Hati Yang Terpasung

Hati Yang Terpasung
Bab 15


__ADS_3

Pembangunan irigasi telah di mulai. Kabar pembangunan irigasi itu, membawa angin segar


kepada banyak para petani.


Dengan adanya irigasi itu, para petani berharap tingkat kehidupan mereka berubah baik.


Selama ini para petani mengelola, tanah pertanian mereka dengan mengharap air hujan saja. Sehingga panen hanya sekali setahun.


Beda kalau ada irigasi, tentu sawah bisa di kelola


dua kali setahun. Jika pendapatan bertambah tentu taraf hidup para petani pun akan berubah.


Kabar itu juga sampai ke telinga pak Vincent! Dia geram bukan main.


Karena lokasi di bangunnya irigasi itu adalah tanah sengketa. Tanah yang menjadi persoalan dua keluarga, yang berseteru dua puluh tahun lalu.


Dua puluh tahun lamanya lahan itu terbengkalai. Kenapa tiba- tiba lahan itu di kelola lagi.


Vincent benar- benar penasaran dengan Ceo Bara. Yang menurut laporan anak buahnya, adalah pemipin baru perusahaan Artha Group.


Perusahaan yang selama ini ibarat lumut ytumbuh di atas batu. Mendadak berbenah diri. Gebrakannya tidak tanggung- tangung.


Dalam tempo singkat, sudah mampu menyaingi banyak perusahaan di kota ini. Bahkan sampai ke luar kota juga. Usaha mereka telah menancapkan giginya.


Buktinya, baru- baru ini mereka telah menandatangai Mou kerja sama dengan beberapa penanam modal.


Sudah wajar Vincent merasa terancam. Apabila irigasi itu berhasil di bangun. Akan menjadi ancaman bagi usahanya.


Di seberang sungai itu berdiri pabrik penyulingan obat terlarang yang dia kelola. Bahkan ladang ganjanya saat ini sedang tumbuh dengan subur.


Bila lokasi tanah pertanian itu di bangun. Otomatis daerah itu akan berkembang pesat. Fasilitas lainnya akan bertumbuh sesuai kebutuhan.


Itu akan menjadi sebuah malapetaka! Yang akan mengancam hidupnya. Meski dia punya beberapa polisi korup yang menjadi bekingnya selama ini. Hal itu tidak akan menjamin keselamatannya.


Jalan satu- satunya dia harus hancurkan semua rencana pembangunan irigasi itu. Serta pengembangan tanah pertanian itu.


" Rendra.....!!!!" teriak Vincent keras dari ruang kerjanya.


" Siap bos! "


" Coba lihat ini!" Vincent menunjukkan sebuah vidio, pembangunan irigasi.


" Bagaimana kamu bisa ketinggalan berita ini, hah!" gertak Vincent


" Maaf pak. Sebenarnya saya sudah sampaikan informasi itu, kemarin. Tapi bos lebih fokus masalah Sava. Bos tirdak memberi instruksi padaku."


" Aku ingin kamu ganggu pembangunan irigasi itu. Bagaimana caranya, itu terserah. Pokoknya

__ADS_1


proyek itu harus gagal. Faham!"


" Baik bos. Perintah siap di laksanakan!" seru Rendra. Lalu menghubungi anak buahnya lewat telepon seluler.


***


Deru mesin pengocok semen, serta suara hingar bingarnya sebuah proyek pembangunan irigasi.


Bara mengawasi langsung proses pembangunan irigasi tersebut.


Bara ingin segala sesuatunya di laksanakan dengan cermat. Proyek besar itu harus berjalan sesuai target yang tertera dalam perjanjian tender.


Maka, untuk memastikan semua berjalan dengan baik. Bara selalu menghabiskan waktunya mengawasi proyek.Kadang bergantian dengan Frank.


" Bagaimana pak? Apakah ada kendala yangbdi hadapi?" tanya Bara pada mandor pengawas.


" Sejauh ini belum ada pak. Hanya saja, kemarin saya dapat laporan dari anak buah saya, pak."


" Soal apa pak!" sahut Baraba antusias.


" Sebenarnya sih, belum tau apa tujuan mereka. Tapi gelagat mereka sangat mencurigakan. Tak bisa kita abaikan begitusu saja, pak Bara."


" Ayo katakan saja pak. Jangan segan- segan!"


" Begini pak Bara. Anak buah saya merasa di buntuti oleh orang tak di kenal. Setiap kali mereka mengawal pengiriman bahan bangunan pak."


" Belum pak! Kejadiannya juga baru dua hari ini. Kita khawatir siapa tau mereka itu tengah memata- matai pak!"


