Hasrat Penggoda

Hasrat Penggoda
Bab 86. Aku Hanya Sebuah Boneka


__ADS_3

Sakit? Jangan ditanya, jantung Bizard seperti diremass dan ditarik dengan paksa, hingga menyisakan rasa yang begitu menyiksa. Tubuh pria itu bergetar hebat, dengan tangan yang meremass amplop pemberian Bianca.


Di sana tertera sebuah keterangan bahwa Joana pernah melakukan aborsi di salah satu rumah sakit. Karena selama ini Bianca telah menyelidikinya, berdasarkan foto USG janin Joana yang tidak bersalah.


Bizard tergugu dan tak berhenti mengeluarkan air mata yang turun begitu saja. Sebenarnya dia menikahi wanita seperti apa? Sehingga bayi mereka pun dibinasakan seperti seekor binatang. Bahkan jika dibandingkan, binatang pun akan menyayangi anaknya meskipun ia tidak memiliki akal dan pikiran.


Nafas pria itu tersengal-sengal, dadanya terasa sangat sesak mengetahui semua fakta ini. Andai Bianca tidak memberitahu, ia tidak mungkin mendapatkan kabar buruk ini. Sebuah kabar yang membuat dunianya seolah runtuh.


Bianca menundukkan kepala dengan tatapan nanar, penuh kesakitan. Tak sanggup melihat Bizard yang sedari tadi terisak dengan tubuh yang terus bergetar. Sementara Joana membelalakkan matanya, tak percaya bahwa Bianca telah mengetahui semua rahasianya, sebuah rahasia yang ia simpan rapih selama ini.


Joana tidak bisa diam saja, atau semua simpati Bizard kepadanya akan hilang semua. Dia pun melangkah pelan ke arah pria itu, tetapi dengan cepat Bizard berteriak.


"BERHENTI!"


Deg!


Kedua wanita itu langsung terkejut. Joana bahkan berjengit dan reflek menghentikan langkahnya. Dan detik itu juga tubuh Joana ambruk, tangis wanita itu pecah. "Bee, aku—" ujarnya dengan terbata, ludahnya tercekat, tak sanggup untuk bicara.


Tatapan Bizard mulai berubah, menjadi tajam dan juga nyalang. Tak disangka dia sebodoh ini, sehingga mati-matian mempertahankan Joana. Sementara wanita itu mati-matian membunuhnya secara perlahan.


"Katakan dengan jujur, apa benar kamu melakukannya?" tanya Bizard dengan suara yang masih lembut, tetapi begitu dingin. Jauh seperti biasanya. Dia berusaha untuk tetap tenang, meskipun tangannya sudah terkepal kuat, siap menghantam apapun yang ada di depannya.


Joana terisak-isak.


"Bee, aku minta maaf. Aku minta maaf, karena aku tidak memberitahumu, tapi semua informasi yang wanita itu berikan tidak sepenuhnya benar. Aku tidak membunuhnya, tapi dia memang sudah meninggal dalam rahimku, jadi aku terpaksa menggugurkannya," jelas Joana, kembali membual, agar Bizard tidak terlalu percaya pada ucapan Bianca.


Namun, semua ucapan itu membuat Bianca tersenyum miris. Karena kini ia pun tahu, Joana memang benar-benar wanita yang keras kepala.

__ADS_1


"Kamu yakin tidak membunuhnya? Kamu pikir aku tidak mencari tahu?" timpal Bianca yang membuat Bizard mengalihkan pandangan matanya. Begitu pun dengan Joana. "Jelas-jelas dalam surat rumah sakit mengatakan, bahwa janin itu diambil secara paksa. Hah, jangan tanya kenapa aku tahu semuanya, karena semua bisa dibeli dengan uang, sama seperti yang kamu lakukan terhadapku!"


Mendengar itu, tentu saja membuat Joana meradang. Sial, Bianca selalu mematahkan semuanya. Akhirnya dengan kemarahan yang meletup, Joana pun bangkit, melangkah ke arah Bianca dan menampar pipi wanita itu dengan keras.


Plak!


"Berhenti bicara omong kosong, dan ikut masalah rumah tanggaku!" sentak Joana dengan wajah marah.


Bianca memegangi pipinya yang terasa kebas. Meskipun sakit, itu semua tidak membuat dia gentar sedikitpun. "Ini rumah tangga kita bertiga, karena aku juga istri dari suamimu."


Joana mendelik, berani-beraninya Bianca bicara seperti itu. Sampai kapanpun, dia tidak sudi dimadu, apalagi dengan wanita rendahan seperti Bianca.


"Lancang kamu, wanita sundal! Kamu pikir kamu hebat? Kamu tidak lebih dari seorang pembohong!" teriak Joana, dia kembali menyerang Bianca, tetapi kali ini Bianca tidak diam saja.


"Kamu jauh lebih pembohong dariku, Joana!"


"CUKUP!" sentak Bizard begitu menggema. Membuat kedua wanita itu terdiam seketika, dengan nafas yang terengah-engah.


