahkan Bianca ikut terkejut mendengar pengakuan itu.
Deg. Hati Joana semakin hancur lebur, nyaris tak tersisa. Apa katanya, istri? Jadi selama ini Bizard telah menikahi Bianca di belakangnya? Benarkah seperti itu?
Joana memejamkan matanya, sementara bulir-bulir bening itu terus turun dengan begitu lancang. Dadanya sangat sesak, hingga dia mengepalkan tangannya kuat-kuat.
Kenyataan apa ini? Kenapa rasanya sangat sakit? Tidak, dia tidak terima diduakan seperti ini, apalagi dengan Bianca, seorang wanita miskin—mantan asisten rumah tangganya.
"Katakan padaku bahwa kamu bohong, Bee!" ucap Joana dengan bibir yang bergetar hebat, dia masih cukup percaya diri bahwa selamanya hanya ada nama dia di hati Bizard.
Pria itu memang mengaku salah, ya, dia salah karena menikahi Bianca di belakang Joana. Akan tetapi rasa sakit yang terus menggerogotinya, membuat dia pun ingin egois, dia tidak ingin disudutkan terus-menerus oleh istri pertamanya.
Hingga akhirnya Bizard menggelengkan kepala, membuat Joana semakin menangis kencang. "Aku mengatakan yang sebenarnya, Bianca memang istriku, kami sudah menikah saat kamu pergi ke luar negeri."
Jantung Joana seperti ditusuk oleh ribuan tombak yang tak kasat mata. Suaranya tercekat hingga tak mampu untuk bicara. Tanpa ba bi bu Joana langsung melangkah, hanya satu tujuannya yaitu menyerang Bianca.
Plak!
Satu tamparan telah melandas mulus di pipi Bianca. Bahkan bekasnya langsung terlihat memerah. Tak puas sampai di sana, Joana menjambak rambut Bianca yang pernah ada di jas suaminya. "Wanita sundal! Wanita miskin dan tidak tahu diri!" Teriak Joana marah.
Akan tetapi Bianca sama sekali tak melawan, dia hanya meringis kesakitan dengan semua yang dilakukan Joana terhadapnya. Bizard yang melihat itu langsung menarik tangan Joana agar menjauh dari tubuh Bianca.
__ADS_1
"Cukup! Apa yang kamu lakukan?!" sentak Bizard ingin menghentikan aksi Joana, tetapi Joana tidak bisa lagi menahan amarah di dadanya. Dia terus menghajar Bianca, dia ingin merealisasikan janjinya untuk merusak wajah wanita rendahan itu.
"Jangan halangi aku! Dia telah merebut kamu, jadi dia pantas mendapatkannya! Aku akan menghajarmu sampai habis wanita sialan!" teriak Joana dengan mata yang melotot tajam. Dia kembali menarik rambut Bianca dengan keras hingga wanita cantik itu meringis kesakitan.
"Argh!' Bianca memekik, sumpah demi apapun rasanya memang sangat sakit, sebab Joana sudah seperti ingin melepas semua rambut yang ada di kepalanya. Akan tetapi ia sengaja tak melawan, karena ingin Bizard tahu bahwa Joana adalah wanita gila yang bisa membunuh orang, bahkan darah dagingnya sendiri.
"Aku yang salah, aku yang nekat menikahinya. Dan ingat, dia tidak pernah merebut aku darimu, karena kamu sendiri yang melepaskan aku!"
Bizard mencoba untuk melepaskan jari jemari Joana di kepala Bianca. Sementara Joana yang mendengar itu langsung merasa lemas. Dia tergugu, karena Bizard yang selalu membelanya, kini malah membela wanita lain.
Tangis wanita itu semakin pecah, dan dia juga merasa jijik saat melihat wajah Bianca yang pura-pura terlihat kesakitan agar menarik simpati Bizard.
Joana melepaskan tangannya dari kepala Bianca dengan mendorong kasar wanita cantik itu.
"Wanita menjijikkan! Aku yakin kamu sering mengobral diri di depan pria hidung belang. Cih, sungguh miris hidupmu! Katakan, berapa uang yang diberikan Bizard untuk membeli tubuhmu?! Aku akan membayarnya dua kali lipat, asal kamu pergi dari kehidupan kami!" ucap Joana, ingin menginjak-injak harga diri Bianca.
Namun, jangan pikir Bianca akan merasa sakit hati dengan semua ucapan Joana. Dia sudah terlalu kebal dengan semua itu, karena rasa sakit akan kehilangan, jauh lebih membuatnya tersiksa, dari pada makian Joana.
"Katakan wanita sialan!" sentak Joana yang merasa tak sabar, sebab sedari tadi Bianca hanya terdiam.
"Joana cukup! Bianca tidak seperti wanita yang ada dalam pikiran kotormu!" Bizard ikut menengahi keduanya. Karena jikalau Joana ingin mencari siapa yang salah, sudah sepatutnya Joana menyalahkan dia.
__ADS_1
"Hari ini kita selesai, jadi jangan menambah masalah. Pernikahan kita hanya racun mematikan, karena semakin dipertahankan, hanya akan ada kesakitan yang kita dapatkan!"
Mata Joana kembali memanas, aliran darahnya naik sampai ke puncak ubun-ubun. Apalagi saat melihat Bianca menyeringai penuh di hadapannya. Persis seperti seringai yang ditunjukkan Joana beberapa tahun lalu, di saat Bianca tengah hancur sehancur-hancurnya.
Joana melangkah dengan cepat, dan plak!
Satu tamparan kembali tak terelakkan, bahkan kini sudut bibir Bianca terlihat berdarah. Akan tetapi wanita itu sama sekali tidak merasa bersedih atau bahkan ingin membalas Joana. Di saat situasi sedang memanas Bianca malah terkekeh, membuat Bizard dan Joana begitu terperangah.
"Apa kamu sudah gila?!" cibir Joana.
Bianca tak menjawab, dia malah melangkah pelan, sambil menatap lurus pada Joana yang ikut menatapnya pula. Tanpa terasa air mata Bianca mengalir membasahi pipi mulusnya, diiringi senyum kecil tanda kepuasan melihat Joana yang terlihat begitu lemah.
"Bagaimana, Joana? Bagaimana rasanya kehilangan orang yang paling kamu sayang? Sakit bukan? Kamu pasti tidak ingat denganku," ujar Bianca sambil menelan salivanya yang terasa sangat berat. "Aku putri Adam Harrow, pria yang kamu bunuh beberapa tahun lalu. Tanpa tanggung jawab, tanpa rasa belas kasih, dan tanpa rasa perikemanusiaan. Sekarang, aku sedang menunjukkan padamu arti kehilangan. Ceritakan padaku bagaimana rasa sakitnya. Sungguh, aku ingin mendengarnya."
Deg.
***
Lu pada tahu aja kalo gue senyum-senyum baca komen 🤣🤣🤣 Wkwk, inget jangan salahin gue, gue pantau, dan tandai muka lu pada atu-atu 🙄🙄🙄
Mpottt, kupi dan kembangnya jangan lupa🤸🤸🤸
__ADS_1