Hasrat Penggoda

Hasrat Penggoda
Bab 66. Aku Mohon


__ADS_3

"Mari berpisah ...," ucap Bizard dengan bibir yang bergetar. Air matanya kian lancang membasahi pipi, dan semua rasa sakit itu mendorongnya untuk melepaskan Joana.


Dia tidak bisa terus-menerus hidup dalam pusaran yang sama. Jika memang sejak awal Joana tidak bisa menghargainya, lalu untuk apa pernikahan ini ada?


Tak hanya Joana yang membelalakkan matanya, karena merasa sangat terkejut, tetapi Bianca pun melakukan hal yang sama. Tak percaya jika kalimat itu keluar dari mulut Bizard.


Dunia Joana seperti gelap gulita dalam sekejap. Dia mendadak kalut mendengar keputusan Bizard.


"Mari berpisah, jika memang hanya pekerjaan yang menjadi prioritasmu. Jujur, aku tidak sanggup hidup seperti ini terus, Joana. Dan sepertinya hubungan kita memang sudah tidak sehat, aku tidak ingin terus-menerus berjalan di tempat, karena kehidupan itu berputar, aku butuh keluarga yang bisa aku jadikan tempat berkeluh kesah, dan berbagi suka duka, aku butuh rumah ternyaman saat aku merasa lelah karena dunia," sambung Bizard.


Tak henti-hentinya dia terengah, karena rasa sesak terus memenuhi dadanya. Ruang nafasnya seperti terhimpit, seolah tak ada udara yang dapat masuk ke dalam sana.


Di tempatnya Joana menggeleng keras dengan cucuran air mata. Tidak, dia tidak mau bercerai dengan Bizard. Dia tidak mau pria itu meninggalkannya.


Tubuh Joana ambruk, bersimpuh di hadapan Bizard untuk memohon ampun. "Bee, beri aku satu kesempatan lagi, aku janji akan memperbaiki semuanya, aku mau hamil, Bee. Tapi tolong jangan ceraikan aku. Aku tidak mau!" Tegas Joana sambil terisak-isak.


"Aku sudah memberimu kesempatan berkali-kali, Jo. Tapi apa yang aku dapat? Sampai detik ini, aku tidak mendapatkan apapun. Aku sudah seperti manekin, ada, tapi tidak dianggap. Kamu tidak pernah mendengarkan apapun yang menjadi keluhanku, sementara aku terus dipaksa untuk mengerti kamu. Menurutmu, apakah itu adil bagiku? Tidak, Joana."

__ADS_1


"Bee, aku benar-benar minta maaf, tapi jangan seperti ini. Aku mohon, Bee, aku mohon."


Joana tergugu dengan bahu yang naik turun. Dia tidak ingin kehilangan Bizard, selamanya pria itu hanyalah miliknya.


Namun, kali ini Bizard bergeming, dia telah memikirkan semuanya. Tekad Bizard sudah benar-benar bulat untuk berpisah dengan Joana.


Sekarang ia akan jujur tentang hubungannya dengan Bianca. Dari pada ia terus menyembunyikannya, dan berakhir semakin kacau. Lebih baik hari ini ia selesaikan.


"Perlu kamu tahu, sebenarnya aku—"


Akan tetapi sebelum ia mengatakan semuanya, tiba-tiba perut Joana terasa kram, hingga dia menjerit sambil memegangi bagian tubuhnya yang terasa sakit.


Melihat itu, Bizard langsung menghentikan ucapannya. Kemudian berjongkok untuk mengecek keadaan Joana. Wanita itu mencengkram erat lengan Bizard, semakin tak kuasa dengan apa yang dirasakannya.


"Bee, sakit. Perutku sakit."


Awalnya Bizard merasa itu semua hanya akal-akalan Joana. Namun, lama semakin lama ia tak bisa mengelak. Sebab Joana sampai mengeluarkan keringat dingin di sekitar dahinya.

__ADS_1


"Joana, jangan bercanda!"


"Perutku benar-benar sakit," jawab Joana, semakin ternganga. Dia tidak tahu apa yang terjadi dengan tubuhnya, tetapi ia sudah merasakannya beberapa kali akhir-akhir ini. Dan sekarang adalah yang terparah, sebab rasa sakitnya semakin menyeluruh, membuat ia tak bisa bergerak dengan leluasa.


"Bian!" teriak Bizard dengan kencang, dan Bianca langsung muncul dari persembunyiannya. "Cepat bukakan pintu mobil, kita ke rumah sakit sekarang!" Titah pria itu.


Bizard terlihat cukup cemas melihat Joana yang terus meremass-remass perutnya. Hingga dia mengemudikan mobil dengan kecepatan penuh. Agar mereka cepat sampai di rumah sakit.


Sesampainya di sana, Joana langsung dilarikan ke UGD. Akan tetapi dokter mengatakan bahwa tidak ada masalah serius dengan Joana. Dan ia menyarankan agar Joana melakukan USG, agar hasilnya lebih akurat.


Bizard benar-benar tak paham, hingga akhirnya dia hanya bisa menganggukkan kepala tanda setuju. Dan hasil akhir dari pemeriksaan itu adalah ...


"Selamat, Tuan, Nyonya Joana hamil."


Deg!


"Hamil?"

__ADS_1


***


Bumi gonjang-ganjing 🤣🤣🤣 jangan lupa komen oey


__ADS_2