"Apakah kalian tidak memikirkan aku? Apakah kalian hanya menguntungkan satu sama lain, tanpa melihat bagaimana perasaanku? Apakah kalian tidak menganggap aku ada? Terlebih kamu!" Tunjuk Bizard pada Joana, membuat wanita itu semakin terpojokan. "Bagaimana kamu bisa membunuhnya? Salah apa dia? Hah, salah apa dia sampai kamu menghilangkan nyawanya!? Jawab aku!"


Joana terdiam, melihat Bizard yang begitu menyedihkan pun membuat dia merasa cukup bersalah. Selama ini dia hanya minta dimengerti, tanpa mau mengerti keadaan suaminya.


Dia tidak pernah jujur, padahal ia tahu Bizard akan selalu memakluminya. Yah, dia akui dia memang keras kepala, selalu ingin menang dan unggul dengan siapapun.


"Saat itu aku belum siap, Bee, kamu juga tahu aku sibuk bekerja, jadi aku tidak mungkin hamil. Karena resikonya besar." Jawaban Joana seperti bom yang meledakkan seluruh dunia Bizard.


Pria itu memejamkan matanya kuat-kuat dengan urat-urat yang terlihat menonjol di sekitar pelipisnya. Menunjukkan bahwa dia benar-benar geram dan muak dengan situasi ini.

__ADS_1


"****!!! Bahkan kita bisa membicarakan itu semua. Berapa kali aku bilang, agar kamu berhenti bekerja? Berapa kali aku menawarimu untuk membuka usaha sendiri pada waktu itu? Berapa kali aku harus memberitahumu bahwa aku sanggup membiayai hidupmu, tanpa kamu harus bersusah payah. Dan aku tanya, sudah berapa kali aku memaklumimu? Aku selalu mengalah Joana, tapi sedikitpun aku tidak ada harganya. Bahkan kamu sampai membunuh anakku! Apa salahku?!" teriak Bizard sambil terisak-isak. Dia benar-benar terlihat sangat lemah.


Bianca yang tak sanggup melihat itu langsung berlari ke arah Bizard dan memeluk tubuh pria itu. Tak peduli Bizard akan menolaknya atau tidak, yang jelas dia ingin sekali memeluk Bizard untuk yang terakhir kalinya.


Mata Joana membulat dengan sempurna, saat melihat Bianca memeluk Bizard tepat di depan matanya. Rasanya dia sangat geram, tetapi tidak dapat berbuat apa-apa. Apalagi saat melihat Bizard hanya terdiam sambil terus menangis.


"Maafkan aku, Bee, maaf," lirih Bianca sambil mengeratkan pelukannya pada tubuh kekar itu. Dia sadar Bizard tidak membalas ataupun menolaknya, tetapi setidaknya itu lebih baik.


Untuk beberapa saat ke depan, tidak ada yang berani bersuara, sebab Joana pun kini tidak dapat melakukan pembelaan terhadap dirinya. Dia terlalu takut melihat kemarahan Bizard yang begitu besar.


Hingga tak berapa lama kemudian, terdengar helaan nafas kasar dari mulut Bizard. Pria itu sudah berpikir tentang semuanya. Dia hanya sebuah boneka untuk Joana dan Bianca, hingga akhirnya dia memutuskan. "Aku akan menceraikan kalian berdua. Aku tidak mau lagi menjadi boneka, karena seharusnya kalian tahu, aku adalah manusia, aku memiliki perasaan, dan aku bisa merasakan sakit hati."


Bianca menggigit bibir bawahnya dengan sangat kuat. Akhirnya kalimat itu keluar dari mulut Bizard. Namun, setidaknya dia telah jujur, dan tidak membohongi pria itu lebih lama. Perlahan Bianca melepaskan pelukannya.


Dia memberanikan diri untuk menatap wajah Bizard. Satu-satunya pria yang telah memiliki hatinya. Bianca tak berhenti untuk menangis, ikut merasakan betapa sakitnya menjadi Bizard. Sebab dalam lubuk hati Bianca, dia mencintai pria itu. Namun, dia pun sadar bahwa Bizard pasti sangat membencinya saat ini.


Dan dia akan memegang komitmen yang sudah dia bangun dari awal. Setelah dendamnya terbalaskan. Maka dia akan melepaskan Bizard. Dan pergi jauh dari kehidupan pria itu.


"Aku akan menerimanya, Bee. Aku minta maaf untuk semua yang telah aku perbuat. Mulai detik ini, aku kembalikan semua fasilitas yang telah kamu berikan padaku. Aku tidak akan memintanya sedikitpun. Dan aku juga sangat berterima kasih, kamu telah memberikan sesuatu yang tidak pernah aku dapatkan dari orang lain. Sesuatu yang sangat indah, aku berjanji, aku akan menjaganya. Aku pergi …."


Bianca mengangkat tangan untuk menghapus air matanya, kemudian dia menoleh ke belakang, tepat ke arah Joana. "Dan untukmu, aku tunggu di persidangan. Silahkan bawa pengacara terbaikmu, agar kamu kembali bebas dari tuduhan."


Deg!


Joana langsung menatap nanar, Bianca benar-benar menghancurkan hidupnya, hancur sehancur-hancurnya.


****

__ADS_1


Pokoknya minta kopiiiiiiii😭😭😭


__ADS_2