
Bara menjumpai tamunya, yang sudah menunggu di ruang tamu. Bara menyalami ke dua tamunya. Bara tidak mengenalinya. Jadi ia sedikit heran, apalagi karena kedatangan mereka tanpa pemberitahuan lebih dulu.
" Maaf pak, ada perlu apa datang malam- malam begini?"
" Maaf juga pak, Bara. Jika kedatangan kami telah mengganggu istirahat bapak."
" Tidak apa- apa. Silahkan Pak."
" Begini pak Bara. Kami sengaja datang malam ini. Sehubungan dengan kematian, almarhum pak Vincent. Kami hendak memperingatkan bapak. Untuk lebih waspada. Karena ada pihak tertentu yang akan mengancam keselamatan, Bapak."
" Maksud bapak ada yang akan balas dendam dengan, saya?"
" Kira- kira begitulah, pak. Kami perlu melindungi bapak. Karena kami mendapat rumor, ada kartel lain yang mau datang ke kota ini. Sepertinya mereka adalah temannya Vincent."
" Terima kasih pak, atas infonya. Saya akan lebih waspada." ucap Bara, menghela nafas.
Sepertinya api sudah tersulut. Dan baranya kini
mulai merebak ke mana- mana. Makin lama api itu akan semakin membubung tinggi. Melahap apa saja yang menghalangi langkahnya.
Kematian Vincent, ternyata berdampak luas. Sepertinya perang baru saja di mulai! Mereka yang merasa telah di rugikan, ingin merebut kembali pasar yang di tinggalkan Vincent.
****
Bara memeriksa beberapa arsip yang di tinggalkan Frank di monitor laptop. Bara melihat beberapa situs yang sering di buka, Frank.
Salah satunya dengan kode BLACK BIRD. Bara begitu penasaran. Apa saja aktifitas dari situs itu.
Alangkah kagetnya Bara. Karena di layar jelas terpampang foto Om Danu dan Om Frank sebagai anggota. Malah yang menjadi ketuanya adalah om Danu sendiri.
Bara benar - benar syok saat melihat semua keterangan yang ia dapatkan. Bahkan lengkap dengan link yang bisa ia buka untuk lebih tau secara detail dari organisasi itu.
Tanpa Bara sadari saat Bara membuka kode itu, dia sudah langsung terhubung ke pusat dari organisasi itu.
Beberapa menit kemudian, datang jawaban dan info yang lebih mendetail lagi. Karena hal itu memang sudah di progarm oleh Frank. Untuk memudahkan Bara, bila suatu saat terjadi sesuatu padanya.
Bahkan Bara menemukan nama Richard di sana.
__ADS_1
Temannya yang terpaksa dia tinggal tanpa pamit waktu itu
" Apa kabarmu, kawan? " ucap Bara pada foto fropil Richard. Bara ingat persahabatannya dengan Richard, selama di negara K. Dia sangat dekat dengan Richard. Bahkan dia adalah satu- satunya sahabatnya di sana.
Karena om Danu selalu membatasi, semua gerak - geriknya saat itu. Ternyata, Richard adalah pengawalnya sekaligus sahabatnya!
Pantasanlah Richard lebih sering pasang badan, saat mereka bentrok dengan anak gank lain.
Ternyata semua keanehan yang ia alami dulu, adalah bentuk perlindungan yang di berikan om Danu padanya. Menjauhkannya dari segala sesuatu yang akan bisa mencelakakannya.
Terutama dari saingan bisnisnya!
Om Danu tidak ingin ia terlibat dengan bisnis hitamnya. Om Danu hanya ingin melihatnya dari sisi terangnya saja.
Om Danu selalu.menonjolkannya dalam setiap bisnisnya di bidang konstruksi itu saja. Bahkan menjadikannya seorang CEO.
Membina dan mengasahnya jadi seorang pengusaha yang bisa di andalkan.
Sedangkan bisnis hitamnya om Danu yang tangani seorang diri. Dan ketika bisnisnya itu telah mengancam nyawanya. Om Danu juga telah mengatur segalanya.
Sebelum kematiannya dia telah mencium bahwa nyawanya sedang terancam. Maka om Danu juga telah mengatur, mendeportasi dirinya kembali ke kampung halamannya.
