Hati Yang Terpasung

Hati Yang Terpasung
Bab 39


__ADS_3

Sunguh sebuah kejutan! Lagi- lagi Bara harus menerima kejutan! Ketika Sisy, tiba - tiba saja hadir di rumah.


Masih di pagi buta! Saat klakson mobil meraung- raung memecah kesunyian di hutan pinus. Tempat kediaman Bara.


Bi Arni yang lebih dulu mendengar suara klakson mobil itu. Sangat berisik, hingga membuat tidurnya terganggu.


Tapi bi Arni takut untuk sekedar mengintip, lewat jendela. Dengan perlahan, bi Arni mengetuk pintu kamar Bas.


" Ada apa bi? Aduh! Suara apa itu, berisik banget,bi!" ucap Bas, menutup ke dua telinganya.


" Sepertinya ada tamu nak, Bas!"


" Tamu apa sih! Tak ada sopan sama sekali!" gerutu Bas, mengintip ke luar lewat jendela kaca.


" Ada taxi di luar bi. Tapi siapa bertamu ke sini, pagi- pagi begini?" Bas hendak ke luar membuka pintu. Tapi di cegah bi Arni.


" Jangan, Bas. Gimana kalau dia itu orang jahat. Ayo, bangunkan dulu nak Bara. Bibi takut ada apa- apa nanti." tapi Bara sudah keburu muncul di anak tangga.


" Suara apa itu, bi. Berisik sekalali. Apa Bas sudah gila, buat onar di pagi buta begini?" ceracau Bara. Karena belum menyadari kalau Bas berdiri di sisi bi Arni.


" Bukan Bas, nak Bara. Tuh kayaknya ada tamu"


" Tamu? Tamu siapa bi? Di pagi buta begini!?"


Bara menyalakan lampu, untuk menerangi ruang tamu. Lalu menuju pintu, memutar anak kunci.


Kurang ajar sekali orang yang bertamu, ke rumahnya di pagi buta begini. Monolog hati Bara. Bersamaan dengan itu, pintu rumahnya di ketuk kasar.


Seperti orang ketakutan saja!


Begitu pintu di buka muncul sesosok tubuh, terbingkai dipintu. Dengan wajah pucat pias menahan hawa dingin.


" Sisy...!" teriak Bara kaget. Bara tak percaya sama sekali, dengan apa yang ia lihat di depan matanya.


Bisa- bisanya Sisy datang ke rumahnya. Berkali- kali Bara mengucek matanya.


" Bara, kamu gak menyuruh ku masuk dulu. Aku bisa mati beku di sini. " ucap Sisy gemetar, melintasi Bara. Menerobos masuk.


Bara tersadar kalau ia tidakk sedang bermimpi.


Supir taxi mengantar koper Sisy di depan pintu rumah. Tanpa bicara apa- apa langsung pergi. Tapi Bara mencegatnya. Dan bertanya perihal Sisy. Si sopir cuma bilang kalau dia nekad minum tuak!


Bara menutup pintu. Dan mengejar langkah Sisy di ruang tamu.

__ADS_1


" Apa- apaan kamu Sy? Tiba - tiba datang ke sini tanpa pemberitahuan!" bukannya menyambut kedatangan Sisy dengan ramah. Bara malah mencecarnya.


Sisy dengan sikap acuhnya tak perduli sama sekali.


Bas dan bi Arni, saling berpandangan. Heran!


" Tuan rumah yang sungguh sadis! Di kunjungi malah marah- marah. Apa kamu tidak rindu aku? Padahal aku sangat merindukan kamu, Bara! Kamu menghilang sudah lebih satu tahun. Tanpa pamit. Mati- matian aku membujuk Richard untuk mendapatkan alamatmu. Tapi dia sangat jahat. Dia tidak mau memberitahuku. Tapi bukan Sisy kalau tidak bisa berbuat licik, ha..ha."


" Buat apa kamu ke mari. Kedatanganmu sungguh tak sopan." seru Bara. Tiba- tiba Bara mencium aroma tak sedap dari mulut Sisy. Sepertinya Sisy habis minum alkohol.


" Kamu habis minum , ya?" kernyit Bara menatap tajam ke arah Sisy.


" Iya, aku hanya perlu minum sedikit. Di sini terlalu dingin. Aku sangat lelah, Bara. Aku tidur dulu ya. Besok saja kita bicara, hegk! " Sisy langsung membaringkan tubuhnya di sofa.


Bas memeriksa tubuh Sisy, dan memastikan apa dia pingsan.


" Ngorok, bos. Beruntung sekali dia sampe di sini dengan selamat." guman Bas.


" Dia siapa nak, Bara?"