" Baiklah pak! Aku akan siapkan anak buahku untuk mengawasi pembangunan proyek. Begitu juga denga pengiriman bahan bangunan ke tempat proyek."


" Trimakasih pak atas kebijakannya , pak!" ucap mandor pengawas lega. Sebenarnya anak buahnya telah mendapat ancaman. Agar menghentikan pengiriman material bahan bangunan, melintasi jalanan tertentu. Karena akan merusak pasilitas jalan.


Karena tonase barang yang terlalu berat. Padahal barang yang di bawa sesuai standar. Mereka punya izin dan mematuhi peraturan yang berlaku.


Kok tetiba saja ada larangan melintasi jalan!


Bara menanggapi serius aduan mandor pengawas. Dan tidak habis pikir siapa yang melakukan itu.


Apakah mereka itu anak buah Rendra?


Jika benar, buat apa mereka memata- matai pembangunan proyek irigasi. Apakah secara kebetulan mereka sama- sama melintas di jalan itu.


Yah, Sejauh mereka belum bertindak apa- apa. Semisal bertindak arogan, atau melarang. Biar sajalah. Yang penting waspada dan berhati- hati.


Beda cerita kalau mereka melakukan intimidasi kepada para pekerja. Atau menghalang halangi pengerjaan proyek.


***

__ADS_1


Di tempat terpisah, Rendra memberi laporan atas pengamatan mereka beberapa hari ini.


" Mereka tengah membangun irigasi bos, di tanah sengketa itu. Aktifitas pengiriman bahan material pembangunan proyek hampir setiap hari berlangsung." jelas Rendra.


Vincent mengepalkan tanganya geram.


" Beraninya mereka membangun irigasi.di sungai.itu. Kamu tau siapa Ceo Bara itu? Rumor yang aku dengar dialah penggagas pembangunan proyek itu."


" Info yang kami dapat, dia adalah Ceo yang di rekrut Frank untuk memimpin Perusahaan Artha Group. Selebihnya siapa dia, saya belum tau bos.!"


" Info soal dia saja, kamu tidak tau! Dasar bodoh!"


maki Vincent kesal. Dan membanting asbak kaca hingga pecah!


" Sekarang keluar kamu! Jangan berani datang ke mari, bila info soal Bara belum kamu dapat!" hardik Vincent tak mampu mengontrol emosinya.


Tanpa ngomong apa- apa, Rendra langsung cabut. Ngeri juga melihat bosnya marah seperti itu.


" Hem, auman singa ompong itu, ternyata masih menakutkan!" batin Rendra kecut.


Rendra berpikir keras, bagaimana caranya mengorek informasi tentang Bara. Tentu dia pasti punya jejak tentang siapa dia. Keluarganya, teman atau apalah. Karena gak mungkin dia lahir dan besar begitu saja.


Tetapi kenapa perihal dirinya begitu misterius?


Satu- satunya orang yang bisa di tanyai.adalah Frank. Karena dialah yang membawanya ke kota ini. Tapi tak mungkin mengorek info dari Frank. Sama saja dengan bunuh diri berhadapan dengan lelaki itu.


Frank bukan orang sembarangan. Dialah yang selama ini menjaga tanah pertanian almarhum pak Wisnu.


Rumor yang dulu sempat beredar, Frank adalah calon menantu pak Wisnu. Tapi calon istrinya juga ikut meninggal, setelah pembantaian keluarga Hartono dengan istrinya.


Sejak itulah Frank jadi pengelola tanah pertanian keluarga pak Wisnu. Tapi tanah yang dia kelola cuma sedikit, sepertinya hanya untuk kebutuhan saja.


Tidak setelah kedatangan Bara, tanah pertanian yang luas itu. Yang telah terbengkalai sejak dua puluh tahun lalu, tetiba di garap lagi.


Bahkan untuk menunjang pengelolaan tanah pertanian itu. Kini di bangun irigasi.


Yang membuat bosnya murka!


Perseteruan dua keluarga kaya itu di picu atas kepemilikan sungai yang menjadi tapal batas tanah mereka.


Rendra tau kisah itu, sebab saat itu dia sudah menjadi anak buah pak Vincent.


Kedua kubu saling mengklaim sungai itu adalah milik mereka. Hal yang sebenarnya , tanah dan sungai di perbatasan itu adalah milik keluarga pak Wisnu.


Vincent sengaja mencari masalah, agar lahan di sekitar sungai itu tidak di kelola. Karena adanya ladang ganja milik Vincent.


Untuk memuluskan rencanaya itu, karena pak Hartono telah mengetahui ladang ganja itu, Keluarga Hartono di habisi. ***

__ADS_1


bersambung.


__ADS_2