
Queen dan Bian saling menjauhkan diri mereka masing - masing, tak lupa dengan wajah mereka yang sama - sama memerah malu dengan apa yang mereka lakukan baru saja.
Karena perbuatan mereka menurut Queen sangatlah intim dan sudah hampir saja ke arah Hubungan suami istri yang seharusnya tak boleh dilakukan oleh mereka.
Karena selain mereka masih muda, Fabian masih muda dan masih banyak yang harus di pikirkan oleh Queen, hal yang membuat beban nya yang tidak bisa di pikirkan oleh lain nya.
Seseorang yang telah mengetuk pintu Queen adalah kedua Mommy nya dengan kepala maid yang membawa berbagai macam makanan dan obat - obatan Queen.
Tak lupa para sahabat nya dan abang - abang nya serta daddy - daddy nya juga ikut masuk ke dalam kamar Queen dan melihat Bian berduaan dengan Queen dengan keadaan canggung.
Mereka tak perduli dengan Bian dan Queen langsung saja menempati setiap sisi kamar Queen yang biasa nya sepi mendadak menjadi ramai seperti pasar malam yang banyak pedagang nya.
Para daddy membahas masalah Bisnis, para mommy sibuk bergosip ria dan membahas masalah butik dan lain - lain, para abang dan teman - teman abang nya sibuk untuk saling mengalahkan dalam bermain playstation dan sahabat Queen sibuk melihat laptop untuk melihat kondisi markas atau basecamp.
Bian dan Queen hanya mampu saling melirik canggung karena hal yang baru saja terjadi, mereka sama - sama merasakan malu yang membuat wajah mereka sama - sama memerah karena mereka juga di sempat di selimuti api gairah.
Sikap canggung dan malu - malu antara Fabian dan Queen ternyata terbaca oleh Renata yang ternyata diam - diam memperhatikan mereka berdua, lalu Renata memberikan kode senggolan tangan dan kode mata bahwa ada sesuatu di antara Queen dan Bian.
Felisha : Ehem ... Ehem ....
Deheman Felisha yang mengundang perhatian dari seisi kamar Queen dan langsung menatap ke arah Felisha semua.
__ADS_1
Renata : Queen kenapa wajahmu memerah begitu samaan dengan wajah nya Fabian?
Perkataan Renata membuat seisi kamar langsung menoleh ke arah Queen dan Fabian secara bergantian dan mendapati wajah sejoli yang memerah.
Bian hanya diam tanpa kata tak mampu untuk menjawab pertanyaan Renata dan sambil menggeleng - gelengkan kepala nya pertanda tidak ada apa - apa.
Queen : tidak ada apa - apa
Renata : Lah yang bener? Masa?
Queen : hmm (sambil memalingkan wajah nya)
Felisha : di ibaratkan malu - malu bunglon bener nggak sih Ren?
Renata : Malu - malu kucing Fel
Felisha : Lah Ren biologi mu dapat berapa sih? kan yang berubah warna kan bunglon
Renata : Serah dirimu lah Fel - Fel. oke, jadi kenapa ?
Queen langsung melotot ke arah Renata dan yang lain nya pun tertawa terpingkal - pingkal melihat semua yang jadi perbincangan para sahabat itu, ya walaupun yang dikatakan Renata ada benar nya juga.
__ADS_1
Mereka juga merasa lucu dengan sebutan apa yang di berikan kepada Queen dari Felisha, ada - ada saja mereka itu.
.
.
.
Kebahagiaan ada karena dia menikmati hidup nya dan tidak mempersulit hidup nya yang rumit.
.
.
Note :
***Bahagia jika orang terdekat bahagia, walaupun sesusah apapun kita. Susah nya hidup berasal dari diri kita sendiri, inti nya nikmatilah selagi kita menikmati nya.
Karena belum tentu esok kita bisa menikmati indah nya dunia***.
Tbc
__ADS_1