Hurt! Mommy

Hurt! Mommy
Terungkapnya Sosok Nona Rose


__ADS_3

Langkah kuda milik Marquess Ramon berjalan pelan, sedangkan sang pemilik malah melamun memikirkan setiap perkataan pelayan Alexsa. Dulu hatinya tak peduli, entah Alexsa mau jadi apa. Ia sungguh tak peduli, perubahan anak itu membuatnya tak bisa berhenti memikirkannya. Ia juga meminta pendapat pada ketua pelayan, pria itu juga menjelaskan bahwa Alexsa berubah karena sudah lelah di abaikan. "Hah, aku ayah yang buruk. Alexsa darah daging ku. Bukan kesalahannya, semua juga salah ku yang terlalu mabuk."


Marquess Ramon mengangkat wajahnya, melihat orang-orang yang hilir mudik. Kedua matanya mengarah pada seseorang yang memakai jubah hitam, terkesan misterius.


Dia merasa curiga, kemudian turun dari kudanya dan memberikan kuda miliknya pada seseorang yang khusus menjaga kuda di Ibu Kota.


Marquess Ramon diam-diam mengikuti langkah kedua orang yang memakai jubah hitam itu. Hingga sampai di sebuah gang sempit dan sepi, langkah keduanya berhenti.


Kemudian seseorang memutar tubuhnya, mengeluarkan cahaya di tangannya. Cahaya berwarna biru itu langsung menyerang Marquess Ramon yang belum sempat bersembunyi. Ia tidak menyangka, kedua orang itu berpura-pura tidak tahu bahwa ia mengikutinya diam-diam.


Begitu pun dengan Alona Wichilia, dia juga berbalik dan menyerang Marquess Ramon dengan tanaman rambatnya. Jubah penutup kepalanya terbawa angin dan wajah cantik di bawah rembulan itu bersinar. Membuat Marquess Ramon terpukau dan tidak menghindar, tubuhnya terhuyung ke belakang.


"Alice!"


Alona Wichilia terkejut, ia kira bangsa iblis yang mengetahui keberadaanya dan menyerang begitu saja tanpa melihat siapa yang mengikutinya.


"Marquess Ramon." Tangan yang mengendalikan tanaman itu buru-buru ia jatuhkan.


Kedua mata Marquess Ramon melihat ke sampingnya, dua tanaman yang siap melilitnya langsung menghilang setelah tangan Alice yang melayang di udara di jatuhkan.


"Siapa kamu Alice?"

__ADS_1


"Ketua penyihir ayo kita pergi." Ketua penyihir itu mengeluarkan sesuatu dan membuat asap yang mengepul.


"Alice!"


"Alice!"


Marquess Ramon mengibas-ngibaskan tangannya agar asap mengepul itu menghilang dari pandangannya.


"Alice!" Terlintas di benaknya, bayangan di mana Alice mengeluarkan sesuatu, sesuatu yang tak lain adalah kekuatannya. "Apa dia keturunan dari Duke Aiken,"


"Alexsa! Tubuh Marquess Ramon menabrak pagar pembatas di belakangnya. Jika di gabungkan kemunculan nona Rose dan Alexsa yang sering pergi setelah mendengarkan penjelasan pelayan di tambah Alice istri yang telah lama menghilang muncul kembali dengan sebuah kekuatan. "Tidak mungkin."


Marquess Ramon berlari ke arah kudanya, ia mengambil sekantong koin di saku dalam jubahnya dan langsung menunggangi kudanya melaju kencang ke istana.


Sesampainya di istana.


Marquess Ramon menanyakan pada seorang pelayan letak kamar Nona Rose dan pelayan itu mengantarkannya.


Ia duduk di ruang pertemuan itu, bayangan demi bayangan muncul di pikirannya.


*Alexsa

__ADS_1


Alexsa


Alexsa


Dia anak ku dengan putri Duke Aiken*


Marquess Ramon mendongak, melihat seorang wanita yang memakai penutup wajah dengan gaun berwarna navy dan berenda di bagian perutnya. "Ada apa Marquess Ramon?" tanya Duchess Alexsa dingin. Pria yang tak lain ayahnya telah mengganggu tidurnya, ingin sekali ia mengatai laki-laki di hadapannya ini.


"Siapa kamu?"


"Tentu saja, Aku Rose!" Tekan Duchess Alexsa. "Kalau hanya itu yang anda tanyakan, saya tidak memiliki waktu."


"Tunggu! kamu buka nona Rose, tapi kamu Alexsa."


Duchess Alexsa memalingkan wajahnya, entah dari mana laki-laki itu tahu bahwa dirinya adalah Alexsa. "Aku bukan Alexsa, jangan karena kamu mengira aku...."


"Kamu Alexsa, aku bertemu dengan ibu mu. Kamu mengeluarkan tanaman itu sama persis dengan wanita itu dan kamu juga memiliki kekuatan api dari keturunan Marquess, kamu Alexsa."


Nada yang meninggi dan menekan itu membuat Duchess Alexsa terkekeh. Dia membuka topengnya dan tersenyum. "Ternyata kamu tahu lebih cepat Marquess Ramon, tapi tunggu kamu bertemu dengan ibu ku di mana?"


"Ibu Kota, bersama seseorang," jawab Marquess Ramon tanpa mengkedipkan matanya melihat wanita di hadapanny.

__ADS_1


__ADS_2