
"Nikahi aku!"
Mendengar permintaan Bianca tentu saja membuat Bizard merasa terperangah. Dia langsung menatap lekat dua bola mata perak milik wanitanya, dia tahu apa yang diharapkan oleh Bianca, wanita itu tidak serta merta menyerahkan semuanya dengan cuma-cuma.
Membuat Bizard merasa bahwa Bianca memang bukan wanita yang bisa ia sentuh dengan sembarangan. Walaupun pada kenyataannya Bianca adalah orang ketiga di antara ia dan Joana, tetapi wanita itu masih memegang teguh harga dirinya.
"Nikahi aku jika kamu menginginkannya. Aku akan menyerahkan seluruh hidupku, jika kamu mau memenuhi satu syarat itu. Kamu pasti tahu kenapa aku melakukan ini semua, aku tidak mau kamu menyentuhku hanya karena ingin menuntaskan sebuah hasrat. Jika iya, apa bedanya aku dengan wanita di luar sana? Aku mencintaimu, Bee. Dan aku ingin kamu juga mencintaiku, meski aku tahu aku bukanlah yang pertama. Aku tidak akan menuntut pernikahan yang seperti apa, yang jelas aku ingin hubungan kita jelas, sebelum kita melakukannya lebih jauh," sambung Bianca, melihat Bizard yang terus terdiam dan menatap matanya.
Dia tahu, pria itu tengah bimbang. Akan tetapi sebisa mungkin Bianca akan meyakinkan Bizard bahwa dia tidak akan menjadi sebuah beban. Dia hanya butuh kepastian, karena itu semua akan menjadi senjata yang tak bisa Joana bantah. Bahwa dia pun istri sah dari suaminya.
Bianca mengelus pipi pria gagah itu dengan gerakan lembut. Sementara Bizard masih bergeming dengan otak yang terus bekerja. Harus bagaimana dia memutuskan tentang keinginan Bianca. Benarkah dia akan sanggup memadu Joana?
Di lubuk hatinya yang paling dalam, Bizard sebenarnya sangat mencintai Joana. Dia tidak pernah melihat kekurangan wanita itu sebagai alasan untuk pergi, bahkan ia suka terima saat tahu Joana bukanlah wanita suci yang diidam-idamkan oleh para pria.
__ADS_1
Namun, sejak kehadiran Bianca, juga sikap Joana yang semakin berubah. Dia tidak bisa bohong, dia pun menginginkan Bianca. Seorang wanita yang mampu mengisi kekosongan di hatinya.
"Jika memang tidak bisa, aku tidak akan memaksa, tapi aku juga tidak akan menyerahkan tubuhku padamu. Kita lakukan seperti biasa." Bianca kembali bicara, karena Bizard tak lekas menjawab, tangan wanita itu sudah terlepas dari pipi Bizard, beralih menelusuri perut pria itu, hingga saat Bianca ingin menggapai sesuatu yang sempat dia puaskan.
Bizard menahannya. Pria itu menggenggam pergelangan tangan Bianca, hingga wanita itu mendongak, menatap wajah tampan Bizard yang masih menunjukkan mimik yang sama.
Bianca memberikan sorot penuh tanda tanya, sementara suara gemericik air masih menjadi teman setia mereka berdua. Bizard mengikis jarak, sambil menautkan jari jemarinya dengan milik Bianca, dia mengecup bibir ranum itu dengan penuh sayang, seolah tak sedikitpun ingin kehilangan kesempatan.
"Aku setuju, aku akan menikahimu," ucap Bizard setelah menjauhkan bibirnya dari bibir Bianca.
Mendengar itu, Bianca tersenyum lebar. Dia merasa sangat senang karena akhirnya Bizard mau menyetujui syarat darinya. Tak peduli pernikahan seperti apa, yang jelas Bizard harus bisa dia kuasai, hingga pria itu benar-benar lupa terhadap Joana.
Tanpa segan Bianca langsung memeluk erat tubuh kekar Bizard. Bahkan saking eratnya, dia bisa merasakan jantung Bizard yang berdetak kencang untuk dirinya. "Terima kasih, Sayang. Aku senang sekali mendengarnya."
__ADS_1
Bizard membalas pelukan Bianca. Entahlah, tidak ada rasa bersalah sedikitpun di dalam hatinya saat ia memutuskan untuk menikahi Bianca. Dia malah merasa sangat bahagia, persis seperti saat ia berhasil mempersunting Joana.
Bizard mengangkat tangan, kemudian membawa dagu Bianca agar menengadah ke atas, pria itu mengecup kening Bianca sekilas. "Tapi kamu tahu 'kan konsekuensinya? Aku tidak bisa langsung memberitahu Joana tentang ini, kita harus menikah diam-diam. Apa kamu bersedia?"
Bianca tersenyum sambil menganggukkan kepala. Dia tidak peduli!
"Aku bersedia. Apapun itu, asalkan kamu bisa menjadi milikku seutuhnya."
Melihat senyum cerah Bianca, Bizard pun ikut tersenyum pula. Bizard mencengkram dagu Bianca, kemudian menggerakkan kepala untuk mencium bibir wanita itu, tetapi dengan cepat Bianca mendorong dada Bizard, hingga tubuh mereka kembali berjarak.
"Kita lanjutkan setelah menikah, aku akan memberikan servis terbaik untukmu," ucap Bianca sambil berkedip menggoda.
***
__ADS_1
Kopinya Oey kopinya🥱🥱🥱