
Dunia Joana seolah runtuh saat itu juga, saat ia melihat ada panggilan tak terjawab dari seseorang yang bernama "Honey Bee"
Siapa? Lirih batinya bertanya-tanya. Api curiga di dalam diri Joana seketika berkobar hebat, hingga ia tidak tahu bagaimana cara memadamkannya. Dadanya terasa sangat sesak, hingga ia kesulitan bernafas, sebenarnya drama apa yang sedang dimainkan oleh Bizard?
"Kamu benar-benar mengkhianatiku, Bee?" gumamnya dengan ludah yang tercekat di tengah tenggorokan. Tubuh Joana ambruk di atas ranjang, dengan tangan yang terlihat gemetar.ย
Air matanya luruh dengan sangat deras bersama hatinya yang kian sakit, karena mengetahui fakta bahwa suaminya kini telah berbagi cinta. Tak sampai di sana, Joana kembali memberanikan diri untuk membuka benda pipih tersebut.
Hatinya sudah kepalang sakit, jadi dia tidak peduli lagi dengan semua kenyataan yang akan dia terima. Jari jemari lentik Joana mengusap layar pintar itu, hingga dia bisa melihat riwayat pesan suaminya dengan wanita lain, yang entah siapa.
Ada banyak sekali pesan basa-basi yang hanya membahas perihal kegiatan mereka sehari-hari, dan fokus Joana tertuju pada satu kata yang senantiasa mengiringi pesan tersebut.
"Sayang?"
Joana langsung membekap mulutnya yang menganga, sementara ia tidak bisa menahan lagi laju air matanya yang semakin terasa kencang. Ada yang meletup dalam dadanya, membuat dia merasakan sakit yang begitu luar biasa.
Apa yang ia cari selama ini sudah ada di depan mata. Bizard benar-benar menyematkan panggilan mesra itu untuk wanita lain. Astaga, rasanya Joana ingin berteriak sangat kencang saat itu juga. Akan tetapi dia tidak ingin gegabah, dia harus mengetahui dulu siapa wanita itu sebenarnya.
"Aku yakin dia hanya wanita jalaang! Dan dia sama sekali tidak pantas dibandingkan dengan aku!" ucap Joana penuh penekanan. Sementara tangannya bergerak dengan cepat untuk membuka galeri foto yang ada di ponsel itu.ย
Deg. Jantung Joana seperti berhenti berdetak dan hatinya seakan tengah diremass-remass, dia langsung menggigit bibir bawahnya kuat-kuat, saat melihat foto telanjang Bizard di kamar bersama tangan seorang wanita yang tidak berani menampakkan wajahnya.
Pria itu tampak terlelap dengan sangat nyenyak, bahkan menunjukkan kepuasan yang tidak pernah dia lihat sebelumnya.
Bagai tersambar petir di siang bolong, tubuh Joana hampir saja limbung. Tidak ada hanya satu foto, sebab Bianca memang mengambilnya cukup banyak, namun tidak ada wajah wanita itu di dalamnya, hingga Joana tidak bisa mengenali siapa wanita yang bersama dengan suaminya.
__ADS_1
"Kamu jahat, Bee! Kamu jahat! Kenapa kamu tega melakukan ini semua padaku?" Joana mengepalkan tangannya dengan kuat, dan terus menggigit bibir agar tangisnya tidak pecah. Akan tetapi bagaimana bisa? Sementara rasa sakit kian menyusup ke dasar jiwanya.
Apalagi saat ada pesan masuk dari orang yang sama.
[Sayang, jangan lupa datang nanti malam. Karena aku sudah menyiapkan sesuatu untukmu. Kita habiskan malam ini berdua tanpa ada yang mengganggu.
Merindumu.]
Pecah, Joana sudah tidak bisa menahan lagi rasa sesak di dalam dadanya hingga dia menangis kencang. Dia meremat dadanya kuat-kuat sambil terisak-isak. Tidak, dia tidak bisa diam saja, ini sudah sangat jelas, bahwa Bizard memiliki wanita lain di belakangnya.
Dia harus meminta penjelasan pria itu. Tanpa ragu Joana langsung bangkit dari ranjang, dia keluar kamar untuk menemui suaminya.ย
Bertepatan dengan itu, Bizard pun melakukan hal yang sama, hingga mereka bertemu di ambang pintu. Kedua pasang mereka beradu, sama-sama melayangkan tatapan sengit, tetapi Joana kalah cepat, karena tiba-tiba Bizard melemparkan satu buah amplop tepat ke depan wajahnya.
