
"Dasar adekkk luknutt kamu... Kemana aje kamu di cari kagak ada? " tanya Varo dan di setujui oleh Vano dan Deril.
Para orang tua hanya terkekeh melihat lihat kelakuan anak - anak mereka.
Oma dan opa kaget bahwa tau ada Queen yang di ketahui oleh mereka adalah wanita hebat pemilik perusahaan - perusahaan besar.
"Eheemm.. Queen dari mana? " tanya Bian dengan nada datar nya dan suara nya di tekan menjadi berat yang menandakan bahwa dia lagi marah.
Pertanyaan Bian membuat mereka sadar dan semua ingin mengetahui kemana Queen dan kawan kawan nya tadi berada.
"Tadi, gue sembunyi di Gudang, tapi perut gue sakit. Jadi, harus ke toilet dulu" jawab Queen dengan santay, berbeda dengan hati nya sedang disko karena takut ketahuan.
"Lalu Renata? Felisha? Kemana kalian" tanya Arga yang di angguki oleh mereka semua.
"Tadi, mereka nemenin gue bang. Kita kan BFF alias Bet Plend Polepel" Jawaban Queen yang maha alay membuat teman - teman nya ingin mutah.
"Kalian kenapa di toilet lama? " Selidik Bian, karena masih belum puas mendapatkan jawaban dari Queen.
Karena rasa nya masih ada yang membuat janggal di hati nya.
"Kalian kan tau cewek gimana kalau udah ketemu. Pasti kita gosip gilaakkk un faedah di dalam toilet dan berlanjut di kantin" Queen menjawab pertanyaan Bian dengan Logis.
Mereka semua akhir nya lega dengan jawaban Queen.
Semua orang tua pun memutuskan untuk pulang ke rumah masing - masing.
__ADS_1
Sekolah hari ini di pulang kan dengan cepat, akan tetapi Queen dan kawan - kawan beserta Bian dan kawan - kawan lebih memilih mampir di Cafe dekat sekolah mereka.
Setelah mereka ada di sebuah cafe, semua pegawai akhir nya memberikan hormat kepada Queen yang notabene pemilik Cafe.
Berbeda dengan Queen yang masih setia menampilkan wajah tanpa ekspresi diri nya, sikap cuek dan dingin nya.
Sama hal nya dengan Bian dan Deril yang juga sama - sama menampilkan wajah seperti yang di tunjukkan oleh Queen.
Semua pelanggan takjub karena melihat anak - anak pengusaha milyuner dan bahkan melihat sang jutawan muda yang cantik tapi nan dingin.
Di saat mereka semua sudah dapat duduk di tempat VVIP, mereka pun memesan pesanan mereka masing - masing.
Mereka bercanda ria, berbeda dengan Queen yang setia tetap mengotak atik hp nya untuk memeriksa laporan - laporan perusahaan - perusahaan nya dan orang tua nya.
Di saat Queen sedang sibuk - sibuk dan fokus - fokus nya untuk melihat laporan tersebut.
Queen yang sadar segera menghapus nya.
"Eh guys.. Gue ke toilet dulu yakkk" pamit Queen.
Tanpa menunggu jawaban dirinya langsung pergi.
Berbeda dengan Bian yang melihat semua yang telah terjadi pada Queen.
Bian tahu pasti ada sesuatu yang terjadi dengan diri Queen dan diri nya menyakini bahwa ada yang di tutup i oleh Queen.
__ADS_1
Diri nya begitu kuatir dengan Queen.
Diri nya sangat bingung untuk menanyakan nya pada Queen.
Diri nya sangat ingin merengkuh Queen.
Diri nya ingin menjadi satu - satu nya lelaki dan orang sandaran Queen.
Diri nya ingin menjadi satu - satu nya tempat Queen berkeluh kesah dalam semua hal.
.
.
.
Apakah Queen akan sembuh?
.
.
.
Apakah fabian tahu tentang sakit Queen?
__ADS_1
Tbc