Hurt! Mommy

Hurt! Mommy
Jatuh


__ADS_3

"Apa terjadi sesuatu?" tanya Duchess Alexsa. Alis kanannya meninggi melihat wajah pelayan Anne bagaikan orang yang mandi kotoran. "Sudah ku tebak, aih Anne-Anne."


"Nyonya boleh saya jujur, tapi Nyonya jangan marah."


"Silahkan, tidak ada orang yang tidak mendukung sebuah kejujuran." Duchess Alexsa mengambil buku yang di peluk erat oleh pelayan Anne. Dia duduk di dekat jendela seraya membuka setiap lembaran itu.


"Aku tidak suka pada Selir Duke, dia wanita yang iri, dengki, masak tadi Selir Duke mengocehi Nyonya, apa lagi Duke. Laki-laki tampan, mulutnya bak pisau. Tuan Marquess, dia sama saja menjelekkan nama Nyonya.." Pelayan Anne mengeluarkan semua pikiran dan hatinya.


"Anne, kau mau jadi kaset berputar pun, mereka tidak akan berubah."


"Mereka akan terkejut atau mengagumi Nyonya kalau..."


"Anne aku tidak mau mereka tau atau berubah dan berakhir memanfaatkan ku."


Wajah pelayan Anne cemberut, justru ia ingin mengungkapkannya pada seluruh dunia, tapi yang di katakan oleh majikannya memang benar. Orang yang berkuasa, ada ribuan panah yang siap menancap.


"Jadi sesudah ada keluarga Duke Aiken, Duke Vixtor dan Marquess Ramon bangkit. Berarti untuk menjadi keturunan dari penguasa hanya keturunan yang beruntung."


"Begitulah Nyonya, keluarga Duke Aiken hanya satu-satunya pada saat itu."


"Kenapa rumit begini, ibu ku berasal dari keluarga Duke Aiken tapi mengapa dia tidak jujur atau malah pergi, tapi mengapa Duke tidak tau? akhh aku bingung dengan masalah ini, mengapa dan mengapa. Hidup ku sudah mumet di tambah mumet, gak kelar-kelar hidup ku."


"Bersabarlah Nyonya."

__ADS_1


"Aku sudah sabar." Duchess Alexsa terus membaca buku itu. Namun tidak ada penjelasan dari buku itu dan hanya di bahas sekilas saja."


Duchess Alexsa berdiri, ia ingin mengetahui kekuatannya itu. Menarik nafasnya dalam-dalam, mengumpulkan sesuatu di dalam tubuhnya hingga sebuah pohon kecil dan berduri muncul dari lantai itu.


"Hah, Nyonya." Pelayan Anne melongo, ini suatu keajaiban ia bisa melihat secara langsung keturunan Duke Aiken.


Duchess Alexsa mengalihkan pandangannya. Tanaman merambat itu bergerak dan melilit pagar pembatas itu. "Lalu bagaimana cara menghilangkannya, kalau di cabut tidak mungkin lah." Gumam Duchess Alexsa, ia bisa mengeluarkan. Namun ia tidak tau, menghilangkannya.


Tok


Tok


Tok


Wajah pelayan Anne dan Duchess Alexsa panik, Duchess Alexsa komat kamit menyuruh tanaman itu menghilang, tapi usahanya gagal. Kepanikan membuat jantungnya seakan copot. Ia berusaha menekan kekuatannya, memejamkannya. Hingga tanaman itu menghilang seiring pintu yang terbuka itu.


"Nyonya, Nona."


"Dimana Duchess, aku ingin melihat keadaannya."


Duchess Alexsa memejamkan matanya. Seakan dia menghirup udara. "Kakak, bagaimana keadaan mu?" tanya Ayne. Di balik senyumannya sejuta kebencian dan umpatan dia lemparkan.


Beraninya dia mengabaikan ku.

__ADS_1


"Bagaimana keadaan mu? aku tadi khawatir karena ada pelayan Anne memanggil Dokter."


"Aku baik-baik saja, Anne hanya khawatir berlebihan."


"Tapi Kakak, aku bersyukur tidak terjadi sesuatu pada mu."


"Pergilah, aku ingin beristirahat."


Kedua wanita itu menggeram kesal. "Kakak jangan seperti ini, mengacuhkan ku yang adik mu dan Selir Duke, kalau Duke tau kakak akan di hukum."


"Aku tidak apa-apa," sanggah Ellena dengan lembut.


"Dia tidak akan marah kalau mulut kalian tidak bocor, anti bocor." Sarkas Duchess Alexsa.


"Kakak!"


"Apa ingin kalian ketularan sakit mata? tadi aku tidak mau di obati karena takut penyakit mata ku ini menular."


"Apa?!" pekik keduanya. Tentu saja mereka tidak mau melihat atau berlama-lama karena takut ketularan.


"Kami pergi, Duchess." Ellena menarik lengan Ayne.


Duchess Alexsa berbalik, mereka buru-buru keluar. Senyuman licik muncul di bibir merah itu. Duchess Alexsa fokus pada kaki Ayne, sebuah tanaman tanpa duri itu muncul melilit kaki Ayne.

__ADS_1


Bruk


Tanaman itu menghilanh dalam kedipan mata. Pelayan Anne tertawa melihat tubuh Ayne yang terjatuh ke lantai sama halnya dengan Ellena yang justru menertawakan Ayne.


__ADS_2