Hurt! Mommy

Hurt! Mommy
Keputusan


__ADS_3

"Tidak akan Alexsa," ujar Duke Vixtor. Hatinya menginginkan Alexsa dan setelah kepergiannya, baru ia menyadari hatinya sudah nyaman. Meskipun pernikahannya hanya sebentar, mungkin hatinya telah terhubung semenjak kejadian itu.


Aku ingin mengatainya gila batin Duchess Alexsa.


"Dengar, kita sudah berpisah. Kita tidak mungkin bersama lagi. Aku dan Duke sudah memiliki kehidupan masing-masing." Duchess Alexsa menjelaskan secara rinci, ia membedakan antara hidup dengan Duke dan hidup sendiri. Justru ia lebih bahagia hidup sendiri.


"Alexsa, aku berjanji akan mengutamakan kamu."


"Begini, bagaimana kalau aku menyuruh Duke memilih antara aku dan Ellena?"


Duke Vixtor bungkam, bagaimana ia bisa memilih Alexsa sementara ia dan Ellena sudah memiliki anak.


Melihat kebungkaman Duke Vixtor, Duchess Alexsa sudah yakin bahwa dia tidak bisa memilih. "Tidak bisa memilih, bukan. Duke aku tidak meminta mu untuk menceraikan Ellena, karena aku tidak mengharapkan apa pun lagi. Aku lebih bahagia sekarang dari pada menjalani kehidupan ku yang dulu."


Kali ini Duke Vixtor juga tak bisa menjawab, seburuk itukan dia tidak bisa membuat istrinya kembali?


"Baiklah, tapi aku akan menjaga mu."


"Tidak perlu Duke, aku bisa menjaga diri sendiri." Duchess Alexsa pusing bukan kepalang, ia bingung harus menjelaskan seperti apa lagi.


"Aku sudah lelah dengan sikap mu dan pemikiran mu." Duchess Alexsa berniat beranjak, namun tangannya di cekal oleh Duke Vixtor. "Alexsa, apa ini karena laki-laki itu? siapa dia Alexsa?"


"Sekalipun Duke tahu, Duke tidak akan bisa berbuat apa-apa dan aku juga tidak ingin mengatakan siapa dia. Masalah tentang laki-laki itu, urusan ku. Duke hanya perlu mencintai Ellena dan menyayanginya."

__ADS_1


"Pikirkan lagi Alexsa, pikirkan lagi." Duke Vixtor ingin sekali Alexsa mengambil keputusan memilih bersamanya. Ia berjanji akan membahagiakannya dan menebusnya.


"Aku sudah memikirkannya dan jawaban ku sama saja. Aku ingin hidup bahagia seperti sekarang."


"Apa kamu tidak ingin bersama ku?"


Orang ini, muter lagi dan muter lagi yang di maksud dan satu tujuan pun sama.


"Aku tidak mencintai, Duke."


Duchess Alexsa menarik kasar lengannya, dia berlalu ke arah kamarnya.


Pelayan Anne berdiri mematung, ia bingung harus bereaksi seperti apa? antara sedih dan senang. Ingin sekali dia tertawa, tapi melihat wajah Duke Vixtor yang tampak sedih ia merasa iba.


Hah


"Duke!" Kedua mata laki-laki itu menatap penuh selidik, ia takut Duke Vixtor akan membujuk Alexsa dan Alexsa akan berubah pikiran. "Tidak bisa di biarkan, aku harus secepatnya mengikat Alexsa dengan pertunangan." Gumamnya pelan. Untung saja ia belum sempat memasuki halaman rumah pelayan Anne, kalau tidak. Justru Duke Vixtor akan tahu. Apa lagi dirinya tidak menggunakan topeng yang menghalangi wajahnya.


Di tempat lain.


"Ada yang ingin aku bicarakan dengan Nyonya Alona," ujar Baginda Kaisar. Dia memanggil Alona Wichilia untuk mengatakan sesuatu perihal Putra Mahkota Delix dan Duchess Alexsa.


"Tentang apa Baginda?" tanya Alona Wichilia. Semua pelayan tidak tahu, bahwa Alona Wichilia adalah ibu dari Alexsa dan masih tersimpan rapat.

__ADS_1


"Putra ku, Putra Mahkota Delix menyukai putri mu, Nona Alexsa. Aku ingin keduanya memiliki ikatan."


"Apa betul Baginda? saya takut Putra Mahkota Delix memiliki wanita lain."


"Awalnya aku ingin menjodohkannya dengan nona Ayne, tapi Putra Mahkota Delix menolaknya. Aku takut, saat mereka menikah, nona Ayne menderita. Maka dari itu aku memutuskan untuk tidak meneruskannya."


Alona Wichilia tak menyangka, ternyata Putra Mahkota Delix sempat di jodohkan dengan Ayne, lalu bagaimana jika Ayne menyimpan rasa untuk Alexsa?


"Jangan khawatir, aku sudah mengatakannya pada Marquess Ramon dan dia setuju dengan keputusan ku."


Marquess Ramon setuju? tidak mungkin, Ayne putri kesayangannya. Sebenarnya apa yang dia rencanakan? atau jangan-jangan dia menjadikan Ayne seorang Selir.


"Nyonya Alona?"


"Maaf Baginda, bagaimana kalau nona Ayne masih mencintai Putra Mahkota dan bisa di katakan, nona Ayne mau menjadi selir Putra Mahkota."


Baginda Kaisar tersenyum, ia merasa yakin pada sosok putranya yang akan memegang teguh pendiriannya. "Tidak mungkin, jangan khawatir, percayalah pada Putra Mahkota Delix."


"Saya juga menginginkan Alexsa mendapatkan sosok laki-laki yang mencintai sekaligus menghargainya, saya ingin dia di utamakan. Setelah banyak yang dia lalui, saya ingin Alexsa bahagia Baginda. Sudah banyak luka yang telah dia peroleh."


"Maka dari itu, saya ingin Putra Mahkota Delix dan Nona Alexsa melangsungkan pertunangan."


"Tapi saya masih harus mengatakannya pada Alexsa Baginda, saya sebagai seorang ibu tidak bisa memutuskan begitu saja," ucap Alona Wichilia. Dia sebagai seorang ibu walaupun menginginkan kebahagiaan Alexsa sesuai dengan hatinya. Ia tetap harus menanyakan dulu keinginan sang putri.

__ADS_1


__ADS_2