
Bianca sangat terkejut ketika mendengar suara pintu terbuka. Padahal kini dia tengah membuka seluruh pakaian yang melekat di tubuhnya. Namun, detik selanjutnya dia tersenyum, karena tahu siapa pelakunya.
Dia datang. Bianca menggigit bibir bawahnya, kemudian menjatuhkan pakaian yang baru saja dia buka.
Di belakang sana, Bizard mengunci pintu kamar Bianca setelah memastikan Joana pergi dari rumah. Pria itu yang sempat berwajah masam itu mengulum senyum, saat melihat keindahan tubuh Bianca yang belum bisa dia nikmati sepenuhnya.
Selama dua hari ini, mereka hanya bermain-main, saling menyenangkan satu sama lain dengan cara yang berbeda.
Bizard melangkahkan kakinya menuju wanita yang kini membelakanginya. Tubuh putih Bianca terlihat sangat menggiurkan, membuat Bizard tak bisa untuk tidak tergoda. Pria itu langsung melingkarkan tangan di pinggang ramping Bianca, mengecup bahu polos itu dengan gerakan sensual membuat Bianca beringsut kegelian.
"Mau aku mandikan?" tanya Bizard berbisik tepat di telinga Bianca.
Wanita cantik itu memegang kedua tangan Bizard yang menaut di antara perutnya. Kemudian sedikit menoleh ke belakang. "Memangnya aku seorang bayi yang tidak bisa mandi sendiri?"
Bizard tersenyum lebar, dia mengecupi tengkuk Bianca yang ternyata memiliki tato bergambar lebah. "Tak peduli kamu bayi atau bukan, yang jelas aku akan memandikanmu, Sayang." Bizard mengangkat tubuh Bianca, membuat wanita itu langsung mengalungkan tangan di lehernya.
"Ternyata kamu pemaksa!" cibir Bianca, tetapi Bizard tampak tak peduli, dia melangkah ke arah kamar mandi membawa Bianca dalam gendongannya.
Pria itu menurunkan Bianca di bawah shower, sementara dia malah berdiri sambil memandangi tubuh polos Bianca. "Aku baru tahu kamu memiliki tato lebah, kapan kamu membuatnya?"
Bianca langsung menyentuh tengkuknya, di mana tato itu berada. Tato ini dia buat beberapa bulan yang lalu, sebelum bertemu dengan Bizard.
"Yang jelas sebelum bertemu denganmu."
Bizard menghembuskan nafas. "Aku tahu, Sayang. Tapi kenapa tidak buat di sini saja?" Bizard menunjuk salah satu dada Bianca, membuat wanita itu langsung menepisnya. Dia tahu Bizard tengah menggoda dirinya.
__ADS_1
"Itu sih mau kamu!"
Pria tampan itu terkekeh, dia maju satu langkah membuat Bianca mundur hingga punggungnya menyentuh dinding kamar mandi. "Kalau iya memang kenapa? Supaya aku bisa melihatnya lebih leluasa."
"Sudah jangan menggodaku! Aku ingin mandi, jadi lebih baik kamu keluar!"
Bianca mendorong dada Bizard, tetapi pria itu sama sekali tak bergeser dari tempatnya. "Sayang, keluar! Tubuhku ini kotor, aku harus membersihkannya dulu."
"Biar aku yang bersihkan."
"Tidak mau!"
"Harus mau."
"Aku tidak peduli." Tepat pada saat itu, Bizard menyalakan keran, tak peduli tubuhnya yang basah karena terkena percikan air. Bizard membuka kaos rumahan yang melekat di tubuhnya, sama seperti kemarin dia hanya menyisakan benda segitiga yang menempel menutupi ular kesayangannya.
Bianca hanya bisa menatap tubuh kekar itu dalam diam, tak munafik dia mengagumi dada bidang Bizard yang terlihat begitu kokoh. Juga wajahnya yang tampan rupawan, hanya wanita bodoh yang menyia-nyiakan pria perkasa seperti Bizard.
Bizard mengangkat tangan, melihat Bianca yang sedari tadi seperti ingin menyentuh dirinya. Pria itu meraih pergelangan tangan Bianca kemudian membawa jari jemari itu tepat di depan dadanya.
"Milikmu," ucap Bizard, menyadarkan lamunan Bianca. Wanita itu langsung mendongak, menatap wajah tampan Bizard yang menunjukkan sorot mata teduh. Bianca seperti terhipnotis, hingga dengan nalurinya dia mengangkat tangan dan menarik tengkuk Bizard.
Kemudian mengecup bibir pria itu lebih dulu. Namun, tidak akan menjadi sebuah kecupan bagi Bizard. Karena dia menahan tubuh Bianca agar tidak menjauh darinya. Dia membalas ciuman Bianca, dan mulai menyesap, melumaat bibir seksi itu dengan kasar.
Tak hanya itu, Bizard juga memberikan sentuhan lembut pada tubuh Bianca. Dan wanita itu menyambutnya dengan antusias. Bianca meremass dada Bizard hingga membuat pria itu semakin bergairah.
__ADS_1
"Kamu yakin kamu milikku?" tanya Bianca dengan nafas yang memburu. Dan Bizard langsung menganggukkan kepala.
Dia mengangkat tubuh Bianca, kemudian membawa tubuh wanita itu merapat di dinding. Bizard menunduk, kemudian menyesap bagian dada Bianca bergantian.
Tubuh wanita itu seperti terbakar, sebelum mereka jatuh semakin dalam, dia harus mendapat keuntungan. Bianca berusaha untuk mengangkat kepala Bizard yang terus bermain di dadanya, hingga kini pria itu berhadapan langsung dengan dia.
"Bi, aku menginginkannya," ucap Bizard, yang pada akhirnya tak dapat menahan lebih lama lagi. Dia menginginkan lebih dari ini. Yaitu sebuah penyatuan yang sempurna.
Bianca menatap wajah Bizard yang sudah berkabut hasrat. Wanita itu menangkup kedua sisi wajah Bizard, membuat mereka saling tatap dengan begitu lekat.
"Kamu menginginkan aku?" tanya Bianca.
Bizard mengangguk tanpa ragu.
"Aku akan memenuhi permintaanmu, tapi dengan satu syarat."
"Apa?"
"Nikahi aku!"
***
Nikah nggak tuh๐๐๐
Ayo semangati palkorkuuuu๐๐๐
__ADS_1