Hati Yang Terpasung

Hati Yang Terpasung
Bab 27


__ADS_3

Rasa sakit itu makin menghantam kepala Bara. Sehingga ia tak sadarkan diri. Untung saja Bas melihat Bara yang hendak jatuh. Buru- buru Bas menyangga tubuh Bara.


" Kenapa dia?" tanya Frank saat melihat tubuh Bara, ambruk.


" Tidak tau pak, tiba- tiba saja pingsan." sahut Bas kebingungan.


Frank mendekati tubuh Bara. Memeriksa keadaan tubuhnya. Apa mungkin karena dia di serang tadi?


Frank memerciki wajah Bara. Beberapa saat Bara siuman dari pingsannya.


Bara masih menekan kepalanya, rasa pusing itu tidak sehebat tadi lagi.


" Ada apa Bara?" tanya Frank mencemaskan kondisi Bara.


" Sepertinya ingatan ku sudah pulih om. Aku sudah ingat peritiwa malam itu." lenguh Bara.


" Benarkah?" tandas Frank tak percaya. Kebapa bisa tiba- tiba saja ingatan Bara pulih.Setelah dua puluh tahun berselang.


" Mungkin karena pin yang yang om temukan itu. Begitu aku melihatnya, ingatan ku seakan di bawa ke masa lalu."


" Hem, bisa jadi. Baguslah kalau ingatanmu sudah kembali. Akan lebih mudah bagimu untuk mengingat kejadian itu."


Bara telah mengingat peristiwa itu dengan jelas. Bayang- bayang yang selalu hadir menghantui setiap mimpinya, satu persatu semakin dapat ia urai. Bukan sekedar menebak lagi.


" Sebaiknya kita ke meninjau proyek saja. Om takut mereka kembali membuar onar di sana." cetus Frank.


Sesampai di proyek ternyata keadaan aman terkendali. Tidak ada gangguan sama sekali.


Sekalipun begitu, Frank tetap memerintahkan anak buahnya untuk meningkatkan pengamanan di sekitar lokasi proyek. Untuk berjaga- jaga dari segala kemungkinan.


Sementara di ke diaman Vincent, lelaki tua itu kembali mengamuk. Karena orang suruhannya kembali gagal membunuh Bara.


" Dasar tolol! Kalian benar- benar tidak becus melaksanakan pekerjaan. Satu orang saja tidak bisa kalian bunuh. Sementara kalian berempat.!


Percuma kalian aku bayar!


" Maaf pak Vincent, sebenarnya kami sudah hampir bisa mengalahkannya. Tapi tiba- tiba ada bantuan menolongnya."


" Banyak kali alasan kalian. Apa susahnya membunuhnya, hah!" seru Vincent murka atas ketidak becusan anak buahnya.

__ADS_1


Hanya membunuh seorang bocah ingusan saja, mereka tidak mampu. Percuma ia datangkan pembunuh bayaran! Untuk menghabisinya.


" Aku beri kalian satu kesempatan lagi. Untuk menghabisinya. Tidak ada alasan untuk gagal kali ini!" hardik Vincent geram.


Semua anak buahnya tertunduk tak satupun yang berani bersuara. Hingga mereka di perintahkan untuk bubar.


Vincent benar- benar pusing bagaimana cara untuk menyingkirkan Frank dan anak buahnya.


Selama ini dia terlalu meremehkan Frank. Tak di sangka Frank sedang menyusun kekuatan untuk menghancurkannya.


Ternyata anak Hartono yang dia kira telah meninggal selama ini masih hidup. Dan keberadaannya masih simpung- siur. Tak ada informasi yang dia peroleh tentang keberadaan anak itu.


Dan informasi yang dengar akhir- akhir ini, anak itu telah menjadi dewasa. Dia curiga anak itu adalah Bara. Ceo perusahaan Artha Group yang baru.


Yang di datangkan dari luar negeri. Entah benar atau tidak info itu. Dia sudah menyewa orang untuk mencari info. Tapi hingga sekarang hasilnya pun belum ada.


Karena itu ia perintahkan anak buahnya menculik Bara. Karena ia ingin mengorek keterangan langsung dari sunber yang ia curigai. Tapi semua rencana itu kandas.


Jangankan menangkapnya, malah anak buahnya yang babak belur.


