Hurt! Mommy

Hurt! Mommy
Mencari


__ADS_3

Duchess Alexsa menarik kedua sudut bibirnya menggunakan dua jarinya membentuk huruf V, seakan senyuman itu tercetak karena sebuah keterpaksaan.


Sedangkan Putra Mahkota Delix menunduk seraya menggaruk tengkuknya yang tak gatal. Karena melihat senyuman yang menggemaskan di balik topeng indahnya itu.


"Nona Rose, aku bersiap-siap dulu."


Setelah kepergian Putra Mahkota Delix. Duchess Alexsa menunduk lesu. Padahal ia tidak ingin di ganggu oleh Putra Mahkota, tepatnya ia ingin mencari kesenangan dan sekaligus mengajak pelayan Anne. Jika Putra Mahkota sudah bertindak, ia tidak bisa berkutik demi rahasianya agar terjaga dengan aman.


\=\=


Seorang laki-laki tengah menyendiri di ruang kerjanya, di temani oleh beberapa lilin. Pikirannya kalut dan kacau, Apa yang ia lihat membuatnya tak bisa menangkan pikirannya, otaknya selalu berputar semua perlakuannya pada Duchess Alexsa.


"Jadi dia wanita itu dan...."


Keringat bercucuran keluar dari dahinya. Ternyata anak yang telah meninggal itu adalah darah dagingnya. "Bodoh, ternyata anak ku meninggal. Tidak! aku harus mencari Alexsa dan menanyakan semuanya. Aku tidak boleh diam."


Duke Vixtor berlari kecil, dia membuka pintu itu dengan kasar. Langkah kakinya yang lebar menuruni anak tangga satu per satu.


"Duke, mau kemana?"


"Aku ada perlu di luar," teriak Duke Vixtor tanpa menoleh ke belakang. Dia akan mencari pelayan Anne. Karena ia tahu, Duchess Alexsa tidak mungkin pulang ke rumahnya.


Tok


Tok

__ADS_1


Tok


Duke Vixtor sangat cemas, menurut informasi dan menanyakan pada beberapa orang. Disinilah tempat pelayan Anne yang berkerja di kediamannya.


krek


"Iya, siapa?"


Pelayan Anne menunduk takut, ia segera mendorong kembali pintunya. Namun, Duke Vixtor menahannya.


"Dimana Alexsa?"


"Saya tidak tahu Tuan."


Pelayan Anne mendorong pintu kayu itu dengan kuat.


Pelayan Anne membulat, ia menghentikan dorongannya. Saat ini, ia tidak boleh kabur atau panik dan cukup berakting biasa saja dan tidak mudah gentar. "Ma-maaf, Tuan. Saya takut Karena..."


Wajah Tuan menyeramkan batin pelayan Anne yang melanjutkan perkataannya.


"Boleh, aku masuk,"


"Si-silahkan Tuan."


Pelayan Anne menarik pintunya, Duke Vixtor pun masuk. Dia duduk di sofa yang tak lagi empuk itu.

__ADS_1


"Saya buatkan Teh Tuan."


Duke Vixtor tak menjawab, baginya Duchess Alexsa lah yang terpenting saat ini.


"Anne, aku mohon di mana Alexsa?"


"Tuan," Pelayan Anne duduk dan menatap sang majikan atau lebih tepatnya mantan majikan. "Waktu pergi dari kediaman Tuan, saya dan Nyonya berpisah dari sini. Nyonya hanya bilang bahwa dia akan sering mengunjungi saya. Saya sempat menanyakan di mana Nyonya akan tinggal kalau bukan sama saya, tapi Nyonya bilang dia akan. menemukan tempat tinggal."


Melihat kesungguhan di wajah pelayan Anne membuat Duke Vixtor bertambah frustasi bahwa yang di katakan pelayan Anne dapat di percaya. Padahal, dia tidak tahu. Bahwa saat ini tanganya meremas pakaiannya. Tubuhnya panas dingin, ia takut ketahuan dan Duke Vixtor malah mengurungnya. Sehingga merepotkan untuk Duchess Alexsa.


"Baiklah, kalau dia datang. Hubungi aku," Duke Vixtor melangkah pergi dan menuju ke sebuah tempat walaupun dia tidak yakin dapat menemukannya di sana.


"Tuan Marquess, di luar ada Tuan Duke." Seorang pelayan datang memberitahukan sang majikan bahwa ada seorang tamu.


"Duke," sapa Marquess Ramon.


Duke Vixtor bangkit dari tempat duduknya. "Apa Alexsa pulang kesini?" sontak pertanyaan itu membuat Marquess Ramon mengerutkan keningnya. Dia memang tahu perihal Alexsa, putrinya yang telah berpisah. Namum, tentang keberadaannya ia tidak peduli dan tidak tahu.


"Tidak! Memangnya ada apa Duke? apa Alexsa membuat masalah?"


"Tidak! ada hal penting yang ingin aku tanyakan. Kalau Alexsa datang kesini, tolong hubungi aku dan tahan dia. Aku pamit Marquess."


Dengan wajah kecewa, Duke Vixtor pun pulang dengan tangan kosong. Dia sama sekali tidak menemukan Duchess Alexsa. Mau bertanya pada temanya, selama ini Duchess Alexsa tidak akrap dengan siapa pun. Duchess Alexsa wanita yang sangat tertutup. "Aku harus mencarinya kemana lagi."


\=\=\=

__ADS_1


Sedangkan Duchess Alexsa, dia malah bersenang-senang dengan tiga laki-laki yang tak lain, Ellard, Kendrick dan Putra Mahkota Delix. Mereka meminum cairan anggur itu di sebuah kedai sederhana. Malah cekikikan dan membahas sesuatu yang tidak penting. Putra Mahkota Delix terkekeh, wanita di hadapannya tengah mabuk dan bernyanyi dengan tidak jelas.


__ADS_2