
Queen, Aldo dan Gerry ada di salah satu sudut cafe yang ada di dalam airport sambil menunggu sarap mereka bertiga bercanda bersama.
Mereka bercanda ria sampai pesanan mereka datang dan segera menikmati nya.
Setelah di rasa cukup untuk sarapan nya, mereka memutuskan untuk langsung masuk ke pesawat pribadi milik Queen.
Aldo duduk bersebelahan dengan Queen, sedangkan Gerry duduk di hadapan Queen.
Gerry melaporkan semua berkas - berkas dari ke dua perusahaan nya yang besar dan perusahaan ke dua prang tua nya.
Semua berjalan dengan lancar sesuai yang di inginkan dirinya.
Queen mengangkat Aldo yang tertidur di sebelah nya karena kelelahan mendengarkan pembicaraan nya dan gerry yang tidak di mengerti nya.
Queen kembali duduk di depan Gerry setelah membawa Aldo di ruang istirahat.
Akan tetapi, rasa pusing nya yang melanda tak bisa di tahan Queen dan jangan lupa mimisan atau darah yang keluar dari ke dua lubang hidung tak pernah berhenti mengalir.
__ADS_1
Gerry yang tahu akan penyakit apa yang di derita oleh Queen dengan sigap meminta Queen untuk merebahkan kepala nya di sandaran sofa dan memberikan tissu untuk menghilangkan darah di hidung nya.
Gerry tak lupa meminta pramugari untuk mengambilkan air mineral botol dan Gerry mengambil kapsul obat yang selalu di bawa oleh Queen kemana - mana.
Gerry meminumkan obat tersebut kepada Queen untuk meredakan rasa sakit dan menghentikan pemdarahan pada hidung nya.
Setelah meminum obat tersebut Gerry meminta nona nya untuk istirahat saja dan menyerahkan tugas kantor pada nya.
Queen menuruti permintaan Gerry, karena selain tangan kanan, anak buah, dan orang yang dapat dipercaya.
Gerry sudah di anggap seperti papa yang selalu ada di mana pun yang di inginkan diri nya.
***
Setelah beberapa jam akhir nya pesawat pribadi yang di miliki Queen take off di airport indonesia, Queen pun di bangunkan oleh Gerry.
Queen yang merasa tidur cantik nya ada yang mengganggu pun membuka mata nya perlahan - lahan dan mendapati wajah Gerry yang sudah tak muda lagi.
__ADS_1
Gerry memberitahukan bahwa mereka sudah take off di landasan airport Indonesia.
Queen yang langsung paham pun langsung bangun dan membangunkan Aldo untuk segera ikut bangun dan meneruskan tidur nya di rumah saja.
Gerry yang merasa kasihan dengan Aldo yang merasa kelelahan akhir nya menahan Queen dan mengangkatnya dalam pelukan Gerry untuk si bawa ke mansion milik Queen.
Queen sendiri langsung pulang ke mansion diri nya juga tetapi yang di tinggali oleh ke dua daddy dan mommy nya.
Queen tahu bahwa diri nya telah di jemput sopir perintahan daddy nya.
Oleh karena itu Queen membawa satu koper oleh - oleh nya untuk di bawa pulang dan mempercayakan Aldo kepada Gerry.
Bagaimana kah keadaan Queen? Apakah sekua ini ada penyelesaiannya?
***Note :
~ Di saat dirimu merasakan sesak di hati lebih baik lepaskan. Entah dengan cara apa pun, karena sesak di hati yang tidak di keluarkan akan menimbulkan pada diri sendiri yang sangat menyiksa.
__ADS_1
~ Di saat semua kawanmu tak percaya padamu, cukup hanya ada satu sahabatmu yang ada di sampingmu. Percayalah bahqa 1 teman baik dan setia lebih berarti dari pada banyak teman yang munafik***.
Tbc