Dan di sana dengan jelas mengatakan bahwa Joana dinyatakan keguguran. Akan tetapi sedikitpun Joana tidak mengatakan apapun padanya.
"Apakah berbohong itu hobby-mu?" sambung Bizard, membuat Joana tak paham, dia baru saja ingin meminta penjelasan Bizard, tetapi kenapa malah dia yang diserang secara dadakan.
Mata Joana yang memerah kini menatap amplop putih yang jatuh ke lantai. Dari tempatnya berdiri dia masih bisa melihat dengan jelas, bahwa amplop itu berasal dari rumah sakit yang kemarin menanganinya. Seketika itu juga, mulut Joana langsung menganga.
Ludahnya tercekat di tengah tenggorokan, dengan lidah yang terasa kelu, hingga dia tidak dapat mengelak cibiran Bizard. Padahal sedari tadi dia sudah bersiap-siap untuk memaki pria tampan itu.
"Jawab aku dengan jujur, apa benar kamu keguguran?!" tanya Bizard dengan nada dingin, bahkan wajahnya terlihat sangat marah.
Pria itu tak menyangka, dari awal sampai sekarang, hanya kebohongan yang ia dapat dari Joana.
__ADS_1
"Jangan hanya diam saja, Joana! Jawab aku dengan cepat jika kamu tidak mau melihat aku dari sisi yang lain!" bentak Bizard, sudah tak bisa lagi mengontrol dirinya. Amarahnya sudah sampai di puncak ubun-ubun, sebab kesabarannya sudah benar-benar habis.
Joana tergugu, tetapi dia yang masih tidak terima bahwa Bizard mendua, malah melemparkan ponsel yang ada di tangannya ke lantai. "Apa bedanya aku dengan kamu? Kamu pikir aku tidak tahu kalau kamu menduakan aku?!" Sentaknya dengan keras.
Deg. Bizard langsung mengalihkan pandangan matanya ponsel yang sengaja ia beli untuk menghubungi Bianca. Hah, ternyata Joana sudah tahu semuanya. Dan dia tidak akan menyesali perbuatannya.
"Dari awal kamu sudah membohongiku, jadi jangan kamu pikir aku juga tidak bisa melakukannya!" ucap Bizard, yang membuat Joana semakin ternganga. Sumpah demi apapun, pria yang ada di depannya seperti bukan Bizard yang selama ini ia kenal.
Air mata Joana kembali menderas. "Jadi kamu benar-benar melakukannya? Kamu berani menduakan aku, Bee?!"
"JELAS!" sentak Bizard. "Karena selama ini kamu hanya mementingkan diri kamu sendiri, kamu egois, kamu keras kepala, dan kamu tidak pernah melihat aku yang mati-matian mencintaimu. Jadi sekarang jika kamu mau menghancurkan pernikahan kita, ayo kita hancurkan sama-sama! MARI BERCERAI!" teriak pria itu dengan suara yang begitu menggema.
Pertengkaran hebat itu tak terelakkan.
Tubuh Bizard sudah seperti dirasuki setan, hingga dia tidak peduli lagi melihat Joana yang menangis kencang di hadapannya. Bahkan setelah mengatakan itu semua, Bizard langsung menyambar kunci mobil, hendak meninggalkan rumah.
Dan Joana tidak diam saja. Dia segera menyusul Bizard, karena dia tidak mau kehilangan pria itu. Dia mengaku salah, karena selama ini mengabaikan suaminya. "Bee, kamu mau ke mana!?"
Bizard bergeming, dia terus melangkah ke arah mobil, dan masuk dengan tergesa. Dia sama sekali tidak peduli pada Joana yang terus-menerus mengetuk pintu kaca mobil dan memanggil namanya. "Bee, jangan tinggalkan aku! Bee, kita bisa memulai semuanya dari awal. Bee!"
"Bizard!" teriak Joana saat melihat mobil itu menjauh. Dan akhirnya dia hanya bisa tergugu.
***
Bukan gue yang jahattttt, awas aja nyalahin gue, gue cubit lu anunya๐๐๐
__ADS_1