
Ledakan besar dan aungan satu monster itu membuat seluruh Kekaisaran geger, banyak dari mereka langsung keluar, begitu pun yang tidur, tanpa nyawa berkumpul mereka turun. Bahkan ada yang sampai menabrak pintu dan membangunkan anak serta istri, suami dan para orang tua.
Ibu Kota kembali kisruh, mereka takut ada monster ada iblis yang menyerang.
"Lihat! monster itu ada di atas bukit, sepertinya terjadi pertarungan," ujar seorang warga. Tentu saja, banyak mata yang mengarah pada tangan yang menunjuk seekor monster.
"Bukan hanya satu Monster, tapi dua monster. Satu monster terluka parah. "
Di istana pun, Baginda Kaisar sangat panik. Duchess Alexsa dan putranya belum pulang dan tidak membawa pengawal. Ia takut terjadi sesuatu yang tidak di inginkan.
Baginda Kaisar mengerahkan para kesatria yang di pimpin oleh ketua Kesatria. Mereka mencari asal suara itu dan sebagian mencari keberadaan Duchess Alexsa dan Putra Mahkota Delix.
Sedangkan Duke Vixtor dia langsung keluar, melihat ke atas langit, kepulan asap dan satu monster yang mengaung dan menyemburkan api dalam mulutnya. Sama halnya dengan Marquess Ramon dan Albern. Mereka juga menunggangi kuda dan melajukannya mengarah ke bukit.
Putra Mahkota Delix menahan sakit dan panas di bagian punggung belakangnya. Karena tidak fokus ia terkena tebasan dan di tendang sampai tersungkur ke tanah.
__ADS_1
"Putra Mahkota!."
"Kalian!" Duchess Alexsa mengeluarkan beberapa tumbuhan dan api merahnya. Tubuhnya mulai lemas, urat di tubuhnya seakan tak berfungsi, di tancapkan pedang di tangannya sebagai penyanggah tubuhnya. Kemudian menghirup nafas dalam-dalam. "Putra Mahkota!"
Duchess Alexsa merangkul Putra Mahkota Delix menjauh dari pertikaian itu, ia mengeluarkan sebuah tanaman herbal untuk menghentikan darah yang terus merembes keluar itu. "Putra Mahkota,"
"Kamu tidak apa-apa?" tanya Putra Mahkota memastikan. "Sepertinya pertarungan ini lama, Alexsa. Kamu pergilah, biar aku saja menghadapi mereka."
"Putra Mahkota, kamu bicara apa? kita kesini bersama dan kita pulang juga harus bersama."
"Seharusnya Putra Mahkota Delix yang disini, kamu terluka parah, biar aku yang menghadapinya."
"Jangan!" Putra Mahkota Delix menggeleng. Ia berusaha untuk bangun kembali. Namun kedua kakinya tak mampu menopang tubuhnya.
"Aku bilang di sini saja, makanlah bunga ini."
__ADS_1
Duchess Alexsa berlari, ia kembali melanjutkan pertarungannya. Kedua telinganya menangkap derepan kuda seketika wajahnya membulat. Kain yang menempel di wajah Putra Mahkota Delix terlepas, begitu pun dirinya yang tidak memakai topeng. Duchess Alexsa menyobek gaun bawah rok yang melingkar dan tampak kotor itu. Ia memakaikan di wajahnya dan kembali menyerang manusia iblis.
Marquess Ramon, Albern dan Duke Vixtor datang bersamaan. Mereka turun dan membantu Duchess Alexsa. Wanita itu mundur ke belakang, ia langsung berlari melihat Putra Mahkota Delix.
"Putra Mahkota kita kembali ke istana, luka Putra Mahkota harus secepatnya di bersihkan."
"Aku tidak perlu khawatir, ada dirimu yang menyembuhkan luka ku."
Bam
Kedua Monster yang terbang itu dan menyebabkan kebakaran di sana sini langsung jatuh ke tanah. Ketiga tanaman buas itu mampu membuat kedua Monster mati dan kini giliran ketiga iblis itu dengan di bantu tanaman miliki Duchess Alexsa ketiga laki-laki itu dengan mudah melumpuhkan iblis itu dan berhasil mati.
"Alexsa!"
"Apa itu kamu?"
__ADS_1
Tubuh Duchess Alexsa menegang, sebutir keringat jatuh dari pelipisnya. Ia tidak bisa membongkar identitasnya saat ini sebelum sang ibu di temukan.