Hasrat Penggoda

Hasrat Penggoda
Bab 40. Bohong Pertama


__ADS_3

~ Setiap tindakan memiliki konsekuensi, berpikir seribu kali lebih baik, dari pada langsung memutuskan tetapi ternyata salah langkah ~


***


"Bianca, kita sarapan di kantor saja, aku sudah hampir terlambat," ucap Bizard saat keluar dari kamar. Mendengar itu, Joana yang sudah bersiap-siap untuk sarapan, jadi urung untuk menuangkan nasi ke dalam piring suaminya.


"Sayang, kenapa buru-buru sekali?" tanya Joana, menatap Bizard yang tengah sibuk memasukkan beberapa berkas ke dalam tas kerjanya.


"Iya, aku lupa kalau ada janji temu dengan klien. Jadi, aku harus cepat-cepat berangkat, Sayang." Pandangan Bizard beralih pada Bianca yang berdiri mematung di sisi meja pantry. "Bianca, ayo cepat! Bawa barang-barangmu, aku tunggu di mobil."


Bizard melangkah keluar.


Sementara Wanita yang dipanggil namanya langsung gelagapan, namun detik selanjutnya dia menganggukkan kepala. Tidak tahu kalau semua itu hanya akal-akalan Bizard saja. "Baik, Tuan."


Joana menghela nafas. "Sudah sana! Jangan buat Bizard terlambat. Dasar lelet!" ketus wanita itu, yang mana membuat Bianca menggeram kesal, dia pun akhirnya bergerak tergesa. Mengambil tas di dalam kamar, dan membawa bekal makanan yang sudah dia siapkan sebelumnya.


Saat Bianca masuk ke dalam mobil, dia melihat Bizard yang tersenyum tanpa dosa. Bianca mengernyitkan dahinya. Tak mengerti apa yang sebenarnya membuat Bizard tersenyum seperti itu.


"Kamu kenapa?" tanya Bianca sambil memasang seat belt.


"Tidak apa-apa, aku hanya suka melihatmu yang selalu bergerak cepat mematuhi perintahku." Bizard mengusak puncak kepala Bianca, kemudian menyalakan mesin mobil. Sementara Bianca masih belum paham pada ucapan pria itu.

__ADS_1


"Aku tidak mengerti."


"Nanti di kantor kamu akan mengerti."


Bianca tak dapat menebak apa yang ada di kepala Bizard. Akhirnya dia hanya diam, menikmati perjalanan mereka. Namun, kali ini ada yang berbeda, sebab Bizard selalu menggenggam tangannya.


"Menyetirlah dengan benar, Sayang," ucap Bianca memperingati Bizard agar tidak bertindak semaunya. Dia takut celaka.


Dia selalu berkata seperti itu sebab sang ayah—Adam Harrow, meninggal dengan tragis, akibat seorang pengemudi yang lalai saat berkendara. Ya, dan kalian bisa menebaknya, siapa seseorang yang ada di balik kemudi itu. Dia adalah istri dari pria yang ada di sampingnya.


Saat itu, yang Bianca tahu hukum di negaranya tumpul ke atas, dan tajam ke bawah.


Diam-diam Bianca mengulum senyum, tak bisa bohong, dia pun nyaman berada di sisi Bizard. Yang notabenenya sudah menjadi suami orang.


Tak berapa lama kemudian, mereka sampai di perusahaan. Mereka langsung keluar dan ternyata gedung perkantoran tersebut masih cukup sepi. Bizard mengajak Bianca untuk masuk ke dalam ruangannya, tetapi wanita itu tak langsung memenuhi keinginan Bizard.


"Kenapa?" tanya pria itu.


"Kamu bilang ingin bertemu klien," jawab Bianca apa adanya.


"Dan kamu percaya?" Bizard tersenyum jahil, sementara Bianca langsung mengerucutkan bibirnya.

__ADS_1


"Jadi kamu berbohong?"


"Tidak, aku memang akan bertemu klien hari ini, tapi setelah sarapan berdua denganmu."


Bianca sudah membuka mulut, ingin mengomel. Akan tetapi Bizard tak ingin mendengar pertanyaan apapun lagi, dia segera menarik tangan Bianca untuk masuk ke dalam ruangannya. Bianca yang ditarik secara tiba-tiba reflek mengikuti langkah Bizard, hingga mereka duduk di sofa. Jangan lupakan! Bizard telah mengunci pintu ruangannya.


Bianca langsung membuka kotak bekal mereka. Lalu menyerahkan satu kotak tersebut pada Bizard. Namun, Bizard segera menggelengkan kepala sambil berkata. "Tidak mau! Aku mau disuapi."


Wanita cantik dengan kuncir ekor kuda itu langsung memiringkan kepalanya. "Apa katamu?"


Bizard menggeser tubuhnya agar lebih dekat dengan Bianca, kemudian memutar sedikit lutut wanita itu agar menghadap ke arahnya. "Aku mau disuapi, Sayang."


Bianca langsung menarik hidung mancung Bizard. Merasa gemas dengan tingkah prianya itu. "Jadi ini alasan kamu berbohong? Kamu ingin disuapi olehku? Kenapa kamu jadi manja sekali? Hem?"


"Karena ada kamu yang memanjakanku," jawab Bizard sambil mengulum senyum. Bianca geleng-geleng kepala, tak habis pikir dengan perubahan sikap Bizard yang begitu drastis.


Sebab selama dia tinggal bersama Bizard dan Joana, pria ini tidak pernah bersikap semanja ini pada istrinya.


***


Yang kesel, yang kesel, yang kesel 🤣🤣🤣

__ADS_1


__ADS_2