Hingga om Frank juga harus kehilangan nyawanya sendiri. Demi melindungi dirinya !
Sekarang ancaman itu semakin gercar. Dari orang yang berbeda tapi dengan motif yang sama.
Ingin menguasai pangsa pasar pengedaran narkotik! Pengaruh yang di miliki om Danunya ternyata masih kuat. Buktinya bisnisya itu masih di jalankan oleh orang- orang yang tetap setia padanya.
Dan mereka tetap terhubung dengannya lewat om Frank.
Bara mengingat semua kesibukan om Frank selama ini. Dimana ia sering menghilang beberapa hari. Selalu dengan alasan yang sama. Dan bodohnya dia percaya begitu saja alasan itu.
Dan semua rahasia om Frank akhirnya terkuak setelah kematiannya.
Pantasan Vincent begitu mati- matian menyerang dirinya. Karena persaingan di antara mereka adalah antara hidup dan mati.
Dan tanpa sengaja, dia sudah terlibat di dalamnya. Karena dirinyalah sekarang pewaris dari organisasi itu.
__ADS_1
Untuk melangkah mundur, sepertinya sudah tak mungkin lagi. Kekuatan yang di bangun Frank akan sia- sia. Karena Frank memang juga telah menyiapkan dirinya untuk semua itu.
Melakukan dwi fungsi dalam bisnisnya. Ibarat siang dan malam. Melakukan kejahatan untuk kebaikan. Benar- benar manusia bunglon!
Bara memang tak bisa mengelak ! Hidupnya sudah terpasung di antara dua dunia, sekaligus.
Seandainya masih bisa memilih. Dia memang akan memilih salah satu. Tapi sekarang pilihan itu sudah tak ada. Karena dia sendiri yang tanpa sengaja harus terlibat.
Bermula dari kematian, Vincent!
Kotak Pandora telah di buka!
Mendadak muncul sebuah notifikasi panggilan di laptop. Bara membuka file dan terhubung dengan Richard secara langsung.
" Hai Bara, apa kabar."
" Hai, baik- baik saja."
" Jika kita bisa terhubung seperti ini. Aku menganggap kamu telah paham yang kamu lakukan, Bara. Tidak ada pejelasan lagi.Dan kamu juga sudah tak bisa mundur, mengelak dari tanggung jawab." ucap Richard to the point.
Bara menelan salivanya yang terasa pahit.
" Jika tanpa penjelasan, bagaimana aku bisa mengetahui cara kerja organisasi. Karena aku baru di libatkan."
" Lanjutkan saja membuka file Frank, dan ikuti semua petunjuknya. Kamu akan temukan yang kamu cari, Bara. Dan sejak ini, kamu akan terhubung dengan kami. Kalau kamu mendapat ancaman atau keselamatanmu dalam bahaya. Segera beritahu kami. Tekan tombol kode itu dengan lama. Kami akan segera memberi bantuan. Jika tidak konsultasilah selalu dengan Jay. Dia adalah mentormu, sekarang!"
" Jay? Jay siapa?" tanya Bara heran, karena belum pernah berkenalan dengan orang yang bernama Jay.
" Supir kamu, Bas. Jay adalah kodenya rahasianya." Bara semakin kaget. Ternyata semua orang- orang di sekitarnyan adalah oran- orang pilihan yang sengaja di tempatkan di sisinya.
Bodohnya Bara, tak mengetahuinya selama ini. Pikirnya Bas adalah sopir biasa saja. Sekalipun dia memiliki ilmu bela diri yang lumayan. Tapi tak membuatnya curiga sama sekali.
Kejutan -kejutan apa lagi yang akan ia temui berikutnya.
Huh! Semoga saja jantungnya masih kuat menerima kejutan, seandainya masih ada. Apakah bi Arni juga termasuk salah satunya. Mengingat beliau juga adalah yang di rekrut om Frank.
Bara menutup laptop om Frank. Sekarang tabir itu mulai tersingkap jelas. Satu per satu rahasia yang melingkupi kehidupan Bara, kini tereskspos.
__ADS_1
Semakin ruwet saja. Ibarat benang kusut. Susah mencari mana ujungnya untuk di urai, agar tidak semakin semrawut. ****