
Jam masuk pun berbunyi dengan nyaring, semua siswa - siswi pun masuk ke dalam kelas nya begitu juga dengan Queen dan kawan - kawan nya.
Di dalam kelas seperti biasa Queen dan Renata yang sekelas tidak pernah mendengarkan pelajaran sama sekali bahkan Queen dan Renata mengerjakan pekerjaan kantor dengan Menggunakan headsead dan minuman di sisi laptop nya.
Semua guru pun tidak ada yang brani untuk menegur apa saja yang dilakukan oleh Queen.
Karena Queen sendiri adalah pemilik 4 perusahaan terbesar di dunia.
Queen dan Renata pun takkan ada yang berani menegur untuk mendengarkan pelajaran.
Karena mereka tau bahwa Queen dan Renata sudah pintar dan genius dalam hal belajar.
Guru - guru pun Akhir nya tau kenapa Queen dan Renata sudah pintar, karena Queen sudah lulus S - 3 dan Renata sudah S - 2.
Kkkkkkkrrrriiiinnnnnggg..... Krrrriiiinnngggg.....
"Yeeeeyyy" teriak anak - anak yang di kelas Queen.
Mereka bahagia sudah jam istirahat, karena sudah terhindar dari pelajaran yang membosankan dan perut mereka yang sudah merasa keroncongan.
__ADS_1
Queen dan Renata pun sudah di jemput oleh Felisha, abang - abang nya dan semua sahabat nya.
Seperti biasa mereka akan pergi ke kantin dan memilih tempat yang paling pojok dan dekat dengan jendela.
Di antara semua nya Arga lah yang paling sering memesankan pesanan makanan untuk diri nya dan sahabat - sahabat nya.
Setelah makanan mereka datang Queen dan yang lain nya makan dengan tenang.
Di saat makanan mereka baru saja sudah habis, tiba - tiba gladys datang dan langsung duduk diantara Queen dan Bian.
Tanpa tau malu gladys langsung bergelayut manja di lengan bian.
Sahabat - sahabat Queen dan bian berasa ingin muntah melihat gladys.
Queen pun hanya melirik sekilas tanpa mau ambil pusing.
Bian : nggak deh, gue sibuk. Lepasin tangan menjijikkan lo dari lengan gue
Gladys : ih kok gitu sih beb...
__ADS_1
Bian : lepasin lo ngerti bahasa manusia kan?
Gladys : oke kalau itu mau mu
Tanpa di sangka - sangka gladys berdiri dan menyiram Queen dengan minuman yang ada paling dekat.
Semua kantin langsung terasa sunyi dan senyap, serta teman - teman Bian dan Bian sendiri kaget dengan tingkat laku Gladys.
Felisha dan Renata langsung menatap horor Queen dan geram dengan Queen.
Tanpa, di sangka - sangka Queen memberikan perintah kepada Felisha dan Renata dalam bahasa asing.
"Lo hacemos ahora Estoy harto del comportamiento de esta perra. (Kita lakukan sekarang. Gue udah muak dengan kelakuan sampah ini.)" ucap Queen dengan senyum iblis nya.
"Si señorita. ¿Dónde mutilamos a esta perra? ¿En esta cantimplora o en el campo? (Baik nona. Kita mutilasi ini sampah dimana? Di kantin ini atau di lapangan?)" jawab Renata dengan seriangaian menakutkan nya.
"Tengo una idea de cómo mutilamos en el campo al reunir a todos los maestros y estudiantes. Pero, observaron desde el segundo piso. Porque para salvarlos de la mafia esa mujer asquerosa. (Aku ada ide, bagaimana kita mutilasi di lapangan dengan mengumpulkan semua guru dan murid. Tapi, mereka melihat dari lantai dua. Karena untuk menyelamatkan mereka dari mafia wanita menjijikkan itu.)" jawab feli yang sama - sama menakutkan nya.
Lalu apakah rencana Queen setelah itu? Next chapt. Yaaa....
__ADS_1
Tbc