
"Sayang, ada apa?" tanya Bizard saat merasa bahwa Bianca menghentikan langkahnya.
Bianca langsung menelan ludahnya kasar dan mematung saat dia melihat beberapa orang yang mirip dengan suaminya. Dia melirik Bizard, kemudian bertanya dengan nada ragu. "Bee, mereka siapa?"
Mendengar itu, sontak saja Bizard mengulum senyum. Dia tahu bahwa Bianca sedang bingung, sebab dia lupa mengatakan bahwa dia memiliki kembaran.
Bizard menyentuh kedua bahu Bianca yang kini menunjukkan raut wajah penuh tanda tanya. "Sayang, itu semua keluargaku. Aku lupa memberitahu kamu kalau sebenarnya aku terlahir kembar. Dalam satu waktu kami terlahir lima orang."
Bianca membelalakkan matanya mendengar penuturan Bizard. Secara reflek dia pun melirik ke bawah, tepat ke arah perutnya yang membuncit. Jadi, ini alasan kenapa dia bisa hamil kembar tiga? Ternyata ada asal muasalnya.
"Jadi—jadi—itu kembaranmu, Bee?" tanya Bianca tergagap, sambil melirik beberapa pria yang berdiri tak jauh darinya. Sumpah demi apapun, Bianca merasa sangat gugup, sebab keluarga Bizard terlihat sangat banyak.
Tak hanya orang-orang dewasa, yang kecilpun turut ikut menyambut kedatangannya.
Bizard menangkup satu sisi wajah Bianca, agar wanita itu menatapnya. "Iya, Sayang. 3 orang pria, satu orang wanita. Di antara mereka semua, hanya satu yang belum menikah. Jadi jangan heran, kalau keluargaku sangat banyak. Soalnya mereka juga melahirkan anak kembar seperti kamu. Bahkan Mommy-ku memiliki dua anak lagi setelah kami lahir."
__ADS_1
Wanita hamil itu sudah tidak sanggup berkata-kata. Rasanya dia ingin kabur saja dari tempat ini. Dia benar-benar merasa kecil berada di lingkungan orang-orang besar seperti keluarga Bizard. Bianca bisa menebak, pasti para iparnya adalah orang-orang hebat.
Namun, sebuah genggaman kembali meyakinkan dia, bahwa semuanya akan baik-baik saja. Bizard mengulum senyum, saat merasakan telapak tangan Bianca yang basah.
"Tenanglah, Honey. Jangan cemas seperti itu, ayo jalan lagi!" ajak Bizard kemudian melangkah pelan. Menuntun Bianca untuk sampai di depan keluarganya yang sudah menunggu kedatangan mereka.
Semua orang yang semula saling bicara dan tertawa. Sontak berhenti berceloteh saat Bizard dan Bianca sudah ada di hadapan mereka. Bahkan anak-anak yang tadinya menangis, kini ikut mengalihkan pandangan mata mereka pada dua sosok yang baru saja terlihat.
"Tatah!" panggil Glor, sambil memiringkan kepalanya, saat melihat Bizard. Membuat pria itu mengulum senyum.
"Selamat datang, Sayang," ucap Zoya kemudian mencium kedua pipi Bizard secara bergantian. Lalu pandangan matanya beralih pada sosok Bianca yang senantiasa menundukkan kepala.
Zoya mengikis jarak, hingga kini tubuhnya benar-benar berhadapan dengan Bianca. Wanita hamil itu terdiam, dia nyaris tak memiliki nyali untuk sekedar mengangkat wajahnya. Padahal dalam hati dia sangat penasaran, pada sosok Zoya.
Bianca semakin meremass ujung dressnya saat Zoya menggerakan tangan. Meskipun Bizard telah meyakinkan dia—tetapi entah kenapa ketakutan itu tidak pernah bisa hilang—dia takut Zoya akan menampar wajahnya.
__ADS_1
Namun, ternyata dia salah. Sebab dia merasakan sebuah usapan di puncak kepalanya. Dan terdengar sebuah suara yang sangat lembut. "Kamu pasti Bianca ya—wanita yang nyaris membuat putraku gila—selamat kamu berhasil membuat bayi kecilku sadar, bahwa cinta patut perjuangkan. Membuat dia lebih menghargai sebuah keterbukaan. Juga membuat dia percaya bahwa kami semua menyayangi dia dan siap berada di belakangnya. Bianca, di sini kami semua telah menunggu kedatanganmu. Kami siap menerima kamu dan calon buah hati kalian dengan tangan terbuka. Jadi, mulai saat ini anggap kami sebagai kelurga—karena kamu adalah bagian dari kami."
Cairan bening langsung berjatuhan dari kedua sudut mata Bianca. Bibirnya bergetar hebat, tak sanggup untuk menjawab semua ucapan ibu dari pria yang dicintainya.
Dia tidak menyangka bahwa Zoya dan semua keluarga Bizard akan menerimanya dengan begitu mudah. Sebab yang ada di pikirannya hanya sebuah kecemasan yang berlebih.
Bianca terisak-isak, merasa haru sekaligus bahagia, karena akhirnya dia memiliki sebuah keluarga yang bisa dia jadikan sandaran. Dia tidak lagi sendiri.
Apalagi saat Zoya tiba-tiba menarik tubuhnya. Bianca dipeluk erat, membuat dia kembali menemukan pelukan hangat seorang ibu. Di sana, tangis Bianca pecah. Dia sudah tidak sanggup untuk menahan semuanya.
Melihat itu, Bizard tersenyum lebar sambil menatap ibunya. Di mata Bizard—Zoya adalah wanita paling hebat, wanita pertama yang menghuni hatinya. Dari kedua bola mata Bizard yang berkaca-kaca, dia sangat berterima kasih, sebab Zoya mau menerima Bianca. Tak peduli bagaimana masa lalu mereka berdua.
***
Hikshiks :'
__ADS_1