Hurt! Mommy

Hurt! Mommy
Berpindah Melindunginya


__ADS_3

Alexsa bernafas lega, ia tidak jadi telat dan sebelumnya harus bersusah payah mengusir Putra Mahkota Delix keluar dari kamarnya.


"Alexsa, ada apa?" tanya Baginda Kaisar.


"Ti-tidak apa-apa Baginda, saya sehat,"


Kening Alona Wichilia berkerut, di tanya di mana di jawab justru nalar kemana.


Sedangkan sang pelaku pun sudah tersenyum, dia memakan rotinya seraya menatap ke Alexsa. Sedangkan Alexsa membalasnya dengan tatapan bengis.


Kaki yang awalnya diam, langsung menyerang kaki di hadapannya dan membuat sang empu terbatuk.


"Putra Mahkota, kamu baik-baik saja,"


Duke Aiken merasa ada sesuatu yang tidak beres dengan keduanya.


"Iya, Kakek," sahut Putra Mahkota Delix tersenyum.


Alexsa berdecih dan memutar bola matanya ke arah lain.


Di tempat lain.


Duke Aiken yang kembali ke kamarnya, merasa kesal. Lantas, ia melihat sang istri yang terpaku di dekat jendela dan membiarkan sang anak menangis.

__ADS_1


"Ellena!" teriak Duke Aiken.


Wanita itu tersentak dan segera menoleh.


"Maksud mu apa membiarkan Kania menangis?" tanya Duke Aiken dengan geram. Ellena sibuk dengan lamunannya dan tidak membiarkan ibu asuhnya merawat putrinya.


"Duke... Maaf, aku tidak fokus." Ellena mengambil Kania dari box bayi dan menuju ke pintu. Di ambang pintu, dia memanggil ibu asuhnya. Sebenarnya tadi, ibu asuhnya telah datang dan ia mengusirnya karena Kania main dengan entengnya.


"Ini, bawa Kania pergi."


"Bukannya kamu yang seharusnya menjaga Kania, kamu kan yang mengabaikannya," Duke Vixtor kembali bersuara keras. Kania menangis karena kelalaian ibunya, bukannya bertanggung jawab. Kania justru di serahkan pada orang lain.


"Sudah ada Ibu asuhnya, buat apa ibu asuh kalau tidak untuk menjaga Kania. Aku masih banyak pikiran, Duke."


Duke Vixtor pun tercengang, dia tidak mengerti pikiran Ellena. Seakan berubah, sifat Ellena seperti tidak memperdulikan putrinya. Padahal, seorang anak butuh kedekatan dengan seorang ibu.


"Aku mau ke rumah Marchioness Mery,"


"Untuk apa?"


Ellena menoleh dengan salah satu alis yang naik. Tidak biasanya Duke Vixtor menanyakan kepergiannya, untuk apa dan dengan siapa? seolah laki-laki itu tidak mempercayainya.


"Aku ingin berkunjung,"

__ADS_1


Sinyal otak Duke Vixtor seakan menyala, ia merasa aneh dengan sang istri yang tiba-tiba mendatangi keluarga Marquess Ramon.


"Jangan melakukan hal aneh atau mencelakai Alexsa," ucap Duke Vixtor. Istrinya tidak akan pergi ke rumah bangsawan Marchioness Mery kalau bukan menyangkut Alexsa.


"Kenapa? apa Duke sekarang mulai menaruh hati pada Alexsa?"


"Jangan berfikir kemana-mana, Alexsa sudah bahagia dengan Putra Mahkota Delix."


"Dan Duke kecewa, begitu," ucap Ellena. Entahlah, emosinya tidak stabil mulai penculikan itu. Ia menyalahkan Alexsa dan Alexsa. Hidupnya sangat tertekan mendengarkan namanya.


"Apa Duke tidak tahu? aku di culik karena Alexsa dan ibunya."


"Sekali pun karena Alexsa, tapi bukan berarti dia yang menyuruh Raja Iblis menculik kalian. Alexsa dan Nyonya Alona sudah berbaik hati menolong kalian." Tegas Duke Vixtor. Dia masih bisa berfikir jernih, bukan salah kedua wanita itu sekalipun alasannya karena wanita itu.


"Kamu membela Alexsa," Ellena berdecak dan memajukan langkahnya. "Alexsa, Alexsa dan Alexsa... Apa Duke sadar? dulu Duke juga membencinya, bukan. Aku heran, kenapa nama Alexsa itu selalu menghantui ku."


"Bukan Alexsa yang menghantui mu, tapi kamu sendiri yang membuat nama itu menghantui mu. Intinya, jangan mencari masalah. Aku tidak ingin ada masalah lagi, cukup aku fokus pada monster iblis." Duke Vixtor melangkah melewati Ellena dan membuat Ellena menggertakkan giginya. Tidak bisakah dia di bela, di lindungi.


Walaupun ia tahu alasannya, tapi ia ingin Duke sendiri yang mencarinya.


"Kalaupun ada sesuatu, aku akan melakukannya.."


Duke Vixtor menghentikan langkah lebarnya. "Coba saja, jangan berharap bertemu dengan Kania."

__ADS_1


Argh


"Hidup ku tidak akan tenang sebelum membuatnya sengsara, hidup ku seolah di permainkan oleh nama Alexsa." Ellena frustasi, sekarang Duke Vixtor malah melindungi Alexsa. Artinya, ia akan sulit mencelakai Alexsa. Tapi ia tidak akan tinggal diam, sekutunya juga akan mencari cara membuat wanita bernama Alexsa dan Alona Wichilia membayar harganya.


__ADS_2