
Renata dan Felisha yang telah membaca
paper 1 menangis dalam diam ternyata itu adalah isi hati seorang Queen dan
memang selama ini Queen tak pernah mengungkapkan isi hati nya kepada siapapun, Queen
lebih memilih diam lalu merasakan luka itu sendiri.
Selain menyimpan luka nya sendiri, Queen
juga menyimpan luka orang lain yang tak bisa di tanggung sendiri bagaikan tumpukan
tong sampah bahkan tak pernah protes sedikit pun tentang semua hal, Queen cukup
menjadi pribadi yang sangat di sukai banyak orang akan tetapi tanpa diketahui
banyak orang dirinya menyimpan banyak torehan luka yang tak tahu apakah bisa
sembuh atau tidak, atau luka itu masih basah bahkan lebih parah nya luka itu
semakin dalam dan semakin berdarah.
Darah tersebut tak menampakkan wujud
nya tapi bisa di rasakan dan rasa nya benar
– benar sangat menyakitkan bahkan tak sembarangan orang bisa melewati ini
semuadan itu yang menyebabkan Queen selama ini menjadi pendiam, karena dirinya
merasakan semua sakit yang dia rasakan sendiri, bukan nya tak mau berbagi hanya
saja Queen merasa bahwa teman – teman nya semua sudah memiliki beban sendiri.
Queen tak ingin merepotkan banyak orang
__ADS_1
dan menjadi mandiri atas semua hal bahkan Queen sudah tak bisa menangis lagi,
karena air mata nya sudah mongering untuk menangisi hidup nya, Queen hanya bisa
menikmati hidup nya selagi Queen bisa dan selagi dirinya mempunyai kekuatan
untuk bisa memberikan kasih sayang untuk nya.
Tak banyak yang memahami Queen dan hanya
orang – orang tertentu saja, bahkan Renata yang selalu mengerti Queen saja
terkadang masih bingung dengan isi hati Queen, karena Renata bukan Queen yang
bisa membaca pikiran dan memahami perasaan orang – orang di sekitar termasuk
orang – orang yang menyakiti nya.
Renata dan Felisha menutup mulut nya
luka itu begitu dalam dan masih sangat basah untuk mengeringkan luka tersebut
sangatlah lama dan susah, mereka pun menyadari hal tersebut.
Deril yang mengetahui pun terhenyak,
sebegitu dalam nya kah luka yang di torehkan keluarga nya kepada Queen walaupun
dirinya sudah memaafkan keluarga nya dan semua sudah kembali ke semesti nya,
akan tetapi luka pasti belum sembuh dan memang itu sudah pasti, bahkan dirinya
Deril jika ada di posisi Queen juga tak akan bisa memaafkan orang tua nya
apapun alasan nya.
__ADS_1
Mereka semua yang ada di tempat itu
saling memadang dengan berbagai macam pikiran dan dengan berbagai macam
perasaan yang campur aduk menjadi satu yang tak bisa di lukiskan dengan kata –
kata apapun, Felisha dan Renata meneteskan mata nya sedikit demi sedikit.
Mereka merasa tak pantasuntuk disebut
sebagai sahabat, sahabat mana yang tak mengerti sahabt nya yang merasakan luka
dan beban yang dia pikul, tapi bagi Queen apa yang akan terjadi ya terjadilah
bahkan dia sudah menyiapkan mental bagai baja untuk tidak dapat dengan mudah dilumpuhkan.
Note :
Ø Hari kemarin, bagaimana pun baik atau buruknya
telah berlalu
Ø Hari ini adalah waktu untuk melihat langit biru
yang cerah.
Ø Mengeluh hanya akan membuat hidup kita semakin
tertekan, Sedangkan bersyukur akan senantiasa membawa kita pada jalan kemudahan.
Ø Jika kamu merasa bebanmu lebih berat daripada
yang lain, itu karena Tuhan melihatmu lebih kuat daripada yang lain.
Tbc
__ADS_1