Rendra yang ia andalkan selama ini pun sudah tak bisa ia harapkan lagi. Di suruh mencari Sava, perempuan yang pernah ia sekap, hingga kini tidak ada kabar beritanya.


Seolah lenyap di telan bumi!


Ataukah anak itu mati dalam pelariannya? Atau ada seseorang yang telah menyembunyikannya?


Kalaupun ada yang menolongnya. Mustahil tak bisa did temukan. Anak buahnya tersebar di kota ini. Tidak mungkin tak ada satupun yang pernah melihatnya.


Di saat Vincent sibuk dengan pikirannya sendiri, ponselnya berdering.


" Pak Vincent, tolong kami pak! Kami terjebak di kapal pak! Polisi sedang razia. Sepertinya ada pihak yang membocorkan pengiriman ini pak!"


" Brengsek! Bagaimana bisa, hah! " jika pengiriman barang kali ini gagal, kerugian yang akan di terima Vincent akan sangat besar.


" Halo..halo...." berulang kali Vincent mengontak nomor anak buahnya itu tetap tidak tersambung. Vincent benar- benar kalut.


Selalng beberapa menit ada nomor baru yang menghubunginya. Sejenak Vincent ragu menerima panghilan itu. Karena penasaran Vincent mengangkat telepon itu.


" Ya, halo siapa ini?"

__ADS_1


" Kapal pengangkut barang bapak telah di tangkap petugas di lepas pantai."


" Sial! Benar- benar sial." maki Vincent seraya melemparkan apa saja, yang ada di dekatnya.


"Apa ada yang telah berhianat padanya. Sehingga pengiriman barangnya kena razia di lepas pantai?


Lalu siapa? Bukankah selama ini semua berjalan lancar. Para petugas telah ia sogok di setiap posko. Lalu kenapa bisa seperti ini?" batin Vincent lemas.


" Bagaimana kalau anak buahnya mengaku kalau barang itu adalah miliknya. Tentu ceritanya akan makin ruwet. Bisa- bisa bisnisnya akan terancam.


Belum lagi ancaman dari pihak Frank yang telah membangun proyek irigasi. Serta rencana mereka yang akan membuka kembali daerah tanah pertanian itu.


Bila tanah pertanian itu di kelola, berarti kehidupan para petani akan meningkat. Masyarakat sekitar tidak akan datang padanya lagi meminjam uang. Dan itu berarti tidak akan ada lagi yang menggadaikan tanahnya.


Vincent makin kalut saja. Jalan satu- satunya adalah memulai genderang perang. Seperti dulu. Mengahabisi keluarga Hartono.!


Hanya itu jalan satu- satunya agar bisnisnya tetap berjalan. Dan setelah itu , ia akan memiliki tanah pertanian itu. Membangun kerajaannya. Tanpa ada gangguan lagi.


Bila perlu ia akan turun tangan , ikut terlibat secara langsung. Sehingga semuanya berjalan lancar.


Sunggu serakah! Meski umurnya telah enam puluhan lebih, Vincent masih memikirkan harta duniawi!


Padahal dia sudah tak memiliki anak dan istri. Entah siapa nanti yang akan mewarisi hartanya.


Toh, semua hartanya itu tidak akan dia bawa mati.


Tapi masih saja ia belum puas dengan apa yang ia miliki sekarang ini.


Masih saja ia tega berbuat kejam pada orang lain.


Vincent menyusun berbagai rencana, agar ia bisa merealisasikan nanti semua yang inginkan.


Tinggal menungu hari "H" nya saja.


Vincent boleh saja berencana apa pun dalam hidupnya. Tetapi orang lain pun pastinya punya rencana juga dalam hidupnya.


Apa yang kita tabur, pasti itulah yang kita tuai nanti.


Selama ini Vincent begitu mudah melakukan apa saja kepada orang lain. Tanpa pernah berpikir orang akan melakukan balas dendam akan semua yang dia lakukan.

__ADS_1


Perlahan tapi pasti, karma itu akan datang dalam kehidupan seseorang. Baik itu karma baik atau karma buruk.


Sudah terlalu banyak air mata dan darah yang tertumpah. Dan pada akhirnya akan menuntut balas. Cepat atau lambat itu pasti akan datang.


__ADS_2