Hasrat Penggoda

Hasrat Penggoda
Bab 41. Aku Tidak Suka Melihatnya


__ADS_3

Matahari tampak sangat terik siang itu, Bizard yang baru keluar dari mobil langsung menghalau cahaya panas itu menggunakan tas yang ada di tangannya. Dia baru saja keluar untuk menemui klien yang akan mengurus perceraian dengan suaminya.


Saat masuk ke dalam gedung perusahaan, kedua netra Bizard tak sengaja melihat ke arah Bianca yang tengah mengobrol dengan seorang pria. Dan tentu saja dia tahu siapa pria itu. Dia adalah salah satu pengacara yang dikenal suka bergonta-ganti wanita.


Bizard menatap tak suka, sebab pria itu berusaha untuk menyentuh anggota tubuh Bianca, sementara wanita itu terlihat menghindar. Bizard sangat yakin, pria itu ingin menggoda wanitanya.


Akhirnya Bizard melangkah cepat, kemudian memanggil wanita itu dengan sedikit berteriak. "Bian!"


Si empunya nama langsung menoleh, sama halnya dengan pria yang ada di samping Bianca. Bizard menyuruh Bianca untuk mendekat menggunakan kedua jarinya. Patuh, Bianca langsung pamit pada pria yang sedari tadi berusaha untuk mengajaknya berkencan itu.


"Sepertinya ada pekerjaan yang harus saya kerjakan, Tuan. Permisi." Bianca mengangguk sekilas, kemudian melangkah cepat sebelum pria itu menjawab.


Dia mengekor pada Bizard yang berjalan lebih dulu. Bianca menatap punggung kekar Bizard, dia merasa ada yang berbeda dari ekspresi wajah pria itu. Apakah Bizard tengah merasa kesal? Tapi karena apa?


Hingga saat mereka sampai di ruangan pria itu. Bizard langsung menarik pergelangan tangan Bianca, merapatkan tubuh mereka ke dinding, dan mengunci kedua lengan wanita itu di atas kepala. Bizard menatap lekat dua bola mata Bianca, sementara Bianca tidak mengerti kenapa Bizard bersikap seperti itu.


"Kamu kenapa, kamu sedang marah? Apa kliennya menyebalkan? Atau kasusnya sulit? Atauβ€”"


Cup!

__ADS_1


"Aku kesal karena aku cemburu!"


Bianca langsung melebarkan kelopak matanya dan menelan ludahnya susah payah. Kenapa, kenapa sekarang dia seperti terjebak gairah api cinta yang Bizard kobarkan. Pria ini selalu membuat jantungnya memompa lebih cepat, karena terlalu sering membuat dia terkejut secara tiba-tiba.


"Cemburu kenapa, Sayang? Apa di luar sana kamu melihat Nyonya Joana menemui laki-laki lain?"


Bizard menghela nafas kasar, kemudian memutar bola matanya jengah.


"Aku cemburu padamu, Honey. Untuk apa kamu tadi berbicara dengan dia? Apa yang kalian bicarakan hah?" tanya Bizard dengan sorot mata menuntut jawaban.


"Ah itu, dia mengajakku berkencan, tapi aku tidak menerimanya kok. Kan hanya Sayang priaku," jawab Bianca dengan jujur, seraya menampilkan senyum terbaiknya.


Bianca terkekeh, merasa lucu melihat Bizard marah-marah karena cemburu buta.


"Memang Sayang mau melakukan apa?" tanya Bianca, dia menggigit bibir bawahnya, sengaja ingin menggoda Bizard, membuat Bizard yang semula menekuk wajahnya, kini berganti tersenyum sumringah.


"Aku akan memberikan ciuman panas untukmu."


Tanpa ba bi bu Bizard langsung mengikis jarak dan mengulumm bibir Bianca. Menelusuri benda ranum itu menggunakan lidahnya hingga benar-benar basah. Bizard melepaskan cekalan tangannya, pria itu beralih memegangi tengkuk Bianca, karena ingin memperdalam ciumannya.

__ADS_1


Suara desisan manja dari bibir Bianca membuat Bizard merasa senang. Dia semakin menyesap dengan kuat, hingga Bianca merasa begitu kebas.


Tak ingin tinggal diam, wanita itu pun membalas setiap perlakuan Bizard. Bianca meremass dada Bizard hingga membuat pria itu semakin bersemangat mencumbunya.


Bizard mengusap lembut leher jenjang Bianca. Sementara nafas mereka terdengar memburu, karena ciuman itu bertambah semakin brutal. Bizard menekan tubuhnya hingga mereka semakin merapat di dinding. Kini mereka sudah mirip seperti dua cicak di musim kawin.


"Ught!" Bianca langsung melenguh, saat Bizard melepaskan ciuman mereka. Sepertinya akan berbahaya jika diteruskan. Sebab senjata Bizard sudah mulai menegang.


"Mau aku bantu seperti semalam?" tanya Bianca, melihat raut wajah sensual Bizard yang sudah begitu menginginkan dirinya. Dia tahu, jika hasrat itu tidak dituntaskan akan terasa menyiksa.


Bizard tersenyum mesumm, dia mengusap bibir Bianca dan mengecupinya.


"Tidak, Sayang. Kali ini aku masih bisa menahannya. Kembalilah bekerja, nanti kamu dicari-cari oleh Sasa."


Patuh, Bianca langsung mengangguk.


***


Semalem lu, lu abis ngapain ngab? πŸ™„πŸ™„πŸ™„

__ADS_1


__ADS_2