Hurt! Mommy

Hurt! Mommy
Rahasia Tentang Bros


__ADS_3

Tiga hari telah berlalu.


Sebuah keputusan tiga hari yang lalu membuat hidup Duchess Alexsa dan Duke Vixtor berubah. Bahkan Duchess Alexsa telah berstatus janda, dan tidak bisa mengubah semuanya. Janda, bagi orang di Kekaisaran ini status yang rendah. Meskipun banyak bangsawan yang memiliki lebih satu istri, mereka tidak akan mau menjadi janda. Lebih baik di duakan, begitulah menurutnya dan bersaing untuk mendapatkan cinta suami.


Namum Duchess Alexsa tidak seperti mereka. Dia wanita yang berpendirian teguh dan akan membuktikan bahwa janda tidak selalu berada di bawah dan harus menurut pada laki-laki meskipun salah. Hal itu tidak di benarkan dalam hidupnya. Seorang wanita seharusnya di hargai.


Sungguh ia tidak bisa membayangkan, pernikahan yang ia inginkan satu kali dalam hidupnya harus berakhir. Setidaknya, ia sudah menutup mata. Namun, Duke Vixtor tetap saja keukeh ingin bercerai.


"Nyonya."


Duchess Alexsa menatap koper miliknya. Pelayan Anne telah selesai membereskan bajunya. Sebenarnya, ia ingin pergi saat hubungan itu telah kandas. Namun, ia butuh waktu meninggalkan kediaman ini. Seharusnya ia senang, benar ia harus senang pikirnya.


"Jangan panggil Nyonya, aku bukan seorang Duchess."


"Benar, Nyonya bukan seorang Duchess. Tapi Nyonya adalah bangsawan dan keturunan Duke Aiken.


"Kamu beneran ingin ikut dengan ku?" tanya Duchess Alexsa. Dia berjalan mendekati pelayan Anne. Sudah cukup baginya mengurung diri dan hanya melihat luar jendela.


"Saya yakin Nyonya."


"Ya, sudahlah. Ayo kita pergi."


Duchess Alexsa dan pelayan Anne keluar dari kamar itu. Keduanya berjalan dan telah sampai di halaman depan kediaman Duke. Namun sebuah suara menghentikan keduanya.

__ADS_1


"Tunggu!" Wanita itu berjalan angkuh dan sombong. Dia bahagia bisa menendang Duchess Alexsa dari kediaman Duke.


"Ada apa?"


Dia memberikan kode pada pelayan. Ketiga pelayan itu merampas koper milik Duchess Alexsa dan pelayan Anne.


"Apa yang kalian lakukan?" bentak Duchess Alexsa dan mendorong kedua pelayan yang sedang menarik kopernya.


"Berkerja samalah dengan ku, Alexsa."


Duchess Alexsa semakin meredang. "Maksud mu apa? hah! Kamu pikir aku mengambil uang atau harta Duke."


Ellena tertawa simpul. "Bisa saja," ujarnya santai.


"Baiklah, periksa ini." Duchess Alexsa memberikan kopernya. Kemudian di ikuti pelayan Anne.


Duchess Alexsa memejamkan matanya. Ia merutuki kebodohan pelayan Anne yang juga mengikut sertakan bros sialan itu. Ia menatap kesal ke arah pelayan Anne yang merasa bersalah. Pelayan Anne menunduk lekat, ia melakukan kesalahan fatal.


Ellena mengamati bros itu, dan ia ingat. Bros itu milik Duke Vixtor. "Jadi kamu mencurinya, hah? masih ingin mengelak. Ini bros milik Duke."


Duchess Alexsa tak menyahut. Walaupun ia menyangkal, percuma! Ellena tidak akan percaya.


"Benar, dugaan ku tidak salah. Kamu menyukai Duke kan. Makanya kamu ingin mengambil bros ini dan menjadikan kenang-kenangan begitu,"

__ADS_1


"Ambil saja, aku tidak butuh bros seperti itu. Aku masih bisa memilikinya."


"Sudah miskin, masih belagu. Jangan sombong, kamu tidak memiliki apa-apa,"


Duchess Alexsa mengambil koper yang berada di atas tanah itu. Dia hendak pergi, namun kedua pelayan menghadangnya.


"Apa lagi Ellena? aku sudah memberikannya kan."


"Ooo, tidak mudah. Duke harus tahu kamu mencuri brosnya."


Due pelayan memegang masing-masing lengan Duchess Alexsa dan menyeretnya masuk ke dalam kediaman Duke, mengikuti langkah Ellena. Sama halnya dengan pelayan Anne.


"Lepaskan dia Nyonya!" pekik pelayan Anne. Kalau Duke tahu, masalahnya akan melebar kemana-mana. Ia sudah yakin, kehidupannya dengan sang majikan akan tentram.


"Lepaskan!" bentaknya.


Sampai di ruang tamu, Ellena dan yang lainnya melihat Duke Vixtor yang sedang turun dari tangga dan menggendong Kania.


"Duke, untunglah kamu di sini. Ada sesuatu yang ingin aku sampaikan. Alexsa, dia mencuri barang mu," ujar Ellena melirik Duchess Alexsa dengan tajam.


Duke Vixtor menatap datar. Ia tidak peduli, namun berpapasan dengan wanita di hadapannya. Keraguan itu kembali menyeruak.


"Lihat! Dia mencuri bros mu yang kamu cari. Ternyata ada di koper Alexsa. Untungnya tadi aku memeriksanya."

__ADS_1


Duke Vixtor mematung, mulutnya terkunci rapat. Sebuah Bros yang ia cari dan di balik Bros itu ada sebuah rahasia.


"Inikah Bros kesayangan Duke."


__ADS_2