Hurt! Mommy

Hurt! Mommy
Jangan Berharap pada orang yang di sakiti


__ADS_3

"Jangan berharap pada orang yang telah di sakiti Duke, nanti kamu akan merasakan sakitnya juga." Ejek Duchess Alexsa. Mengharapkan dirinya sama saja mengharapkan melihat wujud angin yang tidak bisa di lihat wujudnya.


Sebenarnya Duke Vixtor merasa tidak yakin, namun kalau tidak berusaha. Dia tidak akan mendapatkan apa pun. "Aku akan berusaha."


"Maaf Duke, aku tidak yakin. Nyonya Alexsa akan menerima mu. Luka yang kamu berikan sangat menyakitinya."


"Untuk itu aku ingin menjadi obatnya."


Semua orang juga memiliki pemikiran, obat ada yang pahit dan ada yang manis, tinggal di sesuaikan dengan penyakitnya. Sedangkan manusia ingin menjadi obat setelah memberikan luka, padahal masih ada obat lain yang sudah masuk ke dalam tubuhnya. "Tinggal Duke memilih menjadi obat yang mana?"


"Maksud mu?"


Setahu Duke Vixtor obat itu hanya ada satu macam dan pahit.


Di tempat lain.


Seorang laki-laki tengah duduk di singgasanahnya. Suasana di ruangan itu sepi, padahal ada beberapa jejeran bawahan yang siap melaksanakan perintahnya. Dia duduk santai sambil mengamati bawahannya yang memberikan laporan. Dari dulu ia ingin menjadikan keturunan Duke Aiken menjadi istrinya, sekarang ada kemampuan yang jauh lebih hebat. Tidak hanya memiliki kekuatan Duke Aiken, tapi juga mewarisi kekuatan dua penguasa. Dia yakin, wanita itu adalah putri dari wanita yang ia incar.


"Alona, Alona Wichilia, ternyata kamu sudah memiliki seorang putri. Bagaimana kalau aku membawa putri mu? sudah bertahun-tahun aku mencari mu, aku melewati hari yang sepi. Aku akan menemukan mu, Alona Wichilia. Ya,,,"


"Kalian bawa putri Alona Wichilia ke hadapan ku."


Senyum terbit muncul di bibirnya, sangat lama ia menantikan pertemuannya dengan Alona Wichilia. Ia sangat mencintai Alona Wichilia dan menjadikannya istri. Kalau sekarang, ia memiliki seorang Ratu dan ia ingin menjadikan Alona Wichilia selirnya yang ke empat."

__ADS_1


Raja Iblis turun dari singgasanahnya. Ia tidak sabar untuk bertemu dengan Alona Wichilia, wanita yang mampu menarik perhatiannya.


Di sisi lain.


Putra Mahkota Delix telah di periksa dan di obati. Kini ia bersandar di tepi ranjang dan melihat ketiga laki-laki di sampingnya dan belum sempat menjawab pertanyaan sang ayah padanya.


"Aku tidak tahu ayach, dari mana datangnya monster itu. Namun ada yang aneh, mereka menanyakan keturunan Duke Aiken pada Ale... Maksud ku pada nona Rose," ujarnya dengan gugup. Hampir saja mulutnya menyebutkan nama Alexsa di hadapan kedua laki-laki itu.


Duke Vixtor dan Marquess Ramon merasa janggal, Putra Mahkota Delix tidak meneruskan perkataannya. Jika di teruskan, maka akan keluar sebutan nama.


"Apa Nona Rose memiliki nama lain?" tanya Marquess Ramon.


Kedua laki-laki sedarah itu beradu pandang. "Aku tidak tahu,"


"Dimana?" kali ini Duke Vixtor yang bersuara. Ketika nama Alexsa di sebutkan, hatinya bergerak ingin menanyakan tentangnya.


"Ah," Putra Mahkota Delix cengengesan. "Tadi aku melihatnya bersama seorang laki-laki menunggangi kuda."


"Lancang sekali laki-laki itu mendekati Alexsa." Dada Duke Vixtor terasa panas, ia harus pergi menemuinya dan menanyakan siapa laki-laki itu.


"Baginda, Putra Mahkota. Saya pamit, saya masih ada urusan." Duke Vixtor melangkah keluar dari kamar Putra Mahkota Delix.


Apa Duke sudah mencintai Alexsa? tidak bisa, Alexsa milik ku.. Aku harus melangkah lebih maju. Aku takut Alexsa kembali pada Duke.

__ADS_1


Walaupun Duchess Alexsa sudah mengatakan tidak akan pernah kembali, tapi ia takut rasa cinta itu lebih besar.


Marquess Ramon memilih pergi, ia ingin berbicara dengan Duke Vixtor.


"Putra Mahkota, apa yang kamu maksud laki-laki itu adalah kamu sendiri?"


Putra Mahkota Delix mengangguk dan Baginda Kaisar, bukannya khawatir justru tertawa. Orang yang di cari oleh Duke Vixtor adalah putranya dan pria itu sama sekali tak menduganya. "Beristirahatlah."


_____


"Tunggu Duke?"


Duke Vixtor berbalik. "Ada apa Marquess?"


"Kamu ingin mencari Alexsa?"


Duke Vixtor mengangguk.


"Kalau begitu, aku ingin ikut dengan mu."


Duke Vixtor yang merasa enggan, mau tidak mau ia menyetujuinya. Padahal ia ingin berbicara berdua dengan Duchess Alexsa.


"Baiklah," sebuah kata yang sangat berat di ucapkan akhirnya keluar dari mulutnya.

__ADS_1


__ADS_2