" Teman saya bi. Aku tak menyangka dia senekad ini datang menjumpaiku. Padahal kami sudah lama tak bertemu."


" Trus kenapa dia bau alkohol, nak Bara? "


" Entahlah, bi. Selama aku mengenalnya dia tidak suka minum- minum." Bara membetulkan letak tidur Sisy yang tidur di sofa. Dan meminta selimut sama bi Arni.


Dan heran mendengar suara yang agak rame di bawah. Sesampainya di ruang tamu, Sava melihat Bara tengah menyelimuti seseorang di sofa.


Pandangan mata Sava dan Bara bersirobok. Sava sangat terkejut, ternyata yang di selimuti Bara adalah seorang gadis cantik. Entah tertidur atau pingsan.


Siapa dia? Kok tiba- tiba ada tamu, di pagi buta begini?


Melihat sorot mata Sava yang sarat tanya, Bara mendekati Sava.


" Dia sangat beruntung, bisa sampai di rumah ini. Padahal kondisinya dalam keadaan mabuk." jelas Bara sebelum Sava bertanya.


" Dia, siapa?" tanya Sava.kebingungan.


" Dia temanku semasa di luar negeri. Entah dari siapa dia menemukan alamat ini." Bara menatap Sisy yang tertidur pulas. Dengan sorot mata yang sulit di artikan Sava.


"Namanya Sisy. Entah apa yang membawanya nekad sampai ke sini. Aku harus hubungi Richard dulu." bergegas Bara ke kamarnya.


Sava tambah bingung. Siapa pula Richard! Sisy aja belum jelas dia tau siapa. Tambah dengan Richard lagi. Hati Sava membatin.

__ADS_1


" Bi, dia itu datang dengan siapa?"


" Sendirian nak, Sava. Taxi yang antar. Kayaknya dia itu habis minum. Tercium kok tadi baunya."


" Hem siapakah perempuan ini. Apa hubunganya dengan Bara? Pacarnyakah? Ada rasa cemburu di hati Sava. Saat melihat mata Bara yang menatap Sisy begitu intens.


Dan mau apakah dia jauh-jauh ke sini, hanya untuk menjumpai, Bara. Jika tidak ada hal spesial yang menjadi alasannya.


Ah! Apapun yang menjadi alasannya, itu bukan urusanku. Aku bukan siapa- siapanya Bara. Bara pasti akan mencari wanita yang lebih pantas untuknya. Ketimbang dirinya, yang tidak punya apa- apa.


Di banding dirinya, Sisy jauh lebih pantas untuk Bara.


Entah kenapa, fikiran Sava di penuhi yang tidak masuk akal.


Mungkinkah ini karena rasa cemburu? Atau karena perasaan takut kehilangan? Sava merasa jadi bodoh sekali oleh pikiran piciknya.


" Bi, kita masak aja yuk. Biar saja dia tidur."


" Iya nak Sava. Bibi juga udah gak bisa tidur lagi ini. Tanggung!"


Sementara, Bara tengah mencari info tentang Sisy ke Richard. Tapi sayang, Richard tak merespon. Mungkin Richard sedang sibuk.


Kembali Bara ke ruang tamu. Dalam benak Bara ada sesuatu yang mencurigakan dengan kedatangan, Sisy.


Terlalu sulit untuk di mengerti, jika Sisy datang tanpa ada tujuan yang sangat penting. Apakah ini ada kaitannya dengan peringatan yang di beritahukan polisi, kemarin.?


Apa mungkin Sisy di mamfaatkan seseorang untuk menjebaknya. Atau untuk memata- matainya?


Bara harus waspada. Segala kemungkinan bisa saja terjadi. Bara tak boleh lengah!


" Bas!" bisik Bara pelan di telinga Bas, yang sedang terkantuk -kantuk di sofa.


" Eh, ada apa bos?" beliak Bas kaget seraya mengucek ke dua matanya.


Bara mengajak Bas ke kamarnya.


" Aku curiga dengan kedatangan, Sisy. Menurut kamu ada yang janggal gak?"


" Maksud bos, tentang Sisy ya?" Bara mengangguk.


" Jika hanya untuk mengejarku, bagiku tak masuk akal Sisy nekad datang ke sini. Itu terlalu berlebihan. Aku tak pernah merespon perasaannya padaku.


Apa lagi kami sudah lama, tak bertemu. Kenapa bisa tiba- tiba dia muncul di sini. Dalam keadaan mabuk pula.

__ADS_1


Apa Sisy habis di cekoki alkohol atau obat terlarang?" guman Bara seolah pada dirinya sendiri.


" Kita tanyakan saja bos, setelah dia bangun nanti." ujar Bas. ****


__